
"Papa, lama nggak ketemu ... Kangen deh," Kinan langsung memeluk papanya.
Malam ini Kinan, Ardi, Dewi, dan Chelsea datang memenuhi undangan Papa Mama Kinan untuk makan malam bersama.
"Anak papa tambah cantik saja."
"Iya dong ... Hehe. Oiya Pa, kenalkan ini temen Kinan."
"Selamat malam Om ... Tante Ratna, perkenalkan nama saya Ardi," Ardi memperkenalkan dirinya saat memenuhi undangan makan malam Pak Bayu Prayuda, Papa Kinan.
"Halo nak Ardi, panggil saja Om Bayu. Ayo kita langsung saja ke meja makan sambil mengobrol disana. Sudah pada lapar kan?"
Semua sangat menikmati makan malam ini. Suasana hangat dan menyenangkan.
"Nak Ardi, ayo tambah lagi ikannya bakarnya. Ini Tante sendiri lho yang masak," Mama menawarkan.
"Terima kasih Tante, semua makanannya enak sekali," Ardi sampai kekenyangan.
"Dewi, bagaimana kabar Papa Mamamu? Sehat kan?" tanya Mama.
__ADS_1
"Sehat semua kok Tante," saut Dewi.
"Chelsea, Mamamu baru saja telpon Tante."
"Iya Tante, maaf ada titipan dari Mama tapi tadi kelupaan bawa kesini."
"Nggak apa-apa kok Chelsea, besok saja kan bisa."
Mama Ratna dan Mama Chelsea memang bersahabat dari kuliah dulu.
Selesai makan malam, Papa Mama mengajak Ardi dan Kinan untuk mengobrol. Sedangkan Dewi dan Chelsea pergi jalan-jalan di sekitar taman. Mereka menyingkir sejenak karena tidak mau mengganggu.
"Saya atasan Kinan di kantor. Papa saya pemilik perusahaan, tapi sayalah sekarang yang menjalankannya karena Papa mulai pensiun beberapa bulan lalu," Ardi menjawab sejujurnya.
"Ehm, begitu. Terus bagaimana hubunganmu dengan Kinan saat ini?"
"Ih ... Papa ini kok kayak wawancara kerja aja sih," Kinan protes.
"Loh ... Apa salahnya mengenal teman anak-anak papa?"
__ADS_1
"Nggak masalah kok Om ... Dekarang ini saya dan Kinan memang menjalin hubungan spesial, pacaran begitu. Tapi saya merasa sudah cocok dengan Kinan. Jadi saya mohon ijin untuk diperbolehkan menikahi Kinan."
"Apa!!! Loh ... Kak Ardi kok nggak bilang ke aku dulu sih? Aku nggak mau kalau menikah sekarang!" Kinan yang kaget langsung bereaksi.
"Kinan, kita nggak menikah sekarang. Aku kan hanya minta ijin dulu."
Papa mama malah tersenyum geli melihat pertengkaran Kinan dan Ardi.
"Begini Ardi, Om dan Tante sangat senang jika Ardi serius dengan Kinan. Malah kalau mau menikah, Om setuju saja biar Kinan dewasa. Tapi itu semua saya serahkan keputusannya pada Kinan, karena yang akan menjalani Kinan. Tidak baik kan jika dipaksakan?"
Untung aja papa bijak. Aku ini baru 21 tahun ... Masa' udah nikah? Aku belum menikmati masa mudaku. Kalau menikah sekarang nanti yang ada malah disuruh melayani suami, ini itu nggak boleh. Cinta sih cinta tapi nggak sekarang juga kali' nikahnya. Mungkin lima tahun lagi aja ... Hehe ...
Kinan membatin dalam hati. Bersyukur Papanya orang yang demokratis, menyerahkan keputusan padanya.
"Om Bayu, Tante Ratna, saya sudah sangat berterima kasih sudah diberi ijin untuk menjalin hubungan dengan Kinan. Semoga kami berpacaran tidak terlalu lama jadi bisa segera menikah," kata Ardi.
"Pa ... Ma ... Kinan memang belum ingin menikah dalam waktu dekat ini. Kinan masih ingin melanjutkan kuliah S2 dan bekerja dulu. Kinan sangat berterima kasih Papa Mama membebaskan Kinan untuk memilih."
"Tentu saja Kin, lakukan apapun keinginanmu selama itu baik dan positif untuk hidupmu. Bagi Papa Mama, yang terpenting adalah kebahagiaanmu," Mama berkata sambil memeluk Kinan.
__ADS_1
Awas ya Kak Ardi ... Aku marah ah sama kamu. Nggak diskusi dulu sama aku malah seenaknya minta ijin nikah segala. Awas aja ya!!!