Janji Di Ujung Mimpi

Janji Di Ujung Mimpi
Gathering


__ADS_3

Pagi-pagi Kinan sudah ada di kantornya, karena hari ini gathering perusahaan diadakan. Kinan sudah sibuk ikut menyiapkan segala keperluan acara.


Semua karyawan diharuskan naik bus yang sudah disediakan perusahaan. Tidak boleh ada yang membawa kendaraan pribadi. Kecuali tentu saja Pak Adi, Sang Bos. Tidak mungkin kan dia akan ikut naik bus bersama karyawan.


Kinan sudah duduk manis di dalam bus. Sebelahnya masih kosong.


"Boleh saya duduk disini?" tanya Ardi mengagetkan Kinan.


"Ten ... tentu saja boleh Pak. Silahkan," gelagapan Kinan menjawab.


Kenapa bisa ikut duduk di bus sih? Katanya kan Pak Ardi biasa bawa mobil sendiri? Dimana sih si Nana? Bukannya dia yang harusnya disebelahku?


Huufff ... Dua jam perjalanan bakal bikin aku gak nyaman nih ... Pak Jimmy kok nggak kelihatan ya? Biasanyakan dia nempel terus kayak perangko sama Pak Ardi ...


Kinan terus menggerutu dalam hati.


Bus mulai berangkat menuju hutan kota.


"Kamu kok melamun terus? Nggak suka ya saya duduk di sebelah kamu? Saya bisa pindah kok," kata Ardi santai.

__ADS_1


"Ya enggaklah Pak ... Mana mungkin saya nggak suka?"


Huh ... Nggak suka banget tau' sebel!!!


Kinan kembali terdiam. Dia juga bingung mau ngomong apa ke Ardi. Suasana jadi terasa kaku.


"Minggu depan kan sudah tahun baru. Kamu ada acara apa?" tanya Ardi.


"Besok saya belum punya rencana apa-apa Pak. Biasanya sih kalo tahun baru di rumah saya di kota S, selalu mengadakan acara bareng keluarga dan sahabat. Ya ... Kayak barbeque gitu."


"Terus kenapa tahun baru besok kamu nggak ikut?" tanya Ardi penasaran.


Ya jelas karena aku nggak bisa cuti lahhh ... Gitu masih nanya!!!


"Oh gitu ya ... Kamu asli dari kota S?" tanya Ardi lagi.


"Iya Pak. Sebenarnya saya suka tinggal di kota saya, tapi bagaimana pun kan saya harus dewasa dan belajar mandiri. Jadi disinilah saya sekarang," Kinan senyum-senyum menjawab.


Dan begitulah, sepanjang perjalanan mereka berdua mengobrol layaknya teman bukan sebagai bos dan bawahannya.

__ADS_1


Karyawan lain yang satu bus dengan Kinan merasa heran. Karena bagaimana mungkin Pak Ardi ikut naik bus. Melihat keakraban antara Kinan dan Pak Ardi, mereka juga bingung.


Jimmy terlihat duduk di bangku belakang bus mengawasi bosnya dan Kinan.


Dua jam kemudian ...


Acara gathering berjalan dengan lancar. Semua peserta mengikuti dengan gembira.


Saat makan siang, Ardi memanggil Kinan untuk menemaninya makan. Ardi merasa nyaman berada dekat dengan Kinan.


Saat ini pun, Kinan juga merasa nyaman ada dekat Ardi. Kinan merasa Ardi orang yang ramah dan menyenangkan.


Anggapan Kinan yang dulu bahwa Ardi orang yang galak, sinis, dan arogan pupus sudah.


Selama makan siang, Kinan dan Ardi terlihat mengobrol santai. Sampai acara selesai, mereka berdua terlihat bersama. Bukan berdua sih sebenarnya, karena tidak jauh dari Ardi pasti ada sang asisten setia yang selalu ada dekat mereka.


Kinan tidak perduli dengan pandangan dan lirikan aneh karyawan lain. Karena dimata orang-orang, Ardi memang bos yang sulit untuk didekati.


Saat perjalanan pulang, Kinan merasa mengantuk karena lelah. Diapun tertidur. Dan tak sengaja kepala Kinan menyandar di pundak Ardi.

__ADS_1


Kinan saat tidur imut juga ... Kepalanya kenapa bisa menyandar di pundakku?


Ardi memegang dadanya, jantungnya serasa dag dig dug.


__ADS_2