Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Sepi


__ADS_3

Paginya, Kinan berangkat kerja seperti biasa. Dia tidak bisa mengantar Dewi dan Chelsea ke bandara karena harus bekerja. Maklumlah pegawai baru jadi tidak bisa seenaknya ijin.


"Maaf ya Dewi, Chelsea ... Aku nggak bisa mengantarkan kalian. Tahu sendiri kan? Sedih deh nggak ada yang nemenin lagi hiks hiks," Kinan memeluk Dewi dan Chelsea.


"Iya nggak apa-apa Kin ... Kamu jangan sedih ya, jangan merasa sepi. Video call kita aja biar kamu nggak merasa sendiri. Oke?" Dewi memeluk Kinan.


Pagi itu terasa mendung di hati mereka. Sebelum berpisah mereka berpelukan lama sekali.


Sebulan telah berlalu semenjak kedatangan Dewi dan Chelsea.


Kinan sudah mulai akrab dengan rekan-rekan kerjanya. Rata-rata mereka betah dan menikmati berkerja di perusahaan ini karena suasana kerja yang kondusif dan gajinya pun terbilang lebih dari cukup.


Selain dengan Mitha, Kinan juga mulai akrab dengan Alex dan Nana. Mereka sering makan siang bersama di kantin ataupun sering jalan bareng sepulang kerja.


Seperti sore ini sepulang kerja, Kinan, Nana, dan Alex berburu kedai kopi yang baru viral di daerah mereka.

__ADS_1


Sambil menikmati secangkir kopi, mereka asyik mengobrol.


"Kinan, boleh tahu nggak rumah kamu di mana? Sekali-sekali pengen main," ujar Alex.


"Aku sekarang tinggal sendiri di apartemen jadi janganlah main ke tempatku. Nggak enak dilihat tetangga hehehe,"Kinan coba menghindar.


Sebenarnya Kinan mulai tidak nyaman karena akhir-akhir ini kelihatan banget kalau Alex tertarik padanya.


Mulai perhatian dan ingin tahu tentang Kinan. Padahal Kinan mencoba sebisa mungkin untuk tidak menonjol diantara karyawan yang lain. Tahu sendiri kan apa motivasi Kinan kerja di kantor itu?


Rasanya takut juga membayangkan kalau teman-temannya tahu siapa Kinan sebenarnya. Bisa-bisa dia tidak punya teman sama sekali atau bahkan yang terburuk. Dimusuhi di kantornya.


Sepulang dari kedai kopi, Kinan langsung pulang ke apartemennya. Dia mandi, makan lalu bersantai tiduran di kamarnya.


JIka sedang sendiri seperti ini, Kinan mulai merasa sepi. Sebenarnya dia bisa saja jalan-jalan karena sekarang sudah punya banyak teman. Apalagi Derryl juga sudah tahu kalau sekarang Kinan tinggal di kota J.

__ADS_1


Derryl beberapa kali mengajak Kinan untuk bertemu, tapi Kinan menghindar terus. Sebenarnya Kinan malas saja berteman dengan mantan pacar. Karena selain dia sudah move on, dia juga tidak ingin membuka luka lama.


Kinan dulu sempat berpacaran dengan Derryl sekitar 1,5 tahun. Setahun pertama sih hubungannya baik-baik saja, tapi kemudian mereka sering bertengkar.


Terutama Derryl sangat cemburuan dan Kinan bingung harus menjelaskan dan bersikap.


Sampai akhirnya Kinan sudah tidak tahan dan Kinan dululah yang memutuskan hubungan mereka. Itu terjadi sekitar 6 bulan yang lalu.


Bagi Kinan, berpacaran dengan Derryl rasanya melelahkan. Makanya sekarang kalau Derryl ingin mendekatinya lagi, Kinan sudah malas. Takut kejadian yang dulu terulang lagi.


Sekarang mending membayangkan Bos aneh, galak, plus jutek tapi keren banget hehehe ...


Daripada inget mantan yang nggak jelas.


Kayaknya Pak Bos orangnya baik sih tapi kenapa ya kelakuannya aneh. Sering banget menyuruh aku duduk diam doang nggak ngapa-ngapain di ruangannya. Anehkan??? Emang nggak ada kerjaan yang lain apa? Cuma disuruh lihat wajah gantengnya seharian??? Nggak habis pikir deh ...

__ADS_1


Begitulah Kinan terus melamunkan bosnya sampai tidak terasa malam semakin larut dan diapun tertidur lelap.


__ADS_2