Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 22


__ADS_3

Hiruk pikuk para pengunjung memadati tempat bandara sore ini. Ada yang yg sibuk akan keberangkatan atau adapun yang menjemput kedatangan sanak saudaranya. Sama halnya dengan wanita cantik dengan tinggi semampai itu ia berdiri sambil memegang kopernya dengan perasaan yang gelisah, Ia sedang menunggu calon tunangannya agar menjemput wanita itu, tetapi yang di tunggu-tunggu tidak kunjung datang.


"kemana lagi Tristan aku udah nunggu lama banget, Aku telepon malah gak aktif..." gerutu Bela sambil menggenggam ponsel sembari mencoba menghubungi Tristan kembali. Ia sudah menunggu kurang lebih 30 menit di sana.


Tuuuuuuutt..... (Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif)


Sial.....!!! gerutu Bela sambil mematikan teleponnya


"Apa gue telepon Kevin aja ya..??" gumamnya


Tuttttttttt..... Bela mencoba menghubungi sekretarisnya


Telepon telah terhubung,


"Haloooo..." panggil Bela ketus


"Halo...nona Bela maaf saya telat memberikan info kepada anda, bahwa saya yang menggantikan untuk menjemput nona di bandara saat ini, maaf saya sedang terjebak macet nona...Sebentar lagi saya akan sampai" jelas Kevin


"Apaaaaa...... !!!" jawab Bela tersentak kaget karena mendengarnya


"iya nona, Maaf pak Tristan sedang tidak bisa menjemput nona, karena ada sedikit urusan penting. 10 menit lagi saya akan sampai ya nona, saya harap anda bisa menunggu sebentar... " jawab Kevin


"haaah, baiklah baiklah... saya akan tunggu kamu terima kasih Vin.."


"baik nona.. " jawab Kevin kemudian sambungan telah terputus.


"Arghhhhhh...... sial Tristan gak jemput gue, ada urusan apa lagi ga mau jemput gue, nanti gue akan bilangin ke papa" gerutu Bela sambil menghentakkan sepatunya..


Kemudian ia mendatangi cafe bandara dekat pemberhentian mobil untuk membeli minuman sekedar menghilangkan haus dan istirahat sejenak sembari menunggu kevin datang menjemput.


"Slurrrrpppppp...." Bela menikmati ice coffee vietnam kesukaannya sembari memainkan ponsel. Tak lama terdengar suara klakson mobil datang..


Tin...... tin..


Mobil kevin sudah datang

__ADS_1


"arghh... akhirnya datang juga" ucap Bela lega. ia langsung bergegas menghampiri mobil itu.


Kevin langsung menghampiri nona muda dan membantu membuka pintu


"nona maaf saya telat" ucap Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"iya gak apa-apa " balas Bela


"silahkan nona "ucap Kevin sambil membukakan pintunya untuk Bela


Setelah mereka berdua sudah di dalam mobil, kemudian mobil tersebut melaju jalan..


"maaf nona anda akan saya antar kemana" tanya kevin


"ke rumah papaku saja, Vin.. " jawab Bela. Kevin terkadang sudah biasa menjemput mantan istri Tristan ke kantor tapi berhubung mantan istri nya sudah tiada, ia mendapatkan amanah dari Bapak Damar agar bisa membantu kebutuhan apapun untuk Bela karena meraka dijodohkan..


"baik nona.." jawab Kevin, kemudian ia mengemudikan mobilnya ke arah kediaman Wijaya.


Didalam perjalanan suasana mobil hening...Bela mencoba mengawali percakapan dengan Kevin agar tidak bosan. Ia tahu sekretarisnya nya itu sangat diam sekali.


"Vin kamu tahu ada urusan penting apa Tristan sampai tidak menjemput ku..?? tanya Bela sambil menengok ke arah Kevin


"huufhtt... " dengus Bela


"ku dengar Tristan jadi dosen, kok bisa? ada apa ?? apa dia tidak mau urus perusahaan lagi..?" tanya Bela penasaran


"itu karena tuan ingin mencari kesibukan lain saja nona, dalam perusahaan tetap ia pantau seperti biasa.." jawab Kevin tersenyum


Bela hanya manggut-manggut saja..


"Boleh aku tahu kampus mana dia mengajar?" tanya Bela


"di Universitas Tunas Bangsa" jawab Kevin


"baik lah besok gue akan ke kampusnya" batin Bela

__ADS_1


"ok makasi infonya Vin.." balas Bela dengan senyum


"baik nona.."


Tak lama mobil mereka sudah sampai di kediaman Wijaya...


Bela kemudian bergegas membuka pintu mobil dan langsung menghampiri papanya di teras, kebetulan bapak Amar berada di depan teras sedang santai.


"Papaaaaa..." teriak Bela langsung menghambur ke pelukan Amar


🍃🍃🍃


Di lain tempat, dua orang muda mudi sedang asyik bercanda di dalam mobil hingga tak terasa mobil yang di laju sudah sampai di parkiran butik ternama.


"haaahh... akhirnya kita sampai juga ya kak.... gak terasa cepat banget padahal tadi macet banget loh jalanan.." Tanya Bela menengok ke arah Aditya sambil merentangkan tangannya.


"itu karena kita asyik ngobrol terus Sa, jadi waktu gak terasa.. " goda Aditya sambil mencolek hidung Salsa


"ihh kak pegang-pegang hidung mulu,


nih aku bales.... " balas Salsa smbil mencubit lengan kekar Aditya..


"Aaauuuwhhh.. sakit tau Sa.. cubitan kamu itu bener-bener " balas Aditya sambil mengelus lengannya..


"ihhh.. lebay kakak kaya diapain aja.." balas Salsa ejek. Ia pun langsung membuka pintu mobil...


"Waaaaahhhhhh.... gede banget nih butik.." ucap Salsa dengan mulut terbuka lebar


Aditya hanya tersenyum simpul, ia senang menyenangi gadisnya. Sekarang ia yang sudah berada di samping gadis itu. Aditya ingin mengerjai Salsa dengan menutup mulut gadis itu dengan tangannya.


"hmmmmp...." teriak Salsa sambil memegang tangan Aditya yang memegang mulutnya dan melirik tajam matanya ke arah Aditya


"biasa aja kali, mulut tuh tutupin nanti lalat masuk.." goda Aditya tersenyum kemudian ia melepaskan tangannya


"ih dasar nyebelin.." gerutu Salsa kesal

__ADS_1


"yuk ah masuk.. " ajak Aditya tersenyum, ia pun melenggang masuk ke dalam butik sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan meninggalkan Salsa sendiri.


"ih tunggu..." teriak Salsa kesal sambil berlarian pelan menghampiri Aditya


__ADS_2