Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 28


__ADS_3

Hujan deras tidak menghalangi orang-orang untuk beraktivitas, walaupun hujan kendaraan pun tetap memadati jalan raya, seperti di jalan raya dekat lampu lalu lintas ini.


Tin....tin......tin


Bunyi klakson kendaraan dari arah belakang mobil hitam itu,hingga membuyarkan lamunan pria di dalamnya.


"Haaaaahhhh..." Tristan menghembuskan nafas kasar sambil mengusapkan wajahnya dengan tangan satunya.


Hari ini hati pria itu sedang tidak baik, Ia lebih banyak diam, karena setelah pulang dari rumah gadis itu. Ia pun lebih baik menyibukkan diri dari pada memikirkannya.


Bruuuuuuuummmm...


Mobil pun melaju dengan cepat ke arah kantor.


🍃🍃🍃


Saat sudah sampai di kantor, Tristan jalan menuju ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.


"Haaahh.. " Tristan menghela nafas panjang dan melonggarkan dasinya asal. Tiba-tiba ponsel Tristan terjatuh ke lantai dari saku celananya, ia pun mengambilnya, tak sengaja karena ke pencet ponselnya ia melihat wallpaper ponsel nya itu gambar gadis yang ia foto diam-diam. Ia pun jadi mengingatnya



"Aku cemburu tapi tak sanggup berbicara, aku marah tapi tak bisa memarahi, aku ingin pergi tapi aku terlalu mencinta". batin Tristan


"Haaaaahhh.." Tristan menghela nafas panjang. Tak lama terdengar suara pintu dari luar membuyarkan lamunan pria itu.


Tok...tok...tok


"Masuk..." balas Tristan


"Hai..." jawab wanita itu


Tristan pun menoleh melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya..


"Ada apa kau datang kesini..." tanya Tristan menatap malas


"Ckkkkk... kau selalu saja begitu.." batin Bela


"Tristan..keluargaku nanti sore akan datang ke rumah mu sekedar silaturahmi dan mungkin membahas perjodohan " ucap Bela dengan santai


"Baiklah nanti aku kabarkan, pergilah kau aku tidak ingin di ganggu.. " ucap Tristan ketus


"Hah.. kau selalu saja begitu.." batin Bela kesal


"Aku lagi sibuk sudah lah aku tidak mau di ganggu saat ini..kita bisa ketemu nanti saat di rumah" balas Tristan malas


"Tumben dia sedikit baik..ada apa??" batin Bela senang


"Baik lah jangan lupa sore pulang cepat ada papaku.." ucap Bela mengingatkan


"Hmmmn"... balas Tristan


🍃🍃🍃

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, dua orang insan yang berbeda sedang saling menatap satu sama lain. Aditya sudah siuman dari pingsannya. ia sekarang sedang menatap manik mata gadisnya...


"Kak Adit.... syukurlah kakak sudah bangun.." ucap Salsa tersenyum senang sambil mengelus punggung tangan Aditya


Aditya langsung memeluk gadis itu tiba-tiba...



"Kak ada apa..." tanya Salsa heran


"Salsa jangan tinggalkan aku..." ucap Aditya dengan memeluk erat salsa


Salsa hanya diam tak membalas pelukan, kemudian ia ingin melepas pelukan Aditya..


"Kaa... kau ini sedang meracau yah.." ucap Salsa heran, ia ingin melepas pelukan Aditya tetapi Aditya semakin erat memeluk.


"Maaf kan aku Salsa, aku takut kehilangan mu.. Tolong berikan aku kesempatan Sa untuk mencintaimu.." ucap Aditya


Salsa hanya diam, tak membalas pelukan Aditya, tak lama Aditya pun melepas pelukan Salsa pelan-pelan.


"Saa... maaf membuatmu gak nyaman" ucap Aditya, ia melonggarkan pelukan Salsa dan menatap manik mata Salsa lebih dekat.


"Sa.." panggil Aditya


Salsa pun buyar dalam lamunannya, ia mengingat perasaan cinta dari Tristan kemarin namun rasanya berbeda dengan Aditya.


Deg


"Haaah... iya Kak.." balas Salsa buyar dalam lamunannya dan menatap kembali ke Aditya


"Kamu kenapa bengong, apa yang kau pikirkan.." tanya Aditya


"Hah tidak kak tidak.. Kak syukurlah demam kakak sudah turun", ucap Salsa tersenyum sambil memegang kening Aditya. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan tadi.


"Saa.. maaf membuat mu tak nyaman tadi" ucap Aditya sambil memegang pergelangan tangan Salsa


"Kak maafkan aku.." balas Salsa sambil menundukkan kepala


"Apakah hatimu sudah ada yang menempati?


Salsa menggeleng kepala dengan cepat..


"Hahh gak kak gak.. kamu kan tahu sendiri aku ini lebih ke fokus kuliah dulu kak.." ucap Salsa gugup


"Lalu kalau kamu sudah lulus kuliah boleh dong aku meminang kamu nanti.." goda Aditya sambil mencubit kecil hidung Salsa. Ia tidak mau gadisnya itu berubah menjadi membatasi diri dengan dirinya karena sikap tadi ia buru-buru akan menyatakan perasaannya.


"Kaaakkk sakiiiit ih...!! " teriak Salsa sambil memegang hidungnya dan tangan satunya menepuk lengan Aditya


Aditya pun hanya diam tak merasakan apa-apa, ia hanya menatap wajah gadis itu sambil memegang kedua tangan Salsa.


"Gimana pertanyaan aku tadi.. " ucap Aditya serius menatap manik mata Salsa


Salsa pun hanya diam, kemudian ia sengaja mengalihkannya dengan memberi cubitan kecil di pinggang Aditya. Kemudian ia beranjak dari lantai yang ia duduki menuju ke dapur meninggalkan Aditya sendiri.

__ADS_1


"Auwh... sakit Saa..." teriak Aditya sambil memegang pinggangnya kesakitan


"Hei kalau kamu ingin fokus kuliah kenapa bolos ke kampus hari ini..??"


"Itu karena aku urus kakak disini tiba-tiba kakak pingsan di tempatku" teriak Salsa menoleh ke belakang dengan raut wajah kesal


Aditya pun tersenyum senang hingga ia senyum-senyum sendiri mendengar jawaban dari Salsa. Tubuhnya sekarang sudah mulai fit setelah di rawat oleh gadis itu. Tak lama Salsa pun menghampiri nya membawa nampan berisi makanan.


"Ini sup ayam buatan ku kaa.. Habis kan ya kak..Oh iya maaf kak, setelah kakak selesai makan baru kakak pulang, tidak enak saya di lihat tetangga nanti" ucap Salsa


"Baiklah terima kasih Salsa sudah banyak merepotkan mu" ucap Aditya senang dengan menatap lekat wajah Salsa. Setelah itu ia memakan masakan Salsa dengan lahap


Salsa hanya tersenyum simpul melihat Aditya makan dengan lahap.


"Syukurlah kakak sudah sembuh" ucap gadis itu


🍃🍃🍃


Malam hari di kediaman keluarga besar Wiguna sedang kedatangan tamu dari keluarga tuan Wijaya mereka habis menyantap makan malam bersama tadi dan sekarang sedang berbincang-bincang antar keluarga di ruang tamu...


"Pak Damar bagaimana Tristan dengan putri saya.. " tanya Amar


"Saya juga mau cepat-cepat Tristan menikah dengan Bela, tetapi saya tidak memaksakan kehendak Tristan" balas Damar


"Hahaha... iya tidak apa-apa saya harap Tristan mau menikahi putri saya yang tinggal satu-satunya ini pak" balas Amar tersenyum.


Sedangkan di lain tempat, Tristan dan Bela sedang duduk santai di pinggir kolam renang setelah makan malamnya. Bela yang melihat Tristan banyak diam pun ia mengajaknya berbicara.


"Tristan bagaimana kelanjutan dengan perjodohan ini..?" tanya Bela tak enak hati


"Aku ikut saja .." jawab Tristan tak sadar, ia masih menatap kosong di depan kolam. Sepertinya ia masih memikirkan gadis itu hingga ia lebih banyak diam. Ia pikir dengan perjodohan ini ia bisa melupakan Salsa pelan-pelan, ia tahu gadis itu tidak akan membalas perasaaan cintanya juga.


"Hahhhh.... apa gue gak salah dengar?? salah makan apa dia.." batin Bela senang sambil melihat Tristan terus di sampingnya.


"Baiklah terima kasih sayang" ucap Bela tersenyum, Ia memberanikan diri dan merapatkan duduknya disamping Tristan dengan kepalanya ia taro di pundak Tristan, tetapi Tristan tidak menghiraukan dengan tatapan masih kosong kedepan.


"Akhirnya Tristan mau menerima aku..." batin Bela senang


Tak lama terdengar suara mobil datang dari halaman parkir.


Ckiiiiiiiitttttt...


"Ah tumben rumah ramai malam ini ada siapa di dalam" ucap Aditya di dalam mobil. Ia pun bergegas keluar dari dalam mobilnya. Ia biasanya pulang ke rumah jarang-jarang, hanya sedang ingin saja, biasanya ia lebih sering tidur di apartemennya.


Ceklek


Pintu mobil terbuka, Ia pun jalan dengan percaya diri. Malam ini hati Aditya sedang berbunga-bunga karena hari ini hampir seharian ia dengan Salsa di rumah gadis itu, walaupun sepertinya gadis itu masih belum menerima cintanya.


Sedangkan di tempat lain, mereka melihat kedatangan Aditya, Tristan melihat Aditya dengan senyum yang sumringah. Ia pikir adiknya pasti habis pulang dari rumah gadis itu. Tak terasa Tristan mengepal kuat tangannya.


"Pasti dia dari rumah Salsa.." batin Tristan


"Sayang ... Tristan.... " panggil Bela melihat Tristan ke samping. Tristan pun menoleh. Ia buyar dalam lamunannya.

__ADS_1


__ADS_2