
Ardi menelpon Nathasya menanyakan apakah saat ini Nathasya ada, karena Ardi akan mampir. Nathasya menyambut dengan senang hati. Namun dia belum tahu jika Kinan ikut menemani Ardi.
"Kak Ardi ... Kinan?!" Nathasya kaget karena Kinan ikut datang bersama Ardi.
"Silahkan masuk" kata Nathasya malas.
"Terima kasih Nathasya," saut Ardi.
Nathasya mempersilahkan Ardi dan Kinan duduk.
"Ada perlu apa kalian datang kesini malam-malam begini?" tanya Nathasya.
"Nathasya, maaf menganggumu. Tapi ada hal penting yang ingin aku konfirmasi denganmu," kata Ardi.
"Maksudnya?" Nathasya mengerutkan keningnya.
"Nathasya, langsung ke pokok persoalannya saja. Tolong kamu katakan sekarang jika selama ini kita tidak ada hubungan yang spesial. Bukankah kita hanya berteman?" Ardi terus terang.
"Ehm," Nathasya tampak berpikir keras.
"Tolong Nathasya, agar Kinan tidak salah paham tentang kamu. Kinan mengira aku berpacaran denganmu," Ardi memohon.
Kinan hanya duduk diam mengamati percakapan didepannya. Menimbang- nimbang harus percaya pada siapa.
__ADS_1
"Tapi bukankah itu benar Ardi?" kata Nathasya.
"Nathasya! Bicara jujurlah! Memang dulu kita pernah berpacaran tapi itu sudah dua tahun yang lalu. Kita sudah putus lama sekali. Mengapa sekarang kamu datang dan mengacaukan kehidupanku!" Ardi tak habis pikir dengan perkataan Nathasya.
"Tapi Ardi, aku masih cinta kamu!" Nathasya berkata memelas.
"Sadarlah Nathasya. Apa kamu sudah lupa alasan kita putus? Kamu yang berselingkuh dari aku. Tapi sudahlah. Aku tidak mau mengungkit masa lalu," Ardi tampak tersulut emosi.
"Katakan sejujurnya pada Kinan jika kamu hanyalah mantanku saja," saut Ardi.
"Benarkah itu Nathasya?" tanya Kinan.
"Benar Kinan. Aku memang mantan Ardi. Tapi aku masih cinta dan ingin menjalin hubungan kembali," kata Nathasya akhirnya.
"Terima kasih Nathasya kamu sudah mau jujur," saut Kinan.
"Ardi, apakah kamu benar pacaran dengan Kinan? Bukankah dia ini hanya pegawaimu saja?" Nathasya melirik meremehkan Kinan.
"Apa maksudmu?" tanya Ardi.
"Kinan hanya pegawaimu saja. Dia tidak selevel denganmu! Dia nggak layak mendampingi kamu. Lihatlah aku! Aku lebih layak. Aku dari keluarga terpandang," Nathasya merasa tidak terima jika harus bersaing dengan Kinan.
Nathasya belum tahu latar belakang keluarga Kinan dan mengapa Kinan bisa bekerja di kantor Ardi.
__ADS_1
"Nathasya jaga bicaramu! Kamu belum tahu siapa Kinan?!" Ardi terlihat marah.
"Ssstt ... Sudahlah Kak! Ayo kita pulang. Sudah cukup mendengar Nathasya," Kinan mencegah Ardi mengatakan siapa dirinya.
"Baiklah. Ayo kita pulang. Terima kasih Nathasya," kata Ardi kemudian.
Ardi menenangkan dirinya. Sebetulnya dia sangat marah karena Nathasya merendahkan Kinan tapi Kinan sendiri tidak mau berterus terang tentang keluarganya.
Wajah Nathasya terlihat merah padam menahan emosi. Merasa tidak terima dengan penghinaan terhadap dirinya.
Awas kau Kinan! Aku pasti akan membalasmu. Kamu belum tau siapa Nathasya itu! Kamu hanya pegawai rendahan. Kamu tidak selevel dengan aku jika harus bersaing denganku. Aku akan mendapatkan Ardi bagaimana pun caranya!!!
Nathasya hanya membatin dalam hati sambil menatap kepergian Ardi dan Kinan.
Sementara itu Ardi dan Kinan sudah masuk ke dalam mobil.
"Kinan, kamu percaya padaku kan kalau Nathasya itu hanya mantanku dan saat ini hanya kamulah pacarku?" tanya Ardi.
"Iya aku percaya. Tapi maaf Kak, lebih baik aku berpikir dulu saja. Aku ingin menenangkan diriku dan memikirkan dengan jernih hubungan kita kedepannya."
"Kinan, kamu masih cinta aku kan?"
"Tentu saja aku masih mencintaimu Kak. Tapi tolong beri aku waktu untuk berpikir," saut Kinan
__ADS_1
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama ya. Aku sayang kamu Kinan," Ardi meraih tangan Kinan lalu menciumnya.