
Sore menjelang malam pun telah tiba. Terdengar deru suara mesin mobil berhenti tepat di depan rumah gadis itu...
Ckiiiiiiiitttttt....
"Sa.... Maafkan aku kalau aku terlalu cepat.. "ucap aditya menoleh ke samping sambil menggenggam pergelangan tangan kanan Salsa
"Hmmm... " ucap Salsa datar. Ia masih menatap kosong ke arah depan.
Aditya merasa bersalah hari ini, sudah membuat mood kekasihnya itu berantakan, di tambah ia mengutarakannya lebih cepat untuk meminang gadis itu. Kenapa ia ingin melamarnya karena ia takut kekasihnya akan berpaling dan mencintai kakak nya.
"Sa....." panggil Aditya lagi pelan
"Hmmmm...iya kak.." Salsa pun menoleh ke Aditya
"Maafkan aku, aku tahu kamu masih belum siap terutama karena masalah kuliah kamu kan..." tanya Aditya memastikan.
"Iya kak itu alasan pertama.." ucap Salsa datar dan menatap ke depan kembali.
Aditya pun menghembuskan nafasnya dengan kasar. ia bingung menghadapi gadisnya bila datang moodnya buruk.
"Baik lah aku tidak akan membahasnya lagi mengenai melamar mu aku akan menunggu kesiapan dari kamu saja Sa.." ucap Aditya tersenyum seraya mengusap rambut salsa
Salsa pun hanya mengangguk saja.
"Apakah ada seseorang di hatimu Sa selain aku..." tanya Aditya serius menatap Salsa dengan dekat sambil mengelus pipi Salsa
Salsa pun menoleh ke Aditya, jarak antara keduanya pun sangat dekat..
Salsa menatap mata Aditya lekat. Ia berpikir apa yang ia rasakan hatinya saat bersama aditya, dengan seorang yang baru saja masuk dalam pikirannya,ia pun merasa bingung.
"Maaf kan aku kak adit.. entah apa yang kurasakan ini aku merasa bingung dan merasa bersalah dengan Kak Adit... " ucap Salsa sedih dalam hati
"Sa...." panggil Aditya
"Iya kak .." Salsa pun tersadar akan lamunannya
"Emmh.. Ahh tidak aku tidak ada kok kak.. kakak tenang aja..." balas Salsa gugup. Ia pun langsung menghadap kedepan dan siap-siap untuk keluar buka pintu mobil
Aditya tahu mood kekasihnya sedang tidak baik, dan ada sesuatu yang disembunyikan oleh kekasihnya.
"Kak aku pulang yah.. Terima kasih untuk semuanya.. Maaf aku banyak merepotkan kakak.." ucap Salsa sambil membungkukkan badannya setelah keluar dari mobil
Aditya pun hanya mengangguk saja, ia tahu sepertinya kekasihnya itu terlihat memberi jarak dengannya.
"Aku tahu kamu masih belum mencintai ku Sa... terlihat sekali.. bahkan walaupun aku tersakiti pun...Aku akan tetap mencintai mu..karena cinta ku pada mu tidak akan hilang..." gumam Aditya di dalam mobil, melihat gadisnya sudah masuk ke dalam rumah ia pun menyalakan mesin mobil untuk pulang ke apartemennya.
🍃🍃🍃
__ADS_1
Pagi ini langit sangat cerah di parkiran kampus nampak sebuah mobil hitam berhenti dan keluar seorang Pria tampan dari dalam mobilnya, wajah pria itu pun nampak pucat. Hari ini ia ada jadwal mengajar walaupun kondisi badan tidak fit ia akan tetap masuk
Pria itu jalan melewati koridor kampus dengan mata menatap lurus kedepan banyak mahasiswa mahasiswi bertanya-tanya..
"Pak Tristan kenapa disapa ia diam saja yah "ucap mahasiswi yang lain
"Iya yah..."
Pak Tristan selamat pagi ..... " ucap mahasiswi yang lain. tak ada sahutan juga dari pria itu.
Raut wajah pria itu memang nampak dingin, ia sedang malas bertegur sapa mood nya sedang tidak baik ditambah sedang tidak enak badan.
Hari ini pria itu ada kelas di ruangan kelas Salsa.
Seperti biasa ruangan yang tadi nya ramai seketika hening....
"Pagi....." ucap Tristan datar
"Pagi paaaak..... "seru seluruh mahasiswa
Kelas pun dimulai dengan suasana tenang.
Sedangkan gadis cantik itu nampak sedang melamun, ia menatap lurus ke depan, mengingat semalam kekasihnya meminta untuk melamarnya.
Ia pun menatap ke depan dosen nya ternyata sudah datang. Ia melihat wajah dosen itu nampak sedikit pucat, dosen itu pun juga tidak melihat dirinya, ia nampak acuh.
"Ada apa dia ? Terlihat sekali wajah dia sangat dingin.." batin Salsa
"Apa mungkin karena aku..?? Maaf kan aku karena kalian jadi begini.." batin Salsa murung
ia pun rasanya ingin cepat-cepat pergi dari kehidupan mereka tetapi ia memikirkan nasib kuliahnya. Iya tak mau mengorbankan kuliah hanya karena pria..
"Apa aku yang akan pergi dari kehidupan mereka.. ? ucap Salsa dalam hati
Salsa menghela nafas kembali..
Sedangkan di kelas Tristan pun sedikit mencuri pandang dengan gadisnya, ia melihat gadisnya itu terlihat murung tetapi ia menepisnya mengingat kejadian kemarin membuat hati pria itu sakit.
Tak lama waktu pun telah siang. Jam pelajaran mata kuliah Tristan selesai.
Baik kelas hari ini saya akhiri untuk semua saya ucapkan terima kasih....
"Sianggg... "Ucap Tristan datar
__ADS_1
"Siaaaang Pak .." seru seluruh mahasiswa
Mahasiswi mahasiswi pun banyak yang bertanya-tanya..
"Tumben Pak Tristan jutek banget bari ini..." tanya mahasiswi yang lain
"Iya tapi biar jutek juga masih tampan kan yah hahahah..." ucap mahasiswi lainnya
Salsa Pun hanya mendengar ocehan teman-teman nya dan menghela nafas. Hari ini gadis itu benar -benar tidak mood.
🍃🍃🍃
Jam kuliah telah usai, banyak mahasiswa berhamburan keluar kelas sedangkan gadis cantik itu jalan menatap lurus ke depan di lorong kampus ia nampak tak semangat.
Seketika gadis itu melihat dosennya jalan tak jauh dari hadapannya. Pria itu pergi menuju ke parkir mobil.
Salsa pun berhenti jalan dan melihat pria itu.
"Pak Tristan seperti sedang sakit...Apa aku samperin saja yah kan bahaya saat mengendarai mobil ..??" gumam Salsa berpikir
Sedangkan di tempat lain, di sudut lorong kampus nampak seorang pria tampan sedang melihat kekasihnya, dari kejauhan gadis itu terlihat murung. Hari ini ia sengaja tidak memberikan kabar apakah kekasihnya itu mencarinya atau tidak, tetapi kenyataanya gadis itu tidak mencarinya.
"Aku merasa di acuhkan lagi seperti bukan pasangan kekasih saja.." batin Aditya murung
Aditya pun tak mempermasalahkannya ia sengaja memberikan jarak sementara pada gadis itu agar gadis itu bisa leluasa dan moodnya kembali normal.
Ia pun kembali menatap kedepan, ia ingin melihat kekasihnya itu aman pulang dengan selamat tetapi sorot mata ia berhenti ketika melihat Salsa menghampiri Tristan Tiba-tiba seketika mata Aditya membulat.
"Pak Tristan.." panggil Salsa. Gadis itu lari menghampiri Tristan.
Tristan yang merasa di panggil pun ia hingga tak kuat menoleh karena keadaan pria itu sedang tidak baik.
Salsa telah sampai di hadapan Tristan dengan nafas yang masih tersengal, karena tadi gadis itu lari menghampiri Tristan. Kemudian ia menghela nafasnya panjang dan menatap lekat mata pria itu.
"Pak Tristan maaf anda sepertinya..." ucap Salsa terputus karena Tristan sudah pingsan di pundak Salsa
Dugh........
"Astaga Pak Tristaaaaan...." teriak Salsa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
__ADS_1
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞