Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Kangen


__ADS_3

Agak terkejut Chelsea melihat Derryl sore itu datang ke villa. Tidak menyangka Kinan akan mau bertemu Derryl lagi.


"Halo Chelsea ... Aku kesini mau jemput Kinan," Derryl berkata sambil duduk di kursi santai teras depan villa.


"Eh Derryl, tunggu dulu ya aku panggilkan Kinan sebentar."


Chelsea masuk ke kamar villa. Dilihatnya Kinan sedang menyisir rambutnya.


"Kin, ada Derryl tuh di depan. Kamu mau jalan sama dia?"


"Iya, siapa tau Derryl ajak balikan sama aku hehe."


"Kinan! Jangan bercanda dong ... Memang sekarang kamu lagi marahan sama Kak Ardi tapi kamu jangan kekanak-kanakan gini dong ... Selesaikan masalahmu dulu dengan Kak Ardi baru kamu boleh menjalin hubungan dengan cowok lain," Chelsea berapi-api menasehati.


"Hahaha ... Kamu kok emosi gitu sih Chel, aku kan becanda," Kinan sampai geli melihat sahabatnya.


"Ih, yang bener dong Kin!"


"Iya iya, aku becanda doang. Ini aku sengaja mau diajak keluar Derryl biar dia itu menyudahi usahanya buat deketin aku lagi. Nggak mungkin lah aku mau diajak balikan lagi sama dia," Kinan keluar kamar menuju teras depan.


"Syukurlah kalau kamu masih waras Kin ... hehe," Chelsea akhirnya tenang melihat sahabatnya tidak salah langkah mengambil keputusan.


"Halo Ryl, sudah lama nunggunya?" tanya Kinan.


"Halo Kin, enggak kok. Yuk kita langsung jalan nanti keburu malam," ajak Derryl.


"Oke. Chelsea, aku pergi dulu ya tolong bilang Dewi juga ya," pamit Kinan.


"Oke, hati-hati Kin. Jangan pulang kemalaman ya."


"Siap Bu!" Kinan melambaikan tangannya lalu masuk ke mobil Derryl.


"Kita cari makan malam dulu ya Kin. Ada tempat yang kamu inginkan?" tanya Derryl.


"Terserah kamu Ryl, aku bisa makan apa aja kok."

__ADS_1


"Oke kalo gitu kita ke kafe langgananku ya."


"Oke."


Derryl melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hampir setengah jam lamanya untuk sampai ke kafe langganan Derryl.


"Kamu mau pesan apa Kin?" tanya Derryl saat mereka sudah duduk.


"Ehm, apa ya? Ikut kamu ajalah. Kan kamu udah langganan jadi tau mana yang paling enak," Kinan menyerahkan buku menu pada Derryl.


"Oke, aku pesankan ya."


Kafe ini letaknya di daerah pegunungan jadi udara terasa sejuk. Derryl memilihkan tempat duduk terbaik. Pemandangan indahnya kota dibawah sana bisa terlihat dari tempat Kinan duduk.


"Kamu suka tempat ini?" tanya Derryl memecah keheningan.


"Suka sih ... Kan aku emang suka tempat yang berhawa sejuk."


Makanan pesanan datang.


"Oke."


Kinan mencicipi "Wow ... Enak ya?"


"Iya, memang makanan disini semuanya enak. Ayo habiskan! Kalau mau nambah juga boleh nanti aku pesankan lagi."


"Kita habiskan dulu aja Ryl. Nanti kalau belum kenyang aku akan pesan lagi," jawab Kinan sambil menikmati makanan yang ada di depannya.


Kinan sangat menyukai suasana kafe ini.


Suatu saat aku akan mengajak Kak Ardi untuk makan disini.


Selesai makan, Derryl bertanya, "Kin, mau nambah lagi?"


"Hahaha ... Kamu mengejek aku ya, udah ah aku sudah benar-benar super kenyang."

__ADS_1


"Ehm ... Kin, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tentu saja. Ada apa sih?"


"Selama ini apakah kamu masih memikirkan aku?" tanya Derryl.


"Maksudmu?"


"Apa aku masih ada di hatimu? Terus terang selama ini aku tidak bisa melupakan kamu Kin. Aku sadar kalau kamulah orang yang benar-benar aku sayang dan cintai," Derryl menggenggam tangan Kinan.


Kinan menarik tangannya, "Derryl ... Maaf. Tapi bukankah kita sudah lama putus dan aku menganggap kamu teman baikku. Kalau kita pacaran lagi lalu kita akan mengulang saat kita putus dulu. Alasan yang sama."


"Tapi aku sudah berubah Kin, aku sudah lebih dewasa sekarang. Aku tidak akan cemburu buta yang akan membuatmu tidak nyaman. Percayalah Kin, aku sudah berubah."


"Maaf Derryl, tapi sudah terlambat. Sekarang aku sudah punya pacar," Kinan akhirnya berterus terang.


"Benarkah? Secepat itu?" Derryl memandang Kinan tidak percaya.


"Derryl .... Kita putus sudah lebih dari setengah tahun dan aku sudah move on. Jika aku mengenal cowok baik yang sayang, cinta sama aku dan membuatku nyaman apa salahnya?"


P*adahal aku juga baru marahan sama Kak Ardi ... Tapi aku bukan tipe cewek yang tidak setia. Masalah Derryl harus aku selesaikan malam ini juga.


"Aku kaget kamu bisa move on secepat ini Kin ... Kamu tahu, selama ini aku sangat menyesal sudah putus denganmu."


"Maafkan aku Ryl, tapi bisakah kita tidak usah bertemu dulu? Aku tidak ingin pacarku akan salah paham nantinya."


"Kinan, apakah kamu mau memberiku satu kesempatan lagi? Aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan kamu," Derryl masih berusaha meyakinkan. Tidak menggubris permintaan Kinan.


"Sudahlah Ryl, cerita kita sudah selesai. Aku harap kamu akan menemukan wanita yang sayang dan cinta sama kamu."


"Kita pulang ya ... Kamu mau antar aku pulang kan?" tanya Kinan.


"Aku akan mengantarmu pulang Kin," jawab Derryl dengan wajah lesu.


Kasihan juga Derryl. Tapi mau gimana lagi?Aku nggak mungkin mengkhianati Kak Ardi. Aduh ... Kenapa tiba-tiba aku jadi kangen Kak Ardi ya ... Dia baru apa ya sekarang?

__ADS_1


__ADS_2