Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Tahun Baru Part 1


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak acara gathering perusahaan.


Sore ini Kinan sedang menikmati secangkir kopi bersama teman-temannya. Ada Mitha, Nana, dan Alex.


Mereka membahas tentang acara tahun baru besok.


Mitha menghabiskan saat tahun baru dengan suami dan keluarganya. Nana dan pacarnya bertahun baruan di villa yang telah disewa bersama teman-temannya. Alex adalah salah satu teman pacar Nana, jadi Alex ikut juga ke villa.


"Ayolah Kin, ikut kita aja tahun baruan ke villa dari pada kamu sendirian di apartemen. Acaranya cuma barbeque doang kok," ajak Alex.


Sejak seminggu yang lalu Alex sudah terus membujuk Kinan tapi Kinan belum mau ikut.


"Alex ... Maaf ya, kan aku sudah bilang kalau ikut aku bakalan tidak nyaman karena aku hanya mengenalmu dan Nana. Lagi pula aku hanya ingin sendirian. Badanku rasanya capek, jadi paling aku tidur aja di rumah," Kinan menolak Alex dengan halus.


Kinan juga terus menolak ajakan Derryl untuk menghabiskan malam tahun baru dengannya. Susah payah Kinan mencari alasan sampai akhirnya Derryl menyerah.


Dan saat ini Kinan teringat perintah Ardi saat di kantornya tadi siang.


"Kinan, besok malam tahun baru jam 6 sore saya akan menjemputmu! Kalau kamu ada acara batalkan saja!" perintah Ardi seenaknya.


"Memang kita mau kemana Pak?" tanya Kinan.


"Kita akan menghadiri perayaan malam tahun baru di hotel X dengan kolega perusahaan."

__ADS_1


"Hotel? Terima kasih tidak usah Pak," Kinan menolak sambil tangannya memegang dadanya.


Telunjuk tangan Ardi menempel di dahi Kinan. "Hei ... Memang apa yang sedang kamu pikirkan!!! Ini tugas kantor. Hitung saja sebagai lembur."


"Baik Pak Ardi. Saya siap. Saya tinggal di apartemen Z," jawab Kinan.


"Tapi kamu rahasiakan tentang acara besok ya. Saya tidak mau ada gosip-gosip tidak jelas di kantor," ancam Ardi.


"Baik Pak."


Dan sekarang Kinan tidak bisa menceritakan tentang acaranya malam tahun baru besok


dengan Ardi kepada teman-temannya.


Semenjak sore Kinan sudah bersiap-siap. Dia memilih baju pesta yang sederhana namun elegan berwarna pink lembut.


Gaun itu memancarkan kecantikannya yang natural. Riasan wajahnya hanya tipis-tipis saja.


Pukul 6 sore tepat, Ardi menelpon menyuruh Kinan agar turun ke tempat parkir. Kinan pun secepat kilat meninggalkan apartemennya.


Loh ... Mana Jimmy Sang Asisten setia??? Tumben kok nggak kelihatan batang hidungnya?


"Kita hanya berdua saja Pak? Biasanya kan ada Pak Jimmy juga kan?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Kita berdua saja. Kenapa? Kamu takut akan saya apa-apakan?" Ardi tersenyum mengejek.


"Hahaha ... Enggak kok Pak. Pak Ardi bercanda saja," Kinan berkata sambil melirik Ardi yang konsentrasi menyetir mobilnya.


Sesampainya di hotel X, mereka berdua turun.


"Ingat, jika ada temanku yang bertanya tentang kamu jangan bilang kalau kamu adalah pegawaiku! Katakan saja kamu adik kelas saat kita kuliah dulu. Oke?" perintah Ardi.


"Siap Pak!"


"Siap ... Siap ... Kamu sudah kayak tentara saja. Jangan panggil Pak, kedengarannya aneh nanti. Untuk malam ini panggil 'Kak'. Ingat ya!"


"Siap Pak. Eh Kak," Kinan menjawab kikuk.


Rasanya aneh memanggil Ardi dengan sebutan 'Kak'.


Saat di dalam pesta, ternyata banyak sekali tamu yang hadir. Kebanyakan memang kolega Ardi. Tapi ada juga beberapa orang terkenal seperti pejabat, artis maupun publik figur lainnya.


Ardi meninggalkan Kinan sendirian karena harus berdiskusi dengan koleganya.


Kinan asyik memilih makanan lezat yang terhidang. Perutnya memang dari tadi menjerit minta diisi.


Ya ampun ... Bikankah itu Derryl? Bagaimana ini? Kenapa juga mesti ketemu disini sih?

__ADS_1


__ADS_2