
Kinan menghabiskan makanannya sendiri sementara Ardi sabar menunggu Kinan selesai.
"Ah kenyangnya ... Sebentar ya Kak aku membereskan ini dulu. Kak Ardi mau minum apa?" tanya Kinan.
Kinan berusaha sesantai mungkin menghadapi saat ini. Kinan berusaha menguatkan hatinya. Jika memang harus putus dengan Ardi ya sudahlah.
Yang penting Kinan tidak mau menangis di hadapan Ardi. Dia harus menjaga harga dirinya didepan Ardi.
"Nggak usah Kin. Aku habis minum kopi tadi. Ayo kita bicara saja," kata Ardi yang terlihat sangat tenang.
"Oke," saut Kinan sambil membereskan bungkus makanannya.
"Oke, katakan ada perlu apa Kak Ardi kesini?" tanya Kinan.
"Kinan, sebelumnya aku benar-benar minta maaf padamu karena sejak pulang dari pulau B aku tidak menghubungimu," kata Ardi.
"Oke aku maafkan. Ada lagi?"
"Kinan, aku tahu kamu marah. Sejak saat masuk ke kantor sepulang kamu liburan, Nathasya selalu datang ke kantor."
"Benar aku marah dan bingung dengan apa yang sudah terjadi. Tapi aku rela jika Kak Ardi lebih memilih Nathasya daripada aku. Karena jika Kak Ardi ingin segera menikah, aku memang belum siap. Bukankah Kak Ardi ingin cepat-cepat menikah?"
"Kinan, maafkan aku. Sebenarnya akhir-akhir ini Nathasya selalu mendekatiku. Dia ingin pacaran lagi denganku. Aku sudah berkali-kali menolaknya tapi dia malah datang ke kantor."
__ADS_1
"Benarkah?"
"Kinan, tolong percayalah padaku! Tapi aku sudah salah memperkirakan reaksimu. Kukira kamu bakal cemburu dan marah-marah sama aku, tapi seminggu aku tunggu ternyata aku malah melihatmu mundur dan tidak menghubungiku sama sekali. Sebenarnya kamu benar cinta nggak sih sama aku?" tanya Ardi.
"Loh ... Kok malah aku yang merasa terpojok disini ya? Terus terang dengan melihat keadaan dan tampaknya Kak Ardi memang sudah pacaran lagi dengan Nathasya ya sudah aku relakan. Untuk apa aku marah-marah kalau memang hati Kak Ardi sudah bukan milikku."
"Kin, aku tidak pacaran dengan Nathasya! Maaf, aku terlalu berlebihan menghadapi situasi ini. Aku hanya cinta kamu Kinan. Kita baikan lagi ya," Ardi berkata tulus.
*En*ak aja! Kamu kira aku bakalan langsung percaya? Tidak semudah itu Rudolfo! Eh Kak Ardi!
"Tapi sekarang kok aku nggak percaya sama Kak Ardi lagi ya? Kayaknya Kak Ardi sengaja mempermainkan perasaanku. Aku bukan anak kecil. Kak Ardi kira akan mudah membohongiku ya?"
"Kinan, apa yang bisa membuatmu percaya kalau aku benar-benar cinta kamu?" tanya Ardi lesu.
"Kak Ardi ingat kemarin saat ulang tahun pernikahan Pak Ronald? Nathasya bilang supaya aku menjauhi Kak Ardi karena Kak Ardi bilang sudah putus denganku dan sekarang pacaran dengan Nathasya."
"Ah enggak ah, aku nggak mau. Jangan-jangan nanti dia mengelak tidak mau mengaku."
"Kalau kamu ingin pembuktian ya ayo kita sama-sama temui dia. Aku nggak mau masih ada kesalahpahaman lagi soal Nathasya. Bagaimana?"
Kinan hanya diam saja. Dia berpikir, menimbang baik buruknya jika harus berkonfrontasi dengan Nathasya.
Kinan tidak suka keributan, apalagi masalah cowok seperti ini.
__ADS_1
"Kinan ... Kita harus temui Nathasya supaya semua jelas. Oke? Aku ingin membuktikan kalau aku benar-benar hanya cinta ke kamu!" Ardi menggenggam tangan Kinan.
"Baiklah. Kita temui Nathasya sekarang. Tapi sebenarnya aku tidak suka berkonfrontasi dengannya."
"Semoga saja Nathasya menyambut kedatangan kita dengan baik," saut Ardi.
"Tunggu sebentar aku ganti baju dulu," kata Kinan sambil berlalu dan masuk ke kamarnya.
Aku nggak percaya jika harus bertemu Nathasya. Tapi aku juga nggak percaya dengan Kak Ardi. Ah entahlah, aku lihat aja nanti bagaimana.
"Kak Ardi tahu dimana Nathasya tinggal?" tanya Kinan saat mereka sudah didalam mobil.
Kenapa aku tanya pertanyaan bodoh sih ... Ya jelas Kak Ardi pasti tahu, kan beberapa waktu ini mereka selalu berdua ...
"Iya, tahu. Nggak jauh kok, mungkin lima belas menit lagi kita sudah sampai. Tuh gedung apartemen depan itu tempat Nathasya tinggal," kata Ardi.
Wow ternyata Nathasya tinggal di apartemen mewah.
Ardi menghentikan mobilnya di tempat parkir.
"Yuk kita turun. Semoga Nathasya mau kerjasama dan mengatakan sejujurnya supaya hubungan kita kembali seperti dulu," Ardi berkata sambil memandang mata Kinan.
Saat Kinan membuka pintu mobil, Ardi menahannya.
__ADS_1
"Kinan, tunggu dulu! Kalau nanti Nathasya mengatakan tidak berpacaran denganku, kamu mau memaafkan dan menerima aku lagi kan?" tanya Ardi.
"Aku belum tau Kak ... Rasanya sulit untuk mempercayaimu lagi."