
"Auuuuuwwh..." teriak Salsa kesakitan. Kemudian Salsa menatap tajam pada wanita itu sambil memegang pipinya yang sakit.
"Kenapa..?? Itu masih belum seberapa untuk kamu..!! ucap wanita itu dengan menatap tajam pada Salsa dan sudut bibirnya dinaikkan ke atas.
"Kau tahu..? kau lah yang sudah membuat anak saya mati karena kecelakaan..? bentak wanita itu dengan nafas yang memburu.
Deg....
Tiba-tiba jantung gadis itu berdebar kencang, karena di hadapannya sekarang adalah ibunya Aditya. Ia pun jadi merasa bersalah mengingat ucapan wanita itu. Tak terasa gadis itu pun matanya berkaca-kaca.
Melihat gadis itu seperti ingin menangis, wanita itu menyangkal gadis itu memang benar yang membuat anaknya meninggal.
"Kau mengakuinya kan..? Kalau kau sama seperti pembunuh...!! teriak Rita dengan raut wajah sangat marah.
Salsa mencoba menahan isak tangis, dengan mengatup mulutnya menggunakan satu tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya..
Hiks.....Hiks....
"Ponsel Aditya sudah diperiksa oleh pihak kepolisan, kaulah yang menghubungi lebih dulu saat anak saya berkendara.. dan kau lah juga yang menyuruh anak saya pergi menemui Tristan anak saya juga...!! ucap wanita itu dengan nada menekankan.
"Saya sudah tahu sedikit mengenai hubungan kalian bertiga, Apa kau tak punya urat malu memiliki hubungan dengan dua pria sekaligus..??"sindir Rita dengan mata menatap nyalang
"Awalnya saya hanya diam saja melihat kalian....tetapi hingga mendengar Aditya meninggal karena mu saya.... " ucap wanita terputus, karena Bela memanggilnya. Rita hanya menoleh saja ke belakang melihat Bela menghampirinya.
"Tante... kau sedang apa?? Aku mencari mu kemana-kemana..." panggil Bela menghampiri Rita. Bela memang habis melihat pemakaman Aditya bersama mama dan papa Tristan, tetapi melihat mama Tristan tiba-tiba tidak ada di tempat, ia pun mencarinya.
"Ahh.. ternyata ada orang yang sudah membuat kecelakaan Aditya.." sindir Bela sambil melirik sinis pada Salsa, saat sudah di samping Rita.
__ADS_1
Wanita itu tidak menggubris pertanyaan Bela sedari tadi, karena mood nya sudah terlanjur marah oleh gadis itu. Ia pun menatap tajam kembali wajah Salsa dan memberikan tamparan keras.
Plak......
"Auuuuuwwh....."
Hiks...Hiks....
"Sekali lagi ku peringatkan untuk mu, jauhi Tristan anakku lagi..!! dia akan menikahi Bela bukan gadis sepertimu...!! dan aku pun juga tak sudi punya mantu seperti dirimu..!! Sarkas Rita dengan raut wajah murka sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah wajah Salsa. Ia pun pergi meninggalkan mereka berdua di tempat.
Hiks....Hiks....Hiks....
Salsa menangis sesenggukan dengan mengatup mulutnya dengan satu tangan hingga ia pun duduk bersimpuh di jalan.
Hiks...Hiks....Hiks....
"Kau dengar sendiri kan jauhi Tristan.." bentak Bela dengan penekanan.
Salsa pun tak menggubris Bela, ia langsung meraih tasnya dari bangku taman dan ia pergi meninggalkan Bela sendiri dengan menahan isak tangis.
Tak...Tak...Tak....
Bela hanya menoleh ke belakang melihat gadis itu pergi.
"Dasar gadis penggoda..!!" gumam Bela dengan menatap tajam melihat Salsa sudah pergi menjauh.
__ADS_1
Bela pun ikut pergi juga meninggalkan taman itu, tetapi ia mendengar suara Tristan memanggil gadis itu. ia pun berhenti dan menoleh ke belakang.
"Salsa.... Salsaaaa...... " teriak Tristan. Pria itu tiba-tiba juga melihat Bela yang tak jauh dengan dirinya. Kemudian ia memanggil wanita itu.
"Belaaaa ...." panggil Tristan dengan nada tegas
"Dimana Salsa ...?? Kau pasti yang sudah membuat Salsa pergi dari tempat ini kan..?? sergah Tristan dengan menatap nyalang pada Bela
"Hah.. kau menuduhku..??" jawab Bela dengan santai.
Tristan pun hanya menatap tajam pada wanita di hadapannya.
"Lebih baik kau tanya sendiri saja dengan tante Rita.." jawab Bela dengan santai. Kemudian ia pergi meninggalkan jawaban yang membuat pria itu berpikir tanda tanya.
"Hahh... rasakan kau rasanya seperti di campakkan kan..?? senang sekali aku mengerjai dia.. ? gumam wanita itu dengan tersenyum smirk lalu ia melenggang pergi meninggalkan Tristan sendiri. Ia sengaja bersikap cuek pada Tristan, mengingat tempo hari ia di tampar oleh pria itu.
Tristan pun menatap tajam kepergian Bela hinga ia mengepal kuat tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞
__ADS_1