Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 64


__ADS_3

Sekretaris kevin menghampiri Tristan untuk memberikan minuman pada tuannya, tetapi ia merasa aneh melihat tatapan mata Tristan sangat tajam melihat arah depan dan tuannya paling berdiri sendiri diantara tamu yang lain.


"Tuan ini minumannya.. " panggil Kevin telah menghampiri Tristan. Merasa tak ada jawaban dari tuannya, Kevin pun melihat ke arah podium. Ia kaget di sana ada nona Salsa yang selama ini di cari oleh tuannya.


"Pantas saja tuan muda menatap serius kedepan, ternyata ada nona Salsa.. syukurlah nona Salsa sudah ketemu.. tapi kenapa dia bersama tuan Rayyan.. apa mereka memiliki hubungan..??" batin Kevin bertanya-tanya


Sedangkan pria yang di samping Kevin itu, matanya masih menghunus tajam melihat mereka berdua di atas panggung rasanya ia ingin sekali menarik gadis itu sekarang juga.


"Salsa tidak akan kubiarkan kau lari lagi dariku...." batin Tristan dengan nafas masih memburu dan mata menatap tajam.


Salsa yang merasa dilirik oleh Tristan pun nafas nya terasa tercekat dan jantungnya sangat berdebar kencang, ia mencoba membuang pandangan ke arah lain supaya tidak gugup.


"Ya Tuhan.. lindungilah aku Tuhan.... " batin Salsa berdoa hingga gadis itu mengeluarkan keringat di dahinya.


"Kau kenapa seperti tegang.." bisik Rayyan dengan menatap heran


"Ah tidak kak aku hanya ingin cepat-cepat pulang saja.." bisik Salsa memohon


"Tetapi acara ini kan baru saja di mulai..." bisik Rayyan, ia tidak ingin Salsa cepat pulang karena ia sengaja ingin berlama-lama dengan gadis itu mumpung di bawa keluar kota malam hari.


"Tidak akan kubiarkan kau cepat pulang Sa..." batin Rayyan sembari mengusap bahu Salsa


"Tuan presdir bisa perkenalkan kekasih cantik anda ini di hadapan para tamu..." pinta MC


Salsa pun yang mendengar tersentak kaget mendengar ucapan MC tiba-tiba.


"Kak Rayyan ih.. " bisik Salsa kesal sambil mencubit pelan lengan Rayyan


"Salsa tapi ini benar kenyataan..aku benar mencintai kamu.. tolong bantu aku..." bisik Rayyan menenangkan gadis itu dengan mata menatap memohon pada Salsa.


Deg....


"Ya Tuhan...!! apa ini aku tidak ingin melukai perasaan pria lagi...aku lebih baik hidup cukup sendiri saja Tuhan.." batin Salsa teriak. Gadis itu berpikir, ia trauma mengingat kejadian satu tahun yang lalu hingga kehilangan Aditya. Maka dari itu ia enggan membuka hati pada pria lain.


"Tapi kak... " bisik Salsa menatap Rayyan untuk menolak, namun terputus karena Rayyan sudah merangkul pinggang Salsa dengan erat.


"Arghhh...." ucap Salsa tersentak kaget sambil menatap Rayyan berbicara dengan percaya diri. ia ingin melepaskan genggaman Rayyan namun sulit ditambah kondisi ballroom tamu yang sangat ramai. ia tidak mau menanggung malu sendiri karena hal ini.


"Perkenalkan kekasih ku ini nama nya Salsabila Maura panggil saja ia Salsa.." ucap Rayyan tersenyum wwwww sambil melirik gadis itu


"Kami telah menjalin hubungan berpacaran sudah satu tahun terakhir ini.. sangat cantik bukan kekasih ku..?? kami berdua sangat saling mencintai.." dusta Rayyan dengan bangga sambil mencium pipi gadis itu untuk meyakinkan para tamu


"Kak..." gumam Salsa kesal


Rayyan pun tak menghiraukan panggilan Salsa ia terus berbicara dengan percaya diri dan bangga di atas podium berada di samping Salsa.


"Wah.... wah ...benar cantik sekali nona Salsa kekasih tuan Rayyan.. " bisik bisik para tamu yang lain


Sedangkan dari kejauhan pria itu nampak kepanasan seperti tubuhnya tersiram air panas ia mendengar pernyataan dari Rayyan bahwa gadis itu telah berhubungan lama dengan rivalnya semasa kuliah dulu.


"Tidak.. Tidak mungkin Salsa meninggalkanku... ku yakin ini hanya salah paham.... " batin Tristan dengan wajah merah padam yang tak percaya. Ia yakin Salsa masih mencintai dirinya namun karena keluarga Tristan menolak kehadiran Salsa. Ia pun sangat yakin Salsa pergi darinya karena masalah itu


"Rayyan tidak akan kubiarkan kau mengambil Salsa dariku.." batin Tristan dengan wajah sangat murka melihat Rayyan menciumi gadis itu. ia juga melihat raut wajah Salsa seperti terpaksa mendapatkan perlakuan manis dari Rayyan. Dari situ ia yakin Salsa masih mencintai dirinya


"Kapan anda akan melangsungkan pernikahan dengan gadis ini..kami lihat gadis ini masih sangat muda bukan..?" Tanya MC pada Rayyan


"Secepatnya kalian tunggu saja undangan dari kami..." ucap Rayyan dengan percaya diri sambil tersenyum manis ke arah Salsa.


Wahh...Prok..prok... Prok


Riuh tepuk tangan pada seluruh tamu undangan kecuali Tristan yang masih sangat geram dengan sifat licik dari Rayyan. Ia tahu sifat-sifat Rayyan semasa mereka di kampus dulu.


Salsa yang mendengar pernyataan dari mulut pria itu yang sangat percaya diri seketika lemas lututnya.


"Tidak.... tidak... aku sama sekali tidak mencintai mu..!! " batin Salsa teriak

__ADS_1


"Baik untuk dukungan kalian saya ucapkan terima kasih.." pamit Rayyan dengan percaya diri


Prok...Prok...Prok... ( tepuk tangan para tamu )


Acara sambut menyambut telah usai, sekarang giliran acara jamuan makan malam untuk semua para kolega pengusaha yang datang. Rayyan dan Salsa juga turun dari panggung untuk ikut menghadiri acara makan malam bersama namun Salsa terus jalan meninggalkan Rayyan sendiri setelah mereka turun dari panggung.


"Salsa.. Sa... Salsa... " panggil Rayyan yang mengikuti jalan Salsa namun gadis itu sengaja tak mendengarnya ia terus jalan cepat mengarah pintu luar, tetapi lama-kelamaan ia tidak jalan melainkan lari tak tau arah setelah merasa sudah keluar dari lobby hotel.


Tak.....Tak....Tak.....


Gadis itu menangis sesenggukan sambil berlari


🍃🍃🍃


Sedangkan di lain tempat, pria itu tidak mengikuti acara jamuan makan malam seperi tamu yang lain melainkan ia mencari keberadaan Salsa yang setelah turun dari panggung bersama Rayyan, tiba-tiba mereka menghilang karena banyak tamu yang berdiri kesana kemari untuk melakukan jamuan makan malam hingga membuat pria itu kehilangan jejak mereka.


"Sial dimana mereka.." batin Tristan punya firasat buruk pada gadis itu dengan tangan bertolak pinggang dan mata menyorot tajam ke segala arah.


Merasa di dalam ballroom besar tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka, ia pun mencoba menanyakannya ke resepsionis


"Apakan Rayyan memesan kamar..??" tanya Tristan spontan.


"Beliau memesan Tuan.. maaf anda dengan siapa kalau boleh saya tahu karena menanyakan keberadaan Tuan Rayyan.. "jelas petugas itu


"Cepat katakan apakah mereka sudah masuk.." bentak Tristan


"Maaf tuan anda atas nama siapa..??kami tidak bisa .."ucap petugas itu terputus karena Tristan telah bicara.


"Cepat katakan saya ini temannya..!!"


"Baik tuan disini tuan Rayyan belum masuk ke dalam kamar..." jelas petugas itu terputus lagi karena Tristan sudah meninggalkannya


Tak....Tak....Tak....


Tristan lari ke arah luar mencari keberadaaan Salsa, ia khawatir Rayyan membawanya pergi tetapi itu tidak memungkinkan karena ini acara nya dia.


Pria itu pun menghembuskan nafas nya dengan kasar, ia mencoba pelan-pelan mencari keberadaan mereka agar bisa menemukannya.


"Kev.. tolong kau bantu aku minta kan CCTV dari hotel untuk keberadaan Rayyan sekarang..." pinta Tristan melalui telepon


"Baik Tuan.."


🍃🍃🍃


Tak...Tak...Tak.....


Sedangkan di tempat lain gadis itu lari tak tau arah hingga ia berhenti di sudut tembok ujung halaman hotel yang nampak gelap


"Hah..Hah...Hah..." nafas gadis itu tersengal kerena terlalu banyak berlari


"Salsa... kau kenapa..?" tanya Rayyan dengan menghampiri Salsa dari dekat.


Salsa pun menoleh ke arah belakang mendengar Rayyan memanggilnya


"Ka tolong kau jangan dekat aku.. aku ingin sendiri..!!" ucap Salsa dengan mundur perlahan


Rayyan mengetahui Salsa kenapa pasti karena dirinya tadi saat di panggung..


"Maaf kan aku Salsa membuat mu takut seperti ini..." ucap Pria itu sembari memeluk erat gadis itu


"Kak tolong lepaskan aku....!!" teriak Salsa dengan mendorong pelan Rayyan hingga pria itu mundur ke belakang


"Sa kau kenapa...!! tanya Rayyan tak terima gadis itu menolak pelukannya


"Aku ingin sendiri ka..!! tolong jangan ganggu aku...!! pinta Salsa dengan memohon

__ADS_1


"Hah.. aku tahu karena tadi aku bicara di panggung kan kau jadi seperti ini.. ? tanya Rayan dengan mendekati Salsa kembali


Salsa pun tak menjawab ia masih syok karena sikap Rayyan tadi yang tiba-tiba.


Greb...


Rayyan langsung memeluk erat tubuh Salsa..


"Tolong kau jangan menolak ku..!! aku sudah membuat pernyataan pada semua tamu... jangan membuat ku malu Sa...!! perintah Rayyan dengan memeluk erat, ia pun menghirup tubuh Salsa yang begitu wangi


"Ahh kau wangi sekali.." batin Rayan yang tak sadar mencium ceruk leher Salsa dengan lembut


"Arghhhhhhhh... " teriak Salsa menggema dan mendorong Rayyan ke belakang dengan kencang hingga pria itu mundur jauh ke belakang..


Deg


"Suara Salsa....." batin pria itu yang tiba-tiba jantungnya berdebar kencang mendengar teriakan gadisnya. Ia yakin firasatnya pada Salsa seperti terjadi apa-apa. Beruntung Tristan masih diluar ia pun langsung lari menyusuri asal suara Salsa tadi.


Tak...Tak... Tak....


"Salsa tunggu aku....." gumam pria itu sambil berlari


"Maaf aku tak sengaja..."ucap Rayyan dengan santai


"Sa.. kau harus terima perasaan cintaku ini..kau tau aku sudah sabar menunggu mu setahun ini sejak awal kita bertemu...aku sudah jatuh cinta sama kamu Sa..!!" perintah Rayyan dengan pernyataannya sembari jalan mendekati Salsa..


Salsa menggeleng-gelengkan kepalanya..


"Tidak..tidak... aku sama sekali tidak mencintaimu kak..tolong kau jangan paksa aku..!! ucap Salsa dengan jalan mundur pelan


"Sekali lagi ku peringatkan kau jangan membuat ku malu Sa..!!! kecam Rayyan dengan mata menatap tajam


Salsa pun ketakutan melihat raut wajah Rayyan seperti itu


"Kau tahu aku sudah tergila-gila dengan mu Sa..!! tapi selama ini aku selalu tahan...?? ucap Rayyan yang masih menatap tajam dan ia tertawa sumbang


"Apa perlu ku buktikan keseriusan cintaku ini pada mu.. " gumam pria itu dengan santai sambil menatap Salsa penuh cinta karena terbawa suasana dan tempat. Ia terus jalan mendekati Salsa hingga gadis itu mundur mentok ke tembok.


"Kak... tolongg...kau jangan seperti ini.. " pinta gadis itu menahan dada Rayyan agar tak menciumnya


Rayyan pun terus menahan pinggang Salsa agar gadis itu tidak kemana-mana..


"Aku menyukai mu Salsa...aku menyukai mu.... gumam pria itu yang yang mencium pipi dan leher gadis itu


"Arghhhhhhhh....kak jangan kak jangan .. gadis itu terus menangis sembari meronta perlakuan dari Rayyan


"Kau jangan menolak ku Sa.. aku janji akan membahagiakan mu.. gumam pria itu yang masih terus menerus menciumi leher Salsa..


Sedangkan gadis itu terus meronta dan memukul kencang dada Rayyan hingga pria itu tak menghiraukan ia terus melancarkan aksinya..


Hiks .. Hiks ....


Sedangkan dari kejauhan Tristan sudah menemukan mereka, pria itu pun sangat murka sekali melihat perlakuan Rayyan terhadap Salsa yang sangat biadab. Ia pun mengepal kuat tangan nya



"Salsa........!!!!!" teriak Tristan


Aduh Salsa Salsa .. pusing dah jadi orang cantik mending di rumah ajalah yak aman 🤭😂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku

__ADS_1


terima kasih 🥰💞


__ADS_2