Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 45


__ADS_3

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus gadis itu. Salsa pun langsung memegang pipi yang kesakitan hingga ujung bibirnya sedikit berdarah karena tamparannya sangat keras.


"Itu tamparan buat kamu karena kamu sudah berani menyentuh calon tunangan saya.." ucap wanita itu murka dengan mata menghunus tajam pada Salsa


Wanita itu pun juga melempar foto foto gadis itu di depan wajahnya, hingga foto itu jatuh ke lantai.


Salsa pun tersentak kaget sambil memegang pipinya yang sakit melihat foto ia dengan Tristan saat di apartemen kemarin.


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain di sebuah gedung menjulang tinggi nampak pria tampan itu telah mendapatkan informasi dari sekretarisnya, Ia datang ke kantor hanya sekedar memantau saja karena hari ini memang tidak ada jadwal kuliah.


"Tuan..nona Salsa telah di perlakukan kasar oleh nona Bela tuan... calon tunangan tuan Tristan.." ucap Tomi sekretarisnya


"Perlakuan apa yang kau maksud.."tanya Aditya geram penasaran


"Nona Salsa di tampar oleh nona Bela di kantin kampus tuan... permasalahannya karena nona Bela melihat langsung nona Salsa bersama tuan Tristan di apartemen tuan Tristan kemarin.


"Apaa......?? Aditya tersentak kaget mendengar gadisnya di tampar oleh Bela.


Ia sebenarnya tahu kalau kemarin Salsa bersama dengan Tristan, karena ia sengaja tidak memberikan kabar agar mood gadis itu baik. Yang ia pikirkan ada apa salsa dengan tristan kemarin.


Aditya memang sengaja meminta suruhannya untuk memantau Salsa di luar karena ia sudah berjanji akan menjaga jarak dengan gadis itu.


"Baiklah kau sementara tolong handle kantor dulu.." perintah Aditya


"Baik tuan..."


Aditya pun langsung bergegas keluar kantor menaiki mobilnya pergi menuju ke kampus., Beruntung jarak tempuh yang di tuju tidak jauh.


Mobil aditya pun melaju dengan cepat..


"Apa yang kau lakukan dengan Tristan kemarin Sa...batin Aditya berpikir sambil mengemudi


Brummmmmmmmmmm...


Mobil pun membelah jalan raya menuju kampus


🍃🍃🍃


"Ckkkkk.... kau tau yang apa kau perbuat itu sangat menjijikan..." Sarkas Bela dengan mata menatap tajam


Deg ...


Banyak mahasiswa mahasiswi melihat mereka dan bisik bisik membicarakan Salsa


"Wah... gue gak nyangka cewek dikenal diam ternyata menghanyutkan... "ucap mahasiswi lain

__ADS_1


"Iya jangan jangan dia sugar baby lagi.." sahut mahasiswi lain


"iya yah"


"Jangan percaya kita sama cewek model nya kalem kayak gitu.. dasar jelek-jelekin nama kampus aja.." ucap mahasiswi lain


Salsa pun merasa sakit dihatinya ia sudah merasa salah dengan wanita itu, ia juga sudah terlanjur malu karena semua foto-foto tersebut sudah di ketahui oleh semua orang. Tak terasa air mata nya pun turun seketika.


"Kau tahu gara-gara kau tristan jadi berubah ... hah.." teriak Salsa menggema ruangan kantin


"Dasar gadis murahan apa yang kau ingin kan dari Tristan apa kau butuh uang ?? hah...." teriak Bela marah


"Aku tahu hanya orang miskin seperti kau yang sengaja mendekati pria kaya agar kebutuhan kau tercukupi..!! Cih dasar murahan.."ejek Bela


Salsa tak terima atas tuduhan nya, ia pun kembali menatap tajam wanita itu..


Dari jauh Tristan tak sengaja melewati kantin, Ia melihat seperti ada keributan disana Tristan pun menghampirinya.


"Jangan asal kau merendahkan saya.." ucap Salsa datar dengan mata menatap sengit lawannya.


"Kau tidak tahu hal sebenarnya apa yang terjadi.. dia lah yang..." belum selesai Salsa bicara, Bela pun sudah menampar keras kembali hingga Salsa tersungkur di lantai


"Auuuuuwwh......." teriak Salsa kesakitan



"Saya tidak mau mendengar alasan dari kamu...!! ucap Bela sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Salsa


Ia ingin menendang Salsa dengan kakinya karena sudah marah sampai ke ubun ubun.


Kenapa kau tidak mati saja kemarin pas tenggelam... haaah... " murka Bela dengan mengangkat kaki satunya mengarah Salsa untuk menendangnya.


Salsa yang ketakutan hanya menunduk kepalanya.


"Berhenti kau Bela, kau ingin kaki mu patah karena ku...teriak Tristan murka melihat Bela ingin menendang Salsa.


"Aku tidak habis pikir perbuatan kamu itu benar-benar mencerminkan sifat kamu yang sebenarnya..." murka Tristan dengan menghampiri Bela


Plak......


Tamparan keras dari Tristan untuk Bela.


"Kau.... " Bela pun menghembuskan nafas dengan kasar sambil memegang pipinya


"Pergi kau dari sini ..." hardik Tristan pada Bela.


Kalian semua yang di kantin mohon maaf untuk keluar semua..pinta Tristan pada semua orang yang berada di kantin.

__ADS_1


"Yahh...huuhhh... ayo ayo..." seru mahasiswa lainnya


orang-orang pun yang berada di kantin pada keluar semua, kantin pun nampak sepi hanya ada mereka bertiga saja.


Melihat kantin sudah sepi, Tristan pun segera menoleh ke belakang menghampiri Salsa jatuh dan membantu gadis itu berdiri.


"Kau tidak apa..?? apa ada yang terluka ??" tanya Tristan dengan memegang kedua pundak Salsa melihat tubuh gadis itu takut kenapa-kenapa.



"Astaga bibir mu..." ucap Tristan terputus karena Bela bicara lagi .


Keduanya pun menoleh kebelakang.


"Tristan apa yang kau lakukan ??kau itu calon tunangan aku..." teriak Bela memohon sambil memegang pipinya yang kesakitan


"Apa kau sudah lupa dengan mantan istri mu Kak Tasya.. hingga kau lebih peduli dengan gadis itu.." jelas Bela


Salsa pun tersentak kaget mendengar nya.


"Berhenti kau bicara.. !! aku sudah peringatkan kau untuk tidak usah ikut campur dengan urusan ku.. " marah Tristan pada wanita itu sambil merangkul pundak Salsa.



Bela pun geram melihat sikap tak biasa dari Tristan.


"Apa kau tuli hah...?? aku peringatkan sekali lagi.. Kau tidak perlu ikut campur dengan urusan ku.. !! Aku lah yang lebih dulu mencintainya Salsa.. !! ucap Tristan tegas.


Ia pun menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sesaat untuk mejelaskan kembali pada adik mendiang istrinya agar wanita itu mengerti .


"Persetan kau...!!! kau jangan pernah bermimpi untuk menjadi pasanganku, pergi kau dari hadapanku, aku sudah muak melihatmu ..." teriak Tristan murka dengan mata menohok tajam pada Bela


"Sialan kau..." gerutu Bela sambil memegang pipinya.


"Gue akan balas gadis itu.." ucap Bela dengan menatap tajam pada Salsa. ia pun pergi sendiri meninggalkan mereka berdua.


Tristan pun tak menghiraukan cemoohannya Bela.. ia pun menoleh kesamping melihat keadaan Salsa.


"Ahh bibir mu..." ucap Tristan ingin mengusap bibir Salsa dengan saputangan nya yang ia ambil dari kantung celananya, tetapi terhenti mengusapnya karena ada yang seorang memanggil gadis itu.


"Salsaaaa ....... " teriak Aditya



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....

__ADS_1


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku


terima kasih 🥰💞


__ADS_2