Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 56


__ADS_3

"Ya....Tuhan....." gumam Tristan panik saat Salsa pingsan di pelukannya. Ia dengan segera menggendong Salsa menuju luar ruangan untuk mencari keberadaan orang sekitar untuk membantunya, kerena di dalam ruangan hanya bertiga saja termasuk dengan Aditya.


Braaakkkkk..(Pintu pun dibuka)


"Suster .. Kevin... Tomi..." panggil Tristan yang masih menggendong Salsa saat sudah di luar ruangan.


"Iyaa Tuan ..." balas kompak keduanya, mereka yang duduk di kursi ruang tunggu. Kevin dan Tomi pun berlari menghampiri tuannya ke depan pintu ruang ICU.


"Kev..Tom... Tolong bantu aku uruskan Rumah Sakit ini..? di dalam.." ucap Tristan seperti panik namun terhenti ucapannya


"Aditya sepertinya sudah meninggal..Kalian tolong kabarkan aku ya dari pihak Rumah Sakit untuk kepastiannya dan kabarkan keluarga juga mengenai hal ini.." ujar Tristan meyakinkan


"Aku akan mengurusi Salsa ke apartemenku dulu... ia tadi pingsan di dalam..." ucap Tristan yang masih menggendong Salsa


Mereka pun yang mendengar Tuannya meninggal seketika lemas.


"Ba...Baik Tuan.." balas keduanya.


"Terima kasih atas bantuan kalian.. saya akan pergi dulu.." ucap Tristan seraya meninggalkan mereka berdua di tempat.


"Hati-hati di jalan tuan..." ucap kevin. Tidak ada jawaban dari tuannya karena tristan sudah pergi jalan jauh meninggalkan mereka.


"Aku yang mendengarnya pun tak percaya.. baru kemarin Tuan Aditya menghabiskan waktunya dengan nona Salsa.. sekarang Tuan pergi untuk selamanya meninggalkan kita..batin Tomi sekretarisnya sedih menatap nanar kepergian Tristan. Ia jadi mengingat Tuan Aditya yang sangat antusias sekali jalan-jalan dengan gadis kesayangannya kemarin.


"Semoga saja kau tenang di surga Tuan.. " gumam Tomi dengan doanya.


🍃🍃🍃


Tak...Tak..Tak.......


Tristan berlari menuju parkir mobil....


Begitu sudah masuk dalam mobil, Tristan menaruh Salsa ke tempat duduk belakang pelan-pelan dan ia pun langsung pergi meninggalkan Rumah Sakit.


Bruuuuuuummm.......


Di dalam mobil


Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari namun tak menghiraukan rasa kantuk yang mendera pada pria itu saat mengemudi. Pria itu sangat kalut akan kepergian Adiknya.


"Secepat itu kah kau pergi meninggalkan kita Dit...." gumam Tristan sembari menyetir kemudi. Ia jadi mengingat kebersamaan bersama Aditya dari waktu kecil hingga remaja saat bersama. Ia mengingat waktu kecil Aditya itu sangat manja dan penakut..


Tristan pun tertawa sendiri sambil mengemudikan mobil..


Sekarang aditya kini menjadi pria dewasa yang gagah dan pemberani bahkan dengan kakaknya sendiri pun ia tak pandang bulu, mengingat tempo hari ia berkelahi hanya menyukai seorang gadis yang sama..

__ADS_1



"Aku akan menepati janji mu untuk menjaga Salsa sampai akhir hayat ku Dit..." batin Tristan sembari melihat Salsa yang tertidur di kursi belakang melalui spion.


"Terima kasih kau telah memberikanku gadis yang kusuka... hingga kau rela cepat meninggalkan kita Dit..Maaf dulu aku yang terlalu egois pada mu.. " batin Tristan dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Semoga saja Tuhan selalu memberikan ketenangan untuk mu disana.." gumam Tristan dengan doanya.


Mobil pun melaju dengan cepat menuju apartemen


Brummmmmmmmmmm....


🍃🍃🍃


Sedangkan di ruangan ICU dokter dan perawat sudah mengecek secara umum pada tubuh Aditya dan pasien tersebut benar di nyatakan meninggal dunia sekitar sepuluh menit yang lalu.


"Mohon maaf pak, kami sudah mengecek semua untuk kondisi keseluruhan Bapak Aditya, bahwa beliau benar sudah meninggal dunia" ucap sang dokter


"Baik pak..kami sudah terima kenyataan semua ini" balas Kevin menerima


"Untuk jenazah bapak Aditya nanti akan di bantu oleh bagian pemulasaraan jenazah rumah sakit di sini ya pak..." ujar sang dokter


"Baik..terima kasih dok."


Petugas perawat pun disana sudah membantu melepaskan alat medis yang melekat pada tubuh Aditya yang sudah kaku tak bernyawa di atas brangkar, begitu sudah selesai tubuh Aditya pun ditutup seluruhnya dengan menggunakan kain khas Rumah Sakit, kemudian brangkar pun di bawa ke ruang jenazah oleh petugas perawat.


Kevin dan Tomi pun menatap nanar kepergian Aditya dari jauh.


🍃🍃🍃


Pagi pun telah menjelang, namun pria itu tidak bisa tertidur karena gadisnya semalam demam karena terlalu banyak menangis dan kelelahan. Pria itu pun dengan tulus menjaga dan merawat gadisnya, sekarang pria itu sedang membuat minuman hangat tradisional untuk dirinya dan Salsa di dapur.


Tiba-tiba tak terasa gadis itu pun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara berisik seperti di dapur.


"Aku dimana..." ucap Salsa serak seperti orang khas bangun tidur. Mata ia masih mengerjap karena masih belum terlalu sadar dari bangun tidurnya. Pandangan pertama yang ia lihat adalah Pria yang pernah ia sukai. Tristan sekarang sedang berada di dekat Salsa setelah dari tempat dapur.


"Pak Tristan.... kenapa aku ada disini..?? tanya Salsa yang masih dalam posisi tiduran


"Ini minumlah dulu nanti akan aku jelaskan.. " ucap Tristan seraya menyodorkan secangkir jahe hangat untuk gadisnya.


Salsa pun mengambil posisi duduk menyender di atas ranjang dan ia meminum minuman hangat buatan Tristan.


"Sluuurrrpp...Terima kasih pak.. Ucap Salsa sambil menaruh gelas tersebut di atas meja samping ranjang.


"Bagaimana keadaan mu apakah kau sudah membaik..??" tanya Tristan dengan menatap Salsa penuh hangat.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Tristan, gadis itu menatap kosong ke depan. Ia kembali mengingat kejadian semalam yang kehilangan Aditya dan tiba-tiba ia pun menangis sesenggukan.


Hiks..Hiks...Hiks...


Tristan pun langsung memeluk tubuh salsa untuk menenangkan gadis itu. Salsa hanya pasrah menerima pelukan Tristan karena hati ia pun juga sedang kalut.


"Maaf kan aku kau jadi kembali sedih.." ucap Tristan sembari mengusap punggung gadis itu


"Pak Tristan... apakah kak Adit benar sudah tidak ada.." tanya Salsa yang masih di pelukan Tristan dengan menangis sesenggukan.


"Sudah.. kau sabar yah ikhlas..."ucap Tristan lirih seraya mengelus rambut Salsa


"Ini semua karena aku pak.. karena aku yang menyuruh ka Adit menemui mu.. Hiks..Hiks...." ucap Salsa menyesal


"Sudah lah kau tidak usah menyesali diri, ini namanya takdir sudah jalan dari Tuhan seperti itu.." ucap Tristan seraya mengelus rambut salsa untuk menenangkan gadis itu.


"Tapi pak aku merasa...ucap Salsa seraya melonggarkan pelukannya namun ucapannya terhenti karena Tristan mengusapkan air mata Salsa di pipi gadis itu.



"Hadapilah kenyataan pahit ini, jangan sekali-kali menyalakan takdir Sa.... Tuhan sudah memberikan jalan yang terbaik untuk Aditya disana.." jelas Tristan dengan memegang kedua pundak Salsa untuk meyakinkan gadis itu.



Salsa yang mendengar Tristan pun hanya pasrah.


"Sudah lah kau jangan bersedih terus.. Tubuh mu panasnya sudah turun kan...? " tanya Tristan


"Hhmmm..sudah terima kasih pak sudah membantu aku.. " ucap Salsa dengan tersenyum sambil menundukkan kepalanya


"Cepatlah kau berkemas kita akan menghadiri upacara pemakaman Aditya di kota A, dan aku akan menunggu mu di luar kamar... " pinta Tristan dengan tersenyum


"Tapi bagaimana dengan motorku pak...? apa aku akan pergi dengan mengendari motor saja? tanya Salsa


"Tidak.. lihat lah kondisi mu apalagi perjalanan cukup jauh kesana.. kau akan pergi dengan ku saja nanti...


mengenai motor mu tenang lah motormu akan di bawa oleh pesuruh ku untuk di bawa ke rumahmu.." pinta Tristan


"Hmmm.. baiklah..." balas Salsa dengan pasrah


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku

__ADS_1


terima kasih 🥰💞


__ADS_2