
Makanan dan minuman dihidangkan pelayan.
Kinan mengambil makanan pesanannya dan langsung makan.
Kinan tidak memperhatikan sekelilingnya. Dia tidak menyadari jika sedari Kinan datang, Ardi terus memperhatikan dirinya.
"Kinan, aku nggak menyangka lho kalau ternyata kamu salah satu karyawan Ardi," kata Nathasya sambil meminum jus jeruk.
Kinan hanya tersenyum dan kembali menikmati makan siangnya.
Selesai makan Kinan memberanikan dirinya untuk melihat wajah Ardi dan ternyata saat itupun Ardi melihat Kinan. Untuk sesaat lamanya waktu seakan berhenti.
Mereka berdua hanya saling berpandangan tanpa tahu apa yang ada dipikirannya masing-masing.
"Bagaimana menurut kalian rasa makanan disini?" tanya Nathasya pada semuanya.
Mendengar Nathasya bicara membuat Kinan mengalihkan pandangannya.
"Enak sekali kok Kak," Nana dan Mitha menjawab sopan.
"Lain kali kita makan bersama lagi ya," Nathasya menawarkan.
"Wow senang sekali. Nggak sabar lho menunggu undangannya," saut Alex.
Sial! Aku udah nggak tahan ada disini. Aku harus segera pergi dari situasi ini.
__ADS_1
"Ehm Kak Nathasya, terima kasih sekali sudah mentraktir kami makan siang yang sangat enak. Tapi kami mau balik ke kantor dulu karena jam istirahat sudah hampir selesai," kata Kinan.
"Oke, senang rasanya bisa makan bersama kalian," Nathasya tampak senang sekali.
Kinan, Mitha, Nana, dan Alex segera pamit pada Ardi dan Nathasya untuk kembali lagi ke kantor.
Leganya ... Akhirnya bisa terbebas juga dari mereka. Tapi kenapa ya semenjak aku datang sampai pergi dari resto itu Kak Ardi sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Mungkin dia udah nggak mau lihat aku kali' ya? Aneh ... Harusnya kan aku yang minta penjelasan dia, kok ini malah kesannya aku yang salah.
Kinan terus melangkahkan kakinya menuju kantor mengikuti teman-temannya. Dia asyik dengan pikirannya sendiri dan tidak mendengarkan obrolan teman-temannya.
"Kin.... Kinan!" panggil Mitha.
"Eh iya kenapa Mbak Mitha?" Kinan gelagapan kaget.
"Ih melamun aja nih kamu. Tadi itu lho makanannya enak ya, kapan-kapan kita makan disana lagi yuk. Kan Alex masih hutang traktiran sama kita haha," kata Mitha.
"Ya nggak bisa dong Lex ... Kan tadi yang bayar Nathasya," saut Nana tidak mau kalah.
Kinan hanya mendengarkan perdebatan teman-temannya.
"Oke oke ... Minggu depan deh aku traktir makan disana," kata Alex akhirnya.
"Nah gitu dong ... Eh Alex, kamu tadi memperhatikan nggak? Ternyata Nathasya itu cantik dan baik ya. Nggak salah Pak Bos memilih dia," kata Nana.
"Iya, cantik dan halus orangnya," Mitha menyetujui.
__ADS_1
"Sukanya kok menggosipkan orang sih. Aku nggak ikut-ikutan ya," Alex hanya menggelengkan kepalanya.
"Kinan, menurutmu Nathasya gimana?" tanya Nana.
"Iya cantik banget," Kinan memaksakan senyumnya.
Sampai di kantor Kinan langsung duduk di meja kerjanya
Kenapa hatiku jadi tambah sedih gini sih ... Rasanya pengen cepet-cepet pulang dan aku bisa nangis sepuasnya. Apalagi ternyata Nana dan mbak Mitha juga memuji Nathasya yang ternyata baik orangnya. Aku jadi tambah sedih. Tapi bukankah Nana dan Mbak Mitha juga nggak tau hubunganku dengan Kak Ardi selama ini? Jadi mereka juga nggak salah kan ... sial!! Kenapa mataku rasanya panas gini sih ...
"Kinan, malam ini kamu datang kan?" Alex datang menghampiri mejanya.
"Datang kemana Lex?"
"Kamu lupa? Kan malam ini kita semua diundang ke ulang tahun pernikahan perak Pak Ronald," kata Alex. Pak Ronald adalah kepala bagian kantor.
"Oh iya, aku bener-bener lupa. Kamu datang?" tanya Kinan.
"Pastilah. Nana dan Mitha juga datang. Kamu datangkan?"
"Iya deh aku datang."
"Mau aku jemput? Biar kita bisa datang bersama?" ajak Alex.
"Nggak usah lah, nanti malah merepotkan kamu. Aku bisa datang sendiri kok."
__ADS_1
"Oke lah," Alex meninggalkan meja Kinan.
Undangan lagi. Pasti nanti malam bakalan ketemu Kak Ardi. Tapi semoga saja Kak Ardi datang sendirian tidak bersama Nathasya. Aku akan sedih kalau tiap kali melihat mereka bersama.