
Suasana di kantin nampak tegang. Salsa dan Tristan menoleh asal suara melihat kedatangan Aditya.
Gadis itu pun tersentak kaget melihat Aditya yang datang menghampirinya. Ia takut akan terjadi keributan lagi.
"Kak Adit..." ucap Salsa lirih melihat Aditya datang. Tristan pun juga menurunkan tangannya dari wajah Salsa.
Mata Aditya menyorot tajam melihat foto-foto berserakan di lantai, ia tak percaya Tristan sudah melakukan dengan kekasihnya sampai di luar batas. Ia pun sangat murka, di tambah Tristan juga ingin menyentuh bibir gadisnya hanya sekedar mengusap, dengan segera ia menghampiri Tristan.
"Pasti kau yang lebih dulu menyentuh gadisku kan..??" bentak Aditya dengan tersenyum miring menghampiri Tristan.
Buuuugh......
Satu pukulan keras mendarat di pipi mulus Tristan
"Arghhhh...." teriak Salsa ketakutan hingga menutup mulutnya
"Cukup Kak Adit aku tidak apa-apa..." Salsa pun mendekati aditya dengan memegang lengan Aditya untuk melerainya
"Itu pukulan untuk kau karena sudah berani menyentuh gadisku.." teriak Aditya murka dengan mata menyorot tajam dan jari telunjuk mengarah wajah Tristan.
"Kak Adit sudah cukup.." teriak Salsa ketakutan sambil memeluk Aditya agar pria itu tenang. Nafas Aditya pun masih memburu dan menatap nyalang pada Tristan
"Salsaaa..... ucap Tristan lirih dengan memegang pipinya menatap nanar pada gadis itu.
"Apa kau masih memanggil kekasih ku..." ucap Aditya dengan tersenyum miring
"Sudah kak cukup .. ucap Salsa sambil mengelus dada Aditya.
Aditya pun mengerti dan menahan emosi, ia tidak mau membuat takut gadisnya karena sifat tempramen nya.
Hening
Salsa yang akan menengahi, ia harus menjelaskan hubungannya agar tidak ada masalah yang terus menerus datang.
__ADS_1
"Pak Tristan...." panggil Salsa. Ia menghela nafas panjang ingin mengatakan sesuatu hingga Aditya pun menoleh ke Salsa
Salsa harus memberikan keputusan mengenai hubungan ini walaupun berat melepaskan nya, karena ia pun juga ada sedikit rasa cinta pada dosennya, dan ia juga merasa tak enak hati pada pria itu, tetapi ia sudah terlanjur sakit hati bahwa nama ia juga sudah tercoreng buruk di kampus. Salsa berpikir ia juga mempunyai kekasih, pria itu sangat posesif dan sangat mencintainya. Salsa pun jadi tak enak hati pada kedua orang itu. Maka dari itu ia akan pilih salah satu di antara keduanya.
Salah satunya ia ingin melepaskan Tristan pilihannya.
"Semoga pilihan ku tepat.." batin Salsa dengan memejamkan matanya sesaat.
Salsa pun maju selangkah karena ia ingin mengatakan sesuatu hingga mata Aditya menatap bingung pada gadisnya.
"Pak Tristan.. aku sungguh tak menduga sebelumnya kau menyimpan perasaan yang besar pada ku.. " ucap Salsa terhenti ketika ia melihat mata aditya menatapnya.
salsa pun menghela nafas kembali.
"Terima kasih pak Tristan sudah mengungkapkan perasaan mu waktu itu dan memilihku untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.. tapi maaf aku sudah memiliki seseorang pak.. aku sangat berharap pak Tristan bisa memakluminya dan kita hanya bisa berteman dengan baik walaupun hanya di kampus aku hanyalah sebatas mahasiswi dan bapak dosen saya.." Ucap Salsa. Aditya pun menoleh Salsa, ia merasa lega hatinya gadisnya memilih dirinya.
"Aku belum pernah merasakan perasaan ini, tapi aku tahu apa itu.. sakit sekali... " racau Tristan dengan tertawa sumbang.
"Aku sudah berusaha keras mendorong mu jauh dari pikiranku, tapi bayangan mu terus menerus datang.. Bagaimana aku bisa melupakan mu..??" ucap Tristan dengan menatap penuh harap.
"Aku berharap aku bisa lari darimu sehingga aku akan tahu, apakah kamu akan mengikuti ku.." lirih Tristan
"Berhenti kau bicara omong kosong.. Salsa adalah milikku dan gadisku tidak akan pernah mengikuti mu lagi.. Bentak Aditya dengan mata menatap tajam
"Sudah cukup ka..." bujuk Salsa
"Ayo kita keluar Sa..." Ajak Aditya dengan menarik pelan lengan Salsa
"Kaa...... "ucap Salsa dengan memohon untuk berhenti.
Aditya pun mengerti dan mengikuti kemauan gadisnya.
"Maaf kan aku pak Tristan telah mengecewakan mu..."ucap Salsa dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dunia tidak sesempit itu, masih banyak wanita yang berhak kau dapatkan, kenapa kau harus memilih orang yang sudah memiliki kekasih.. " sindir aditya sebelum pergi meninggalkan Tristan
Tristan pun mengepal kuat tangannya. Ia seperti mendapatkan tamparan keras dari adiknya..
ia pun tak terima dan ingin memukulnya
Bughhhhh.......
"Sampai kapan pun aku akan selalu mencintai Salsa.." jelas Tristan dengan tegas dan hendak ingin memukul Aditya lagi.
"Sudah pak Tristan kak Adit cukuuup..." teriak Salsa melerainya
Tangan Tristan pun terhenti melayang di udara karena Salsa melerainya. kedua mata pria itu hanya menatap nyalang.
"Pak Tristan mohon maaf saya permisi.." pamit Salsa. Ia dan Aditya pun pergi meninggalkan Tristan sendiri
Tristan pun menyugarkan rambutnya dan menghembus nafasnya nya dengan kasar. Ia masih tak percaya dengan pernyataan gadis itu.
Ia menatap nanar kepergian gadis itu hingga mata pria itu berkaca-kaca. ia berusaha menguatkan hatinya dan mengikhlaskan jika Salsa bukan jodohnya. Pria itu menghela nafas panjang
"aku mencintaimu mu Salsa.. dan aku akan selalu menunggumu.." batin Tristan dengan menatap nanar kepergian mereka.
"Maafkan aku pak Tristan.... aku tidak mau masalah ini terus menerus datang menghampiriku jujur aku sangat lelah.. aku sudah menentukan pilihanku, dan aku akan belajar mencintai Aditya mulai sekarang..." batin Salsa sambil jalan beriringan dengan Aditya.
"Maafkan aku Sayang tadi aku lepas kendali.." rujuk Aditya menoleh ke kekasihnya sambil jalan dan merangkul pundak Salsa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞
__ADS_1