Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 37


__ADS_3

Aditya yang mendengar penjelasan dari pamannya, kulitnya pun ikut meremang.


"Astaga apa tidak ada cara lain selain cara ini?" batin Aditya yang tak percaya diri


"Belum melakukan saja jantung ku sudah berdebar..."gumamnya lagi


"Tetapi melakukan antar kontak fisik dengan pasien hipotermia tidak sampai melakukan dengan adegan intim bodoh..!! hanya sentuhan saja. Sentuhan fisik tubuh yang terkena hipotermia dengan tubuh seseorang yang bersuhu normal, agar si penderita hipotermia mengeluarkan suhu panas dengan sendirinya. Kau paham kan?? pasti kau menyangkal aku menyuruh mu untuk beradegan intim dengan nya, jelas tidak...!!!" ucap panjang lebar Roy hingga membuyarkan lamunan Aditya


"Haaahhh.... iya iya baik paman.." jawab Aditya gugup hingga tersentak kaget


"Hei.. kau pasti membayangkannya kan..? hahahahha..." goda Roy


"Kau ini kekasihnya kan dan berniat untuk menikahi gadis itu ?" tanya Roy lagi


"Iya paman aku akan menikahinya " jawab Aditya dengan percaya diri.


"Baik lah kau jangan sia-siakan.. gadis itu sangat cantik dan seperti nya gadis itu polos dan baik.." ucap Roy dengan tersenyum smirk


"Ah paman kau bisa saja memujinya... hati-hati paman nanti kau kepincut pesona kekasihku..awas saja kau kalau berani.." balas Aditya dengan kesal sambil memukul pelan Roy.


"Biar pun aku masih lajang dan sudah tua aku masih normal Dit..dan banyak yang suka.."goda Roy percaya diri


"Ahh sudahlah paman...kau pergi saja sana... terima kasih atas bantuan mu hari ini.." ucap Aditya sambil mendorong Roy keluar pintu kamar..


"Hahhahaha..." tawa Roy pecah


Brakk....


"Hufhtt.... Salsa salsa baru saja satu hari jadi pacar, kau membuat ku pusing karena orang-orang semua pada terpesona dengan kecantikan mu.." batin Aditya sambil memegang dadanya. Ia berada di dekat pintu yang sudah tertutup, setelah mengusir Roy untuk keluar dari kamar. Rasanya pria itu tak rela kalau gadisnya disukai oleh banyak orang.


"Arghhh dingiiinnnn.... ssssttttttt... " racau Salsa sambil menggeliat di atas kasur


"Astaga... Salsa maaf kan ku kau jadi menunggu lama.. " ucap Aditya langsung menghampiri Salsa.


🍃🍃🍃


Di sebuah apartemen, malam ini rasanya sunyi dan sepi. Hanya angin malam yang senantiasa membawa hawa dingin. Seperti biasa mata lelaki itu enggan terpejam, pikiran ia terbang mengingat seseorang yang terus berada di dalam kepalanya.


__ADS_1


"Aku belum bisa melupakanmu Sa...Setiap malam pikiranku selalu berkeliaran di sekitarmu.." ucap Tristan sambil menghela nafas panjang dan menyugarkan rambutnya kebelakang. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil melihat langit-langit atap apartemen dengan kedua tangan ia lipat di belakang.


"Aku semakin merindukanmu Sa.. disaat aku sendirian seperti ini..." gumamnya


"Besok pagi aku akan menemui mu dan melihat keadaan kamu... " ucap nya dengan percaya diri


"Semoga keadaan kamu disana baik-baik saja" ucapnya pelan


Tak lama mata pria itu terpejam dengan sendirinya, ia lelah bergelut dengan pikirannya sendiri..


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain malam pun telah larut, pria tampan satu ini nampak bingung menghadapi gadisnya yang masih terus menerus meracau.


Glek....


Aditya menelan saliva nya sendiri melihat pemandangan indah di depan matanya, Salsa terus menggelinjang di atas kasur hingga terpampang jelas bentuk lekuk tubuh gadis itu.


"Arrrghhhh dingiinnnnn....ssttttttt.." racau Salsa


Aditya pun menghela nafas panjang...


"Maaf kan aku Sa.. aku tidak akan melakukannya sampai melebihi batas. Semoga keadaan kamu cepat pulih kembali seperti semula..." ucap Aditya meyakinkan.


Aditya pun membuka baju kemeja atasannya hingga menampakkan bahu yang lebar nan kokoh, ia pun duduk di atas ranjang disamping Salsa.


Jantung Aditya semakin berdegup kencang. Ia menghela nafas nya lagi melihat Salsa dari dekat.


"Astaga.. maaf kan aku Sa..aku siap menikahi mu kalau sampai terjadi sesuatu padamu..." batin Aditya takut. Ia pun segera menepisnya, ia harus menahan diri demi keselamatan kekasihnya itu.


Aditya pun mendekati Salsa, ia membisikkan ke telinga gadis itu..


"Sa.. ini aku, ijinkan aku membuka baju mu.." bisik lembut Aditya


Salsa pun dengan mata yang masih berkabut tak membalas jawaban Aditya, ia pun langsung memeluk pria itu dengan erat..


"Arghhhhhh aku dingiiiiinnn ssssttttttt...." racau Salsa sambil memeluk Aditya dengan erat.


Aditya yang merasa tertantang, ia pun membalas pelukan erat Salsa, ia ikut tidur di samping Salsa. Kemudian ia melonggarkan sedikit pelukan Salsa, ia ingin membukakan kancing baju gadis itu perlahan seraya mencium bibir ranum dan wajah Salsa, hingga ia melihat jelas bukit kembar milik gadis itu di balik pelindung berbentuk kaca mata.

__ADS_1


Glek...


Nafas Aditya tercekat. Ia menelan salivanya pelan-pelan melihat pemandangan sangat indah bukit kembar milik Salsa. Ia pun melanjutkan aksinya membukakan baju atasan Salsa saja dan melemparnya dengan asal.


"Astaga aku harus kuat.." gumamnya


ia harus menggunakan akal sehat agar tertahan oleh godaan di depan matanya.


Salsa pun meracau terus karena kedinginan sambil meraba dada dan mengalungkan leher Aditya, yang membuat gairah Aditya semakin bangkit


Aditya yang sudah tidak bisa menggunakan akal sehatnya lagi, ia membungkamkan bibir Salsa dengan lembut dan mengungkung tubuhnya di atas tubuh Salsa, agar ia tidak terus merintih karena kedinginan dan dengan tak sadar tangan aditya sudah berada di atas dada Salsa memberikan sentuhan lembut tangan nya di dada gadis itu...Awalnya hanya mengecup bibir saja lama-lama ciuman Aditya menuntut dengan tangan masih meraba dada Salsa.


Lenguhan suara manis Salsa menghiasai ruangan kamar lelaki itu.. Aditya masih terus melancarkan aksinya menciumi leher jenjang dan dada gadis itu bergantian hingga gadis itu menggeliat.


"Arghhhhhh.... arghhhhhh...." desis Salsa


Aditya senang ia terus memainkan bukit kembar Salsa di atas pelindung berbentuk kaca mata itu sambil menciumi tengkuk dan bahu yang terekspos hingga Aditya memberikan tanda merah kepemilikan nya.


Salsa pun terus melenguh dan merintih lirih. Tak terasa Salsa menjambak rambut Aditya dengan kencang.


Arghhh... lepaskan aku Pak Tristan...


Deg


Disaat puncak nya Salsa, gadis itu menyebut pria yang ia benci... tubuh Aditya seketika lemas dan langsung beringsut kesamping tubuh Salsa. ia pun langsung memeluk tubuh Salsa dengan erat.


"Tidak akan kubiarkan kau...!!" gumam Aditya dengan sorot mata tajam dengan hati yang panas seperti kobaran api


Ia pun langsung memeluk dan mencium kening Salsa seperti tidak ingin pisah dari gadis itu. Tak gadis itu lemas dan tertidur pulas di pelukan Aditya dan gadis itu akhirnya mengeluarkan keringat akibat


bercumbu panas oleh pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku


terima kasih 🥰💞

__ADS_1


__ADS_2