Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Makan Malam Part 1


__ADS_3

Sedari siang Kinan hanya mondar mandir tidak jelas di kamarnya. Berkali-kali mencoba baju untuk acara sore nanti.


Nanti malam acaranya formal nggak sih? Aaahh ... bingung mau pake baju yang mana? apa sekarang aku beli baju aja ya?


Kinan hanya berdiri didepan lemari bajunya sambil memilih-milih saat ponselnya berdering.


Kenapa Kak Ardi telpon ya?


- "Halo Kak Ardi."


- "Halo Kinan ... Baru apa sekarang?"


- "Lagi nggak ngapa-ngapain hehe ... Ada apa Kak, kok telpon?"


- "Oh cuma mau kasih tahu kalau nanti sore aku jemput jam 6 ya."


- "Oke ... Oh iya, ini acara makan malamnya cuma kita aja kan?"


- "Iya cuma ada Papa, Mama, aku sama kamu doang kok. Kenapa? Kamu kuatir apa?"


- "Haha ... Enggak kok."


- "Oke. Kalau begitu sampai nanti sore ya."


- "Oke Kak, terima kasih."


Kinan menutup panggilan telponnya.


Hehhh ... Untung cuma keluarga Kak Ardi aja, berarti acaranya santai jadi aku pakai baju santai yang nyaman tapi manis. Hehe biar aku kelihatan tambah manis.


Sejak sore Kinan sudah mempersiapkan dirinya dengan baik. Dress warna peach dengan potongan sederhana menjadi pilihannya.


Riasan wajah tipis-tipis dan sepatu flat menjadi pilihannya.


Kinan tidak mau tampil berlebihan. Dia hanya ingin bisa diterima Papa Mama Ardi. Walaupun tidak akan menikah dalam waktu dekat tapi kalau restu dari orang tua sudah digenggam maka hatinya pun tenang.

__ADS_1


Ardi menjemput Kinan tepat waktu. Perjalanan ke rumah Ardi memakan waktu sekitar 20 menit.


"Kinan, kenapa kamu kelihatan tegang begitu?" tanya Ardi memperhatikan Kinan.


"Masa' sih?"


"Santai saja. Kan kemarin sudah bertemu dengan Papa Mama."


"Hehe iya sih ... Tapi rasanya masih deg-degan. Kayak mau ujian rasanya."


"Haha kamu ini ada-ada saja," Ardi menggenggam tangan Kinan.


Sesampainya di rumah Ardi, Pak Aris dan Bu Wida menyambut kedatangan Kinan.


"Selamat malam Om Aris, Tante Wida," sapa Kinan sopan.


"Ayo silahkan masuk. Kita langsung ke ruang makan saja. Sudah lapar kan?" ajak Pak Aris.


Ardi menggandeng tangan Kinan menuju ruang makan.


Tante Wida dibantu seorang pelayan menyiapkan menu makan malam.


"Iya, Mama yang memasaknya sendiri. Kamu harus coba semuanya ya," saut Ardi.


Kinan hanya mengangguk tersenyum.


Pak Aris memimpin doa sebelum mereka semua menikmati hidangan yang disajikan.


"Ayo Nak Kinan, cobalah semua," Pak Aris menawarkan.


"Terima kasih Om."


Makan malam itu berjalan santai dan akrab. Kecuali Bu Wida yang sedari Kinan datang terlihat kurang ramah.


Kinan sudah memperhatikannya sejak dia datang. Namun untuk bertanya dia merasa segan.

__ADS_1


Bu Wida memang kurang suka dengan Kinan. Selain karena dia menganggap Kinan tidak selevel dengan keluarga mereka, juga ternyata Bu Wida kemarin bertemu dengan Nathasya.


Saat itu Nathasya menemui Bu Wida di sebuah coffee shop.


Nathasya bercerita tentang Kinan, pacar Ardi yang merupakan karyawan di kantor.


Tentu saja dengan bumbu-bumbu yang membuat nama Kinan menjadi negatif dimata Bu Wida.


"Tante Wida, jangan kaget kalau bertemu dengan pacar pilihan Ardi. Namanya Kinan, cuma karyawan di kantor."


"Masa" sih? Ardi kok belum mengenalkan pada Tante dan Om?!"


"Benar Tante, coba kalau besok Tante bertemu Kinan pasti bisa menilai sendiri. Cantik sih tapi dia terlihat materialistis. Hanya mengincar harta Ardi saja," kata Nathasya berapi-api.


"Kamu kok tahu? Sudah ada buktinya?"


"Ya sudahlah Tante ... Mantan pacar Kinan itu adalah teman aku. Terus dia cerita banyak tentang Kinan."


Begitulah akhirnya Bu Wida percaya semua yang dikatakan Nathasya. Padahal Nathasya hanya ingin membalas Kinan karena berhasil mendapatkan Ardi.


Termakan bujukan Nathasya, Bu Wida berjanji akan mendekatkan Nathasya pada Ardi sehingga Nathasya bisa menikah dengan Ardi.


###


Selesai makan malam, Pak Aris dan Ardi duduk mengobrol di taman yang ada disamping rumah.


Sedangkan Kinan membantu Bu Wida membereskan peralatan makan.


"Kinan, kamu tidak usah membantu. Sudah ada pelayan disini," kata Bu Wida ketus.


"Nggak apa-apa kok Tante," saut Kinan.


"Jangan berpura-pura baik dan rajin didepan saya ya," kata Bu Wida mengangetkan Kinan.


"Maksudnya apa ya Tante?"

__ADS_1


"Kamu pikir dengan begini akan mudah mengambil hati saya?" Bu Wida tersenyum sinis.


Ya ampun ... Mama Kak Ardi kok sinis gini? Padahal tadi sepertinya dia menerimaku. Apa aku salah sangka? Hehh ... Apa aku harus berkonfrontasi sama Mama Kak Ardi? Aaaa ... pusing pusing pusing!!!


__ADS_2