Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 23


__ADS_3

Di sebuah bangunan besar dan terbuka dengan tampilan gaya tropis modern nampak seorang gadis cantik sedang mengagumi gaya bangunan arsitektur di toko butik tersebut. Ia pun juga mengagumi design baju yang terpampang pada display, karena design baju pada toko tersebut dikerjakan oleh designer ternama, tak khayal harganya pun sangat fantastis.


"wah wah gila ini mah harganya udah kaya harga beli rumah.... " ucap Salsa dengan mulut terbuka


Aditya hanya tersenyum lucu melihat tingkah Salsa, hingga ia menggeleng-gelengkan kepalanya


"sudah kamu pilih saja yang kamu suka tenang aku yang bayar... " ucap Aditya tersenyum dengan menatap Salsa


"haaaah... gila gak gak gaklah mending aku beli di mall aja banyak yang diskon sama aja kok model-modelnya " ujar Salsa


"kita sudah sampai disini Sa... sudahlah kamu tenang aja pilih yang kamu suka aku yang akan bayar..." balas Aditya sambil mendorong pundak Salsa agar ia jalan bisa pilih-pilih baju sesukanya.


"ishhh... horang kaya mah bebas belanja habis banyak juga duit gak abis-abis.." gerutu Salsa sambil melirik Aditya


"okelah kalo kamu mau begitu..." ucap Salsa semangat. ia pun menyusuri pakaian-pakaian pada display


Aditya pun tersenyum senang sambil melipat tangannya di dada melihat Salsa sudah mau memilih-milih baju


Salsa nampak bingung memilih baju semuanya bagus-bagus, tetapi ia juga tak enak hati dengan Aditya sudah dibelikan pula, ia pun akhirnya tetap pilih baju dengan harga yang paling murah. Itu saja harganya seperti beli motor baru.


"hah aku pilih ini saja lah" gumam Salsa, ia tidak mau kelamaan memilih-milih baju.


"kaa ini bagus gak?" tanya Salsa


"bagus-bagus kamu ambil saja" balas Aditya


"oke kalau gitu aku ganti pakaian ku dulu yaa.." balas Salsa, ia jalan menuju ruang ganti


Aditya hanya tersenyum mengangguk saja, tak selang berapa lama Salsa keluar dari ruang ganti.


"Kaaa... " panggil Salsa, Aditya pun menoleh ke belakang ia terpana melihat Salsa begitu sangat cantik dan alami malam ini.


"wah kalau aku lihat senyum dia kayak begini, bisa-bisa aku gak bisa tidur nih .." batin Aditya sambil bengong




"Bagaimana kaa.." tanya Salsa hingga membuyarkan lamunan Aditya

__ADS_1


"ih bengong lagi... hahahahah.." Salsa tertawa geli


"hei bagaimana kak... " tanya Salsa sambil menepuk lengan Aditya



"Bagus Sa... aku sampai terpana melihat kamu jujur deh...Pokoknya kamu cantik pakai baju apapun.." jelas Aditya sambil menatap lekat mata Salsa..


"ih uda deh lebay.. yuk ah pulang sudah mau malam.." balas Salsa tersenyum tersipu malu.


"kamu beli hanya 1? beli lagi saja 1 Sa...kamu gak usah pusing pikirin bayar Sa.." jelas Aditya sambil menggiring Salsa agar memilih baju lagi..


"ih dasar tukang maksa.." gerutu Salsa cemberut sambil melirik ke belakang. Mereka pun akhirnya memilih-milih baju lagi untuk salsa saja.


Tak selang berapa lama setelah selesai urusan membeli baju, mereka pun akhirnya keluar dari butik..


"kak... makasih banyak loh belanjaanya.." Salsa sambil mengangkat sedikit bawaan belanjaanya dengan tersenyum manis kepada Aditya..


"ahh itu tidak seberapa Sa.. kamu gak usah berlebihan lah.." balas Aditya dengan senyum tersipu malu


Salsa hanya tersenyum..


"tunggu Sa ..kita makan dulu sebelum pulang, kita kan belum makan memang kamu tidak lapar..?? " goda Aditya sudah menghampiri salsa disampingnya. Kemudian ia melenggang pergi meninggalkan Salsa


"hahhh iya deh oke deh kakak, tapi jangan lama" balas Salsa sambil berlari menyusul Aditya


Aditya hanya mengangguk saja sambil terus jalan dan menyalakan remote keyless dari jauh untuk menyalakan mesin mobilnya.


🍃🍃🍃


Sedangkan di lain tempat, pada jalan gang yang sudah mulai sepi terlihat seorang pria sedang mondar mandir di depan mobilnya, mobil itu terparkir tak jauh dari rumah gadis itu. ia sedang gusar menunggu gadis yang ia mulai sukai belum ada di rumah. Ia hanya diam dan termenung, sesekali ia menendang kecil botol yang ada di pinggir jalan.


"hufhtt.... membosankan sekali.." Tristan sambil melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 10 malam. Ia sudah menunggu gadis itu dari sore hari jam 5.


"haaaahhh... " Tristan menghela nafas panjang, kemudian ia masuk kedalam mobil. Tak lama ia duduk, ia melihat sorot lampu mobil dari depan yang menyilaukan, mobil itu berhenti tak jauh jaraknya dengan mobilnya. ia mengamati mobil tersebut..


🍃🍃🍃


Ckiiiiiiiitttttt...

__ADS_1


Suara deru mesin mobil telah berhenti, Aditya menoleh kesamping melihat Salsa sudah tertidur pulas dengan poni rambut nya hampir tertutup mata, Aditya pun mendekati Salsa, merapikan poni dan anak-anak rambutnya. Sesekali gadis itu merasa terusik.. aditya pun kembali lagi dari duduk nya ia hanya menatapi gadis itu lekat. Ia tak berani membangunkannya, ia berani rela berlama-lama menunggu Salsa sampai bangun pikirannya.


"cantik.." gumam Aditya


Gadis itu merasa terusik lagi tidurnya karena posisi badanya tidak nyaman di kursi mobil. Aditya pikir karena safe belt nya, ia pun membukakannya dengan pelan..


Jarak antara salsa dan aditya sangat begitu dekat hingga dengkuran nafas gadis itu pun sangat terasa di wajah Aditya...


Ceklek......


Salsa pun terbangun dan menatap kaget wajah Aditya begitu yang dekat dengannya..


Aditya pun terlonjak kaget, dan kembali ke posisi duduknya..


"Maaf Sa.. aku tidak melakukan apa-apapun dengan mu.. aku hanya membukakan mu safe belt saja. soalnya kamu tidur tadi terganggu.. jawab Aditya gugup.


"erghhh....." Salsa pun mengerjapkan matanya..


Kak kenapa kamu gak bangunin aku aja sih "ucap Salsa sambil mengucek matanya.


"euughhh itu ...aku gak enak aja ganggu kamu soalnya kamu pules sih tidurnya" jelas Aditya gugup sambil memegang stir kemudi


"yaudah aku pulang dulu ya kak makasih nih untuk tumpangan traktiran dan segala-galanya.." pamit Salsa tersenyum. Kemudian ia merapikan diri dan membuka pintu mobil tetapi tangannya di tahan oleh Aditya..


Hmmphh...ada apa kak? Tanya Salsa heran menengok ke aditya



"Terima kasih untuk hari ini Salsa" ucap Aditya sambil menatap lekat mata Salsa dan membalas tersenyum manis.


Sedangkan di arah mobil yang berlawanan, Tristan melihat semua perlakuan aditya dengan Salsa yang terlihat begitu manis seperti orang-orang yang memadu kasih..



Ia merasa cemburu melihat mereka berdua hingga ia mencengkram kan erat kemudinya. Setelah interaksi mereka selesai, Tristan pun menyalakan mesin mobil dan pulang menuju kediamannya meninggalkan rasa sesak dan hati yang sakit.


"daghhh kak..... hati-hati di jalan yah" ucap Salsa tersenyum sambil melambaikan tangan kepada Aditya


Tiiinnnnn... di balas klakson mobil Aditya

__ADS_1


Melihat Aditya sudah pergi jauh. Ia pun balik badan dan berhenti sekilas ia melihat mobil yang ia kenal tetapi ia tidak menanggapinya, karena mobil itu sudah melesat jauh. ia pun kembali jalan masuk ke dalam rumah.


__ADS_2