
Kinan, Dewi dan Chelsea menghabiskan sisa liburan mereka di rumah Papa Mama Kinan.
Tentu saja Papa Mama sangat senang.
Tapi Kinan mengakhiri liburannya lebih awal sehari.
"Kin, kenapa buru-buru kembali ke kota J. Bukankah kamu masuk kerja masih besok lusa?" tanya Mama.
"Iya Ma, maaf tapi Kinan kan harus membereskan semuanya dulu sebelum kembali masuk kerja."
"Ah ... Yang benar? Mau siap-siap atau sudah kangen kak Ardi," Dewi malah menggoda Kinan.
"Enak aja. Enggaklah, nanti kalau udah masuk kerja kan juga tiap hari bakalan ketemu. Bosen tau!"
"Hahaha jangan cari alasan. Tuh lihat pipi kamu kok memerah?" Chelsea malah makin semangat menggoda.
"Ah sebel deh. Udah ah! Aku mau packing dulu biar nggak ada yang ketinggalan. Kalian sudah packing?" tanya Kinan.
"Sudah dong," saut Dewi.
Chelsea hanya menganggukkan kepalanya.
"Udah cepetan kamu packingnya Kin. Setelah itu kita makan siang ya," kata Mama.
"Oke Ma."
Sore harinya Papa Mama mengantar Kinan, Dewi, dan Chelsea ke bandara. Kinan merasa sedih harus berpisah.
Tapi bagaimanapun sekarang Kinan sudah dewasa dan punya tanggung jawab jadi dia harus tegar.
Papa Mama mencium dan memeluk Kinan.
"Hati-hati ya Nak, jaga dirimu," kata Mama.
"Iya Mama. Terima kasih untuk semuanya Ma, Pa."
"Kalau sudah sampai jangan lupa telpon ya," pesan Papa.
"Iya Pa. Kinan pamit dulu ya."
__ADS_1
Kinan berpisah dengan Dewi dan Chelsea karena tujuan mereka berbeda.
Sudah agak larut malam saat Kinan sampai di kota J. Kinan sengaja naik taksi saja dan tidak memberitahukan kepulangannya pada Ardi.
Lagipula semenjak perpisahan dengan Ardi seminggu yang lalu, komunikasi mereka terputus. Ardi dan Kinan sama-sama tidak saling telpon atau sekedar memberi pesan.
Paginya, Kinan disibukkan dengan membersihkan dan membereskan apartemennya.
Sebenarnya Kinan bertanya-tanya dalam hati.
Kenapa ya Kak Ardi kok sama sekali nggak telpon atau mengirim pesan. Kalau aku duluan yang telpon kan gengsi juga. Bukankah dia tau kalau besok aku sudah masuk kerja jadi harusnya hari ini dia tanya dong aku sampai di kota ini kapan. Syukur-syukur mau jemput di bandara. Lah ini? Boro-boro ...
Siang ini Kinan malah melamun saja. Tak lama telponnya berdering. Yang meneleponnya ternyata Nana.
- "Halo Na."
- "Halo Kin. Kangen deh lama nggak ketemu kamu."
- "Ya ampun, baru juga seminggu."
- "Hehe iya sih. Eh Kin ... Nanti sore ke kafe yuk tapi kalau kamu ada waktu sih. Kangen ngobrol sama kamu."
- "Gimana kalau kafe Bintang yang deket sama apartemen kamu?"
- "Oke. Sampai ketemu disana ya."
- "Oke see you."
Kinan menutup telponnya.
Untung Nana ngajak ketemuan. Aku pengen tau juga gosip terbaru di kantor.
Kafe Bintang sangat nyaman untuk sekedar mengobrol dan bersantai. Makanan dan minumannya juga sesuai dengan selera Kinan.
Saat Kinan datang ternyata Nana sudah terlebih dulu datang.
"Kinan, sini!" Nana melambaikan tangannya.
"Nana, kangen deh," Kinan memeluk Nana.
__ADS_1
"Aku juga kangen. Ayo, mau pesan apa? Maaf tadi aku sudah pesan duluan."
"Nggak apa-apalah," Kinan lalu memesan secangkir kopi dan kudapan.
"Na, gimana keadaan kantor? Ada gosip nggak?" tanya Kinan.
"Kamu pikir apa yang terjadi sih? Kantor ya baik-baik aja tambah maju malah. Keuntungan perusahaan meningkat. Laporan semua beres. Tugas-tugasmu di kantor teratasi dengan baik ..."
"Eh bukan itu maksudku! Kalau itu aku sama sekali nggak tertarik hehe ... Yang aku maksud ada gosip nggak tentang temen-temen kita?" Kinan gemas karena Nana pura-pura tidak mengerti maksudnya.
"Haha kirain ... Kalau temen-temen kita belum ada gosip terbaru sih. Tapi ada gosip tentang Bos kita."
"Gosip apaan?"
"Tau nggak, kemarin sekitar dua atau tiga kali ya aku lupa. Mantan pacar Bos datang terus ke kantor," kata Nana.
"Apa? Oh ya?" Kinan kaget.
"Ih beneran. Katanya sih namanya Nathasya. Katanya lagi, dulu Bos hampir bertunangan dengan Nathasya ini. Tapi nggak tau kenapa terus gagal."
Nathasya? Oh iya ku inget. Dia kan Nathasya yang aku pernah ketemu di acara tahun baruan itu?
"Oh ya? Terus untuk apa ya kira-kira Nathasya datang ke kantor?" Kinan makin penasaran.
"Ya kalau itu aku nggak tau lah Kinan ... Kan kalau Nathasya datang langsung masuk ke ruangnya Bos. Lama lagi disana. Mungkin sejam ada kali."
"Uusan bisnis mungkin?" Kinan berusaha berpikir positif.
"Mungkin ya? Tapi kata Pak Jimmy sih, Bos dan Nathasya balikan lagi."
"Apa?!" Kinan serasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Oh .. Pantas aja seminggu ini Kak Ardi nggak telpon aku. Ternyata? Kalau dia mau balikan sama Nathasya kan harusnya putusin aku dulu? Aku harus buktikan dulu besok di kantor bagaimana sikapnya ke aku.
" Kin ... Kinan ... Kamu kenapa? Kok bengong?" Nana bingung melihat Kinan.
"Eh kenapa Na?"
"Kamu kok malah melamun? Ada apa Kin?"
__ADS_1
"Hehe nggak apa-apa kok. Aku baru inget kalau oleh-oleh buat kamu ketinggalan. Besok aja aku bawain ya sekalian buat temen-temen yang lain," untung saja aku dapat alasan. Fiuh ...