Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 1


__ADS_3

Pagi ini kelas tadinya ramai seperti biasa seketika hening karena tiba-tiba ada kedatangan dosen baru. Pria itu tampan sekali bahkan banyak mahasiswi-mahasiswi yang melongo tak percaya akan kedatangan dosen ganteng di kampusnya.


"Wah, Siapa dia tampan sekali?" ucap mahasiswi yang lain.


"Iya benar sangat tampan sekal, yah" sahut mahasiswi lainnya.


Seketika suasana kelas hening. Karena dosen tersebut telah datang masuk kelas.


Tak... Tak... Tak...


"Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Tristan Wiguna Putra, saya di sini dosen baru menggantikan ibu Wina yang sedang cuti melahirkan, salam kenal semuanya" sapa Tristan dengan tersenyum. Tak heran senyumnya itu bisa meruntuhkan hati banyak wanita termasuk ibu-ibu yang mencari calon menantu anak gadisnya.


Riuh seluruh mahasiswi di kelas karena banyak yang terpesona dengan ketampanan dosen baru di kelas mereka. Tristan adalah dosen baru di perguruan tinggi swasta, ia berumur 30 tahun memiliki wajah yang tampan dan rupawan, perawakannya pun juga memiliki tubuh tinggi dan atletis.


"Sa, kamu lihat deh. Dosen ganteng ini gemes banget aku pengen banget jadi istrinya walaupun yang kedua pun aku juga mau." bisik Mita dengan wajah sambil berkhayal seperti jatuh cinta dengan pria itu. Sedangkan orang yang di ajak ngobrol, gadis itu sedang asyik mendengarkan earphone, dia adalah Salsabila Maura. Gadis cantik mahasiswi tingkat lima berusia 20 tahun.


"Apaan sih mit! Kamu itu berisik babger! Ganggu saja orang lagi enak dengerin musik." ucap Salsa dengan mata melirik sinis pada sahabatnya.


"Kamu lihat itu di depan, lagian juga kelas sudah mulai kali, Sa!" bisik Mita kesal sambil menepuk lengan Salsa berkali-kali.


"Auwh! Sakit Mita tangan mu itu kasar sekali seperti mencubit aku!" balas Salsa dengan kesal. Kemudian mata gadis itu melihat ke arah depan pada dosen yang sedang berbicara.


"Sa, serius tampan sekali kan, dia?" ucap Mita dengan mata berbinar-binar.


"Biasa saja, apa yang terlihat tampan?" ucap Salsa dengan tatapan datar.


Mita hanya mendengus kesal mendengar sahabatnya yang terbilang sangat cuek jika ada pria, entah itu tampan atau pria biasa saja. Tapi tidak mau pusing biarkanlah temannya seperti itu, lebih baik ia menatap ke depan saja melihat dosen tampannya lagi sambil menopang dagunya pada kedua tangannya di meja.


"Sepertinya kau punya kelainan Salsa? kau tidak bisa membedakan pria tampan atau tidak. Pantas saja sampai sekarang kamu masih tidak punya pacar."


Salsa masih saja cuek, ia tidak menghiraukan ucapan sahabatnya. Gadis itu memang sebenarnya paling malas memikirkan seorang pria. Apalagi sampai memiliki hubungan. Karena dirinya dulu pernah putus dana seorang pria. Maka dari itu ia lebih baik seperti ini, ia yakin jodoh tidak akan kemana lagi pula dirinya juga masih muda.


"Anak-anak semua kumpulkan tugas yang kemarin diberikan oleh ibu Wina sekarang dan simpan di atas meja saya." instruksi Tristan pada seluruh mahasiswa.


"Baik pak." jawab kompak seluruh mahasiswa.


"Astaga Mita, tugas aku ketinggalan lagi di kamar." bisik Salsa sambil mengecek isi dalam tasnya.


"Kau lupa bawa apa tidak dikerjain tugas bu Wina, kebiasaan kamu kan seperti itu kalau ada tugas mata kuliah dari bu Wina ada aja alasannya." ucap Mita.


"Sepertinya keduanya sih, Mita!.. habisnya aku kadang kesal dengan dosen mata kuliah lbu Wina kalau memberi tugas pasti tidak kira-kira " kesal Salsa mengingatnya.

__ADS_1


Mita hanya menghela nafas saja, mendengar keluhan sahabatnya itu. Namun tiba-tiba terdengar suara bariton dari depan kelas yang ternyata dosennya sendiri


"Kalian yang berada di pojok belakang! Sepertinya sedang mengobrol serius kalau saya lihat? Dari tadi mana tugas kalian yang saya minta?" ucap Tristan tegas. Tristan menunjuk tangan ke arah Salsa yang nampak gugup.


"Hmm. Mohon maaf pak, tugas nya sungguh ketinggalan di rumah." ucap salsa gugup sambil menunduk kepalanya.


"Siapa nama kamu?" tanya Tristan.


Salsa kembali menatap dosennya karena ia di tanya.


"Emh, nama saya Salsa pak, Salsa Maura." jawab Salsa dengan tersenyum manis.


"Baiklah, Silahkan kau keluar dari ruangan saya." titah Tristan datar


"Apa?!" Salsa terlonjak kaget mendengarnya.



"Saya juga tidak ada toleransi kepada yang lain apabila yang lain tidak ada yang masih membawa tugas" instruksi Tristan kepada seluruh mahasiswa.


"Sial! baru jadi dosen sehari disini saja, gayanya sok kuasa" batin Salsa dengan mulut mencebik kesal.


"Nanti setelah saya mengajar kelas disini kamu ke ruangan saya Salsa!" ucap Tristan tegas



Salsa berhenti dan menoleh pada dosennya.


"Baik pak!" sahut Salsa.


Salsa pun pergi menuju kantin, karena kesal dia memesan minuman untuk menghilangkan haus juga sekedar duduk-duduk saja, agar ia tidak bosan berlama-lama di luar kelas.


🍃🍃🍃


Dua jam kemudian, Salsa menunggu di kantin hingga ia sampai ketiduran di sana.


"Astaga, aku lupa hari ini aku di suruh ke ruangannya. Duh, gara-gara keenakan tidur disini aku sampai jadi lupa." gerutu Salsa kaget dari bangun nya, ia langsung mengucek-ucek matanya agar tak terlihat mata habis tidur. Kebiasaan Salsa, kadang-kadang ia suka kesiangan karenai habis nonton drakor sampai pagi.


Salsa pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke ruangan dosen pak Tristan.


"Dimana yah ruangannya?" gumamnya sambil jalan di koridor kampus.

__ADS_1


Salsa pun berhenti di depan suatu ruangan melihat ada bapak dosen lama berada di hadapannya.


"Permisi pak maaf, ruangan dosen bapak Tristan berada dimana, ya pak?" tanya Salsa.


"Salsa, kau ini ruangan Pak Tristan berada di tempat ibi Wina. Kan, dia gantikan bu Wina, otomatis ruanganya juga sama." jelas pak Dadang. Sebelumnya ia mengarahkan jari telunjuk ke arah pintu tersebut.


"Oh iya, sekali lagi saya minta maaf Pak. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, ya Pak. ucap Salsa dengan tersenyum sambil menundukkan kepalanya.


"Salsa, Kau ini pelupa sekali." ucao Salsa sambil memukul pelan kepalanya. Ia pun jakan menuju ruangan itu


Ketika sudah sampai di depan pintu ruangan pak Tristan, Salsa menghela nafas pelan dan ia mengetuk pintu.


Tok..tok..tok..


"Masuk"


Terdengar suara datar dari dosennya itu. Salsa oun dengan gugup memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


"Permisi pak maaf ini saya Salsa pak, Apa boleh saya masuk?"


"Masuk silahkan.." ucap Tristan dari dalam ruangan.


Setelah mendengar jawaban dari pak dosen tersebut, kemudian ia masuk kedalam ruangan. Salsa berdiri berada didepan hadapan pak Tristan


Kreeeeg...( suara pintu telah dibuka )


"Silahkan duduk Salsa." ajak Tristan dengan tangan satu mempersilahkan.


"Baik pak terima kasih." jawab Salsa dengan anggukan


"Begini saya dapat pesan dari dosen kita ibu Wina, bahwa kamu sering sekali tidak mengumpulkan tugas dari beliau, apa alasan kamu sering tidak mengumpulkan tugas Salsa?" tanya Tristan dengan serius


"Maaf pak, saya ebenarnya agak sulit kalau mata kuliah yang mengajar dengan bu Wina" ucap Salsa beralasan, dalam hati ia malas dengan bu wina karena kerjaannya kasih tugas terus.


-


- Bersambung 🍃


( Sedang dalam proses revisi perbaikan, kalau isi cerita sama )


Mohon maaf sekali, bila saya buat novel banyak kata yang typo. Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2