Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 55 Kepergian Aditya


__ADS_3

Di dalam ruangan Emergency Rumah Sakit tesebut suasana nampak tegang. Para dokter dan perawat berusaha menyelamatkan pasien kecelakaan mobil tadi yang benar-benar pasien itu hampir sekarat. Pasien tersebut mengalami banyak patah tulang dari dalam karena memang pasien itu terkena benturan benda keras disekitarnya, banyak balutan perban dan peralatan medis yang melekat pada tubuh pasien itu hingga alat pendeteksi jantung pun berbunyi lama menandakan jantung pasien itu berhenti berdetak.


Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut........


Suasana pun semakin tegang, beberapa perawat keluar masuk ruangan itu dengan wajah panik.


🍃🍃🍃


Ckiiiiiiiitttttt......


Mobil hitam milik Tristan telah sampai di parkiran basemen rumah sakit. beruntung perjalanan dari kantor sampai rumah sakit tidak terlalu jauh


Braaakkkkk...(pintu mobil pun di tutup kencang)


Tristan langsung berlarian menuju pintu ruangan Emergency yang terlihat dari jauh sudah terbuka


Tak...Tak...Tak....Tak...


Namun pintu Emergency pun langsung ditutup rapat oleh petugas perawat ketika Tristan sudah sampai. Karena ada tindakan medis yang segera dilakukan oleh dokter untuk pasien tersebut.


Brak..Brak...Brak.......


Tristan pun memukul pintu kaca emergency itu dengan kencang


Pria itu nampak frustasi hingga mengusap wajahnya dengan kasar.


"Ya Tuhan selamat kan Aditya Tuhan...." Teriak Tristan.


Brak..... (Tristan memukul pintu kaca kembali)


Tak terasa pria itu pun balik badan ke senderan pintu, ia merosot ke bawah lantai dengan mata pria itu sudah berkaca-kaca. Ia masih diam dan tak percaya dengan kejadian Aditya secepat itu.


"Tuhan selamatkan Aditya Tuhan...." doa Tristan lirih dengan gemetar. Ia masih menatap kosong ke depan.


Tak lama...Tomi Sekretarisnya Aditya pun datang menghampiri pria itu.


"Tuan saya turut sedih atas kecelakaan Tuan Aditya..Semoga tuan Aditya baik-baik saja" ucap Tomi dengan kepala menunduk kebawah. Ia prihatin melihat Tuan nya sangat frustasi.


"Mari kita duduk di ruang tunggu saja Tuan.. " ajak Tomi menenangkan Tristan.


Mendengar Suara Tomi memanggilnya Tristan hanya mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap kosong, akhirnya ia pun berdiri dari lantai dan menuju kursi ruang tunggu tanpa bicara.


🍃🍃🍃


Bruuuuuuummm.........


Motor putih milik gadis itu melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalan raya kota B, beruntung waktu sudah dini hari jadi sepi tidak ada pengendara. Ia pun bisa leluasa mengendarai motor dengan cepat.


"Tuhan tolong selamatkan Kak Adit Tuhan..." batin Salsa berdoa sembari mengendarai motor dengan cepat.


Bruuuuuuummm............


🍃🍃🍃


Sementara itu, para dokter terus berusaha menyelamatkan pasien tersebut dengan melakukan tindakan medis namun tak juga berhasil.


"Coba kita lakukan sekali lagi" ucap sang dokter.


Kemudian dokter itu meletakkan alat kejut jantung pada dada Aditya


Bugh..Bugh.......


Layar hijau monitor yang tadinya menunjukkan garis lurus berwarna hijau saja, berubah menjadi bergelombang.


Tet...Tet...Tet..Tet...Tet..Tet...


"Berhasil jantungnya berdetak.." ucap salah satu dokter


Dokter pun bernapas lega, walaupun detak jantung pria itu sangat lemah. Setidaknya Aditya masih memiliki kemungkinan hidup walaupun sangat kecil.

__ADS_1


Dalam waktu kurang lebih 1 jam motor salsa sudah masuk ke dalam halaman parkir rumah sakit.


Ckiiiiiiiitttttt....


Gadis itu menaruh motor nya dengan asal di halaman parkir. Kemudian ia langsung berlari menuju ruangan Emergency.


Tak..Tak..Tak..Tak.....


"Semoga aku masih bisa bertemu dengan mu kak...". batin gadis itu dengan panik sembari berlari menuju ruangan tersebut.


Pintu ruang kaca telah di buka oleh dokter, Tristan yang melihat langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana dok..." tanya Tristan spontan


Dokter itu melepas masker yang menutupi hidungnya,


"Mohon maaf Bapak.. Bapak Aditya dalam keadaan kritis. Kemungkinan untuk hidup pun sangat kecil karena pasien tersebut mengalami banyak patah tulang di dalam sekujur tubuhnya..." ujar dokter itu menjelaskan


Tristan yang mendengar penjelasan dari dokter pun seketika lemas. Ia sudah pasrah dengan keadaan Aditya sekarang.



Tak...Tak... Tak...


Lari Salsa terhenti karena mendengar sedikit pembicaraan dokter itu dengan Tristan mengenai keadaan kondisi Aditya sekarang. Ia berada di belakang tidak jauh dari punggung Tristan.


Deg



"Kak Adit... " batin Salsa menatap kosong ke depan dengan nafas tersengal


Jantung Salsa pun berdebar dengan kencang dan tiba-tiba ia pun menangis seketika di tempat


"Hiks .. Hiks... Hiks ..." tangis Salsa pecah


Tristan kaget mendengar suara tangisan Salsa dari arah belakang, Ia pun menoleh kebelakang dan langsung menghampiri Salsa.


"Mohon maaf sebelumnya kabar ini membuat anda sangat terpukul.." ucap dokter itu melihat Salsa telah menangis


"Tidak Apa, sekarang apa kami boleh melihatnya dok..?? "tanya Tristan lagi penasaran


"Belum .. Sekarang pasien dalam keadaan kritis dan akan di pindahkan ke ruangan ICU.. nanti saja kalian melihat nya saat pasien sudah berada di ICU.." ujar Dokter itu


"Baik tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya dok, selamatkan dia.." pinta Tristan dengan wajah memelas.


"Baiklah ..kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa bapak Aditya, tetapi sekarang kami hanya bisa mengandalkan pasien tersebut dengan alat-alat medis saja...."jelas dokter itu terhenti


"Sisanya kita hanya pasrah menunggu dari takdir Tuhan semoga saja ada keajaiban untuk Bapak Aditya.." bisik dokter itu sembari menepuk bahu Tristan berulangkali


"Maaf..saya ada urusan dulu sekarang permisi..." pamit dokter itu sambil menundukkan kepalanya. Ia meninggalkan mereka berdua terdiam di tempat.


Tristan yang mendengar pun terhenyak, Ia diam menatap kosong kedepan sedangkan Salsa masih menangis sesenggukan di samping Tristan.


Hiks.. Hiks..Hiks....


🍃🍃🍃


Aditya sudah berada di ruang ICU. Ia terbaring lemah dengan peralatan medis yang melekat di tubuhnya.


Tristan dan Salsa sudah memasuki ruangan itu. Mereka terhenyak melihat keadaan Aditya yang begitu memprihatinkan karena di penuhi perban dan berbagai macam alat-alat medis di tubuhnya. Tak terasa air mata Salsa pun jatuh seketika.


"Kak Adit.... " ucap gadis itu menghampiri aditya dengan duduk di samping brangkar lalu ia meraih tangan besar pria itu.


Tristan pun hanya menatap keduanya dengan nanar entah yang dirasakan apa antara sakit hati tapi ada adiknya yang lebih sakit.. Ia pun mencoba membuang egonya menghela nafasnya dengan panjang.


Tiba-tiba tangan aditya bergerak pelan, Salsa pun yang merasakan kaget ada rasa sedikit hati lega.


"Kak Adit aku ada disini kak ... kau katanya ingin berjuang untuk ku...??" ucap gadis itu menangis sesenggukan sembari memegang punggung tangan dan menatap nanar wajah Aditya

__ADS_1


Hiks...


"Ayo kak Adit bertahan lah..." ucap gadis itu sambil mengelus pelan punggung tangan Aditya, tangis Salsa pun semakin pecah..


Hiks...Hiks...Hiks .


Tristan yang melihat mereka matanya pun berkaca-kaca. ia berusaha tegar sembari menepuk pelan bahu Salsa


Mata Aditya tiba-tiba terbuka sedikit melirik ke arah salsa.


"Sal....Sa.." ucap Aditya sangat lemah, hingga ia tak kuasa menggerakkan bibir nya


"Kak Adiiiiit.." teriak Salsa tersentak kaget tak percaya. Ia diam mendengarkan ucapan Aditya


"M...maaf Te..lah Mm..menge...ce..wa..kan..mu..."ucap Aditya terbata-bata.


Salsa pun hanya mendengar dan menggelengkan kepalanya sambil menahan isak tangis.


Aditya pun melirik Tristan yang berdiri di belakang Salsa dengan matanya, karena ia sudah sangat lemah sekali.


"Kak..Tris...Tan...mm..aaf kan aku...


"Tooo....longg Ja..ga...lah Sal...sa... Ku..Su..dah Tii...dak.. Ku..aat La..gi.. Kak...." ucap Aditya masih terbata-bata. Ia pun berhenti berucap karena ingin bernafas namun tersengal.


"Sa...lam... Un .tuk Ma...ma.. Pa...pa.....Kak Sil..via..


"A...ku Su... dah Ti..dak... Ku..at La..gi..." ucap Aditya terbata-bata melihat Tristan


Orang tua Aditya memang sedang dalam perjalanan ke Indonesia. Karena mereka ada perjalanan dinas ke luar negri, kemungkinan sampai di kota B pun besok sore begitu pula dengan kakaknya Silvia dan suami mereka sudah lama tinggal di luar negeri. Mereka semua dikabarkan mengenai Aditya dari Tomi Sekretarisnya Aditya.


Tristan yang mendengar pun menatap nanar adiknya dan mencoba menahan tangis..


"Kuatlah kamu Aditya..... " gumam Tristan menahan tangis sambil menepuk pelan bahu Salsa


Kemudian Aditya pun melirik lemah ke arah Salsa..


Gadis itu sedari tadi hanya menangis dalam diam di depan Aditya, matanya pun sudah sangat sembab karena dari tadi ia sudah banyak menangis sebelumnya.


"Sal...sa M..ma..af..kan A..ku.. I...jin...kan..A..ku Men...ci..um Ke..ning mu.. ??" pinta Aditya dengan terbata-bata


Salsa pun mengangguk..tanpa penolakan ia pun dengan segera mendekatkan keningnya pada bibir Aditya..


Kening Salsa yang sudah berada di bibir aditya pun merasa aneh tidak ada hembusan nafas oleh pria itu


"Kak Adiit .." panggil Salsa lirih dengan mengangkat wajahnya sedikit. Ia menatap lekat wajah pucat Aditya dari dekat, ia melihat ada buliran air mata pria itu mengalir pada pipinya dan mata pria itu pun sudah tertutup rapat.


Tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut......


Monitor pendeteksi jantung pun berbunyi lama dan layar menunjukkan bergaris hijau panjang menandakan jantung pria itu sudah berhenti berdetak.


"Ya.... Tuhaaannnnnn... Kak Adiiiittttt..." teriak Salsa sudah berdiri tegak. Ia menangis histeris hingga menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Hiks ...Hiks.....Hiks.....Hiks....


Tristan yang melihat pun langsung memeluk tubuh Salsa untuk menenangkan..


"Ya Tuhaaaan.....


Hiks...Hiks....Hiks...." tangis Salsa pun pecah. Tak lama gadis itu pingsan di pelukan Tristan



"Salsaaaaaaaa....." teriak Tristan


Siap-siap kanebo kering ya kak.. 🤧🤧🤧🤧


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....

__ADS_1


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku


terima kasih 🥰💞


__ADS_2