Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Serius


__ADS_3

"Kak, kita mau kemana? Ini sudah tengah malam. Aku mau pulang," pinta Kinan.


Ardi tidak menggubris rengekan Kinan. "Masuk mobil," perintah Ardi.


Kinan diam tak bergeming.


"Kamu mau aku tinggalkan disini?"


"Ya enggak sih ... Tapi tolong antar aku pulang aja ya Kak."


"Sudah jangan banyak bicara. Cepat masuk!" Ardi sudah tidak sabar.


Akhirnya Kinan pasrah ikut Ardi. Kinan terus mengamati jalan, dia tahu ini bukan arah menuju apartemennya.


Sekitar satu jam mereka telah menempuh perjalanan. Kinan sampai menguap beberapa kali menahan kantuknya.


Mereka berhenti di depan sebuah villa mewah.


Kenapa Pak Ardi membawaku kesini sih? Ini juga sudah tengah malam lagi, ngantuk banget ...


"Ayo keluar!" perintah Ardi.


Ardi mengajak Kinan masuk ke villanya.


"Aku lelah mau istirahat dulu. Kamu pakai saja salah satu kamar di lantai ini, terserah yang mana," tanpa menunggu jawaban Kinan, Ardi sudah masuk ke kamar utama di villa ini.


"Baik Kak ..."

__ADS_1


Kinan memilih kamar yang tidak jauh dari kamar utama.


Huh ... kenapa juga membawa aku kesini? Ngantuk banget lagi ... Mana aku nggak bawa baju ganti.


Kinan membuka lemari di dalam kamar itu.


Eh ... Apa ini? Kok ada piyama wanita? Ah ... Bodoh amat. Mending aku pakai aja daripada tidur pakai gaun pesta kayak gini.


Kinan membersihkan dirinya lalu memakai piyama dan tak berapa lama dia pun sudah ada di alam mimpi.


Hari itu di tanggal 1 tahun yang baru, Kinan bangun sudah hampir tengah hari. Badan masih lelah, namun Kinan memaksa dirinya untuk mandi. Kinan tidak berganti baju lagi karena tidak mungkin dia memakai gaunnya semalam.


Saat keluar kamar ...


"Siang Kin, akhirnya kamu bangun juga. Duduk sini. Silahkan makan atau mau minum kopi dulu," kata Ardi ramah.


"Terima kasih Pak."


"Kok Pak lagi? Kamu lupa? Kalau tidak sedang di kantor, panggil Kak saja. Ingat itu!"


"Hehe iya Kak," kata Kinan sambil menuangkan kopi di cangkirnya.


Lalu mereka pun makan bersama.


"Ini villa Kak Ardi? Kenapa membawa saya kesini?" tanya Kinan masih penasaran karena semalam dia tidak mendapat jawaban dari Ardi.


"Sudah, selesaikan dulu makanmu. Setelah ini ada yang ingin aku bicarakan denganmu," jawab Ardi santai.

__ADS_1


Kinan pun cepat-cepat menghabiskan makannya sambil terus bertanya-tanya dalam hati akan apa yang dibicarakan Ardi nanti.


Sesudah makan, Ardi mengajak Kinan ke taman yang terletak di sebelah kolam renang yang ada di bagian belakang villa ini.


"Kinan, bolehkah aku bertanya secara pribadi sama kamu?"


"Tentu saja Kak. Mau tanya apa sih? Kayaknya serius banget ya," kening Kinan berkerut.


"Ehm ... Apakah saat ini kamu sedang menjalin hubungan spesial dengan cowok?" tanya Ardi hati-hati.


"Maksudnya? Pacar?"


"Iya, maksudku apakah saat ini kamu sudah punya pacar?"


"Saya sekarang sudah punya tunangan Kak ... Eh bercanda hehe ... Saya sekarang masih jomblo," canda Kinan untuk mencairkan rasa groginya.


"Yang serius Kin ... mana yang benar?"


"Saya beneran masih jomblo kok Kak hehehe ... Emang kenapa? Kakak kok nanyain saya begitu?"


"Kalau kamu memang tidak sedang menjalin hubungan spesial, bolehkah saya mengenalmu lebih daripada sebagai teman?"


Apa maksudnya? Bicaranya muter-muter ... Pusing aku ... (Kinan).


""Maksudnya?" tanya Kinan.


"Maksud saya boleh tidak saya mulai dekat kamu, mengenalmu lebih lagi karena saya tertarik sama kamu. Memang belum tahap pacaran karena saya tahu kamu belum terlalu mengenal saya jadi kita menjalin persahabatan dulu kalau kita cocok kita lanjutkan ke tahap pacaran. Bagaimana?"

__ADS_1


Ardi menantikan jawaban Kinan.


__ADS_2