
Deg
Salsa yang mendengar ketukan pintu dari luar seketika panik. Jantung Salsa pun berdegup kencang.
Tok....Tok....Tok....
Sayang kamu gak apa-apa kan ?" panggil Aditya dari luar pintu. Ia pun mengetok pintu kembali.
Tok....Tok....Tok....
Tristan yang melihat Salsa begitu panik, Ia pun tak enak hati dengan gadis itu akhirnya ia mengalah walaupun hatinya sangat tidak rela melepaskannya.
"Kau temui saja dia.. " bisik Tristan
Salsa pun tak menjawab ucapan dari Tristan, ia langsung melepaskan tangan Aditya dari pinggangnya dengan kasar.
"Minggir...!!" bentak Salsa sambil mendorong dada bidang Tristan, hingga pria itu mundur berapa langkah. Salsa pun jalan menuju pintu meninggalkan Tristan sendiri. Ia
tak menghiraukan panggilan dari Tristan.
Salsa...." panggil Tristan
Ceklek..
Pintu pun terbuka Salsa langsung cepat menutup pintu itu. Kemudian Salsa menghela nafas panjang.
Aditya yang melihat Salsa sudah keluar dari pintu, ia langsung memeluk gadis itu..
"Ahhh... syukurlah kukira kau kenapa.. kamu sampai bikin aku khawatir sampai aku punya firasat buruk sama kamu Sa..." ucap Aditya lega sambil mengusap rambut gadis itu dan merangkup pipi Salsa.
"Kak Adit maaf kakak jadi menunggu lama .." ucap Salsa sambil memegang tangan Aditya di pipinya, dalam hati gadis itu, ia merasa sangat bersalah pada Aditya.
"Kamu tahu kau buat aku khawatir Sa.." ucap Aditya serius
"Itu hanya perasaan kakak saja.. Maaf sudah buat kakak khawatir.. " ucap Salsa sambil memeluk Aditya dan mengusap bahu kekasihnya agar hati pria itu tenang.
"Iya tidak apa-apa " ucap Aditya sambil mengusap rambut Salsa dan mencium kening gadis itu.
"Ayo Kak kita sambil jalan..." ajak Salsa. Ia takut ada Tristan nanti tiba-tiba keluar dari toilet dan kalau Aditya melihatnya khawatir bisa terjadi perkelahian nanti.
"Baik lah ayo.." Aditya pun jalan bersama dengan Salsa sambil merangkul pinggang gadis itu.
"Kamu kemana saja di toilet lama sekali aku panggil tidak menjawab..?" tanya Aditya penasaran sambil jalan bersama.
"Ehh..itu kak aku habis buang air kak sakit perut?" jawab Salsa gugup
"Wajah kamu kenapa agak pucat..?" tanya Aditya penasaran
"Iya kak itu karena aku sakit perut.." jawab Salsa sekenanya
"Mau aku antarkan ke dokter Sa.." pinta Aditya menawarkan diri
"Ahh tidak perlu kak aku sudah mendingan kok..." balas Salsa dengan tersenyum
"Baiklah... ayo kita kesana sekarang akan ada acara potong kue... "ajak Aditya antusias
πππ
Sedangkan di balik pintu toilet wanita nampak seorang pria sedang mendengar pembicaraan gadisnya itu bersama rivalnya yang ia anggap saingan dalam mendapatkan cinta gadis itu. Saat Salsa sudah pergi bersama Aditya, Kemudian ia pun keluar dari pintu toilet dan menatap kepergian gadisnya.
"Setidaknya biarkan aku terus mencintaimu dalam diam, meskipun aku tahu perasaan ini tak terbalaskan.." gumam Tristan dengan menatap nanar pada kedua sejoli itu.
πππ
__ADS_1
Lantunan lagu melow menghiasai seluruh ruangan ballroom ini, seakan mewakili perasaan yang di alami oleh gadis cantik itu.
π΅π΅Oon- Myung...π΅π΅
( Ost. Full House )
Gadis cantik itu seperti sedang melihat kue ulang tahun besar yang di bawa oleh pelayan, padahal sebenarnya gadis itu sedang menatap kosong. Pikiran ia terngiang-ngiang oleh ucapan Tristan tadi saat ia bersamanya.
"Maafkan aku Salsa, karena aku egois kamu jadi begini, aku akan tetap selalu menunggumu " batin Tristan dengan menatap nanar Salsa dari jauh. Ia pun pergi mencari udara segar di luar Villa dari pada melihat mereka berdua bermesraan.
"Sayang apa kamu tidak enak badan, kulihat kamu dari tadi banyak diam ?" tanya Aditya penasaran
"Aah tidak Kak.. aku sedang melihat kue ini sangat besar dan bagus sekali.." ucap Salsa dusta, dan tersenyum manis di hadapan Aditya.
"Benar kah kamu suka..." tanya Aditya antusias
"hmmmp..." jawab Salsa mengangguk, dalam hati ia sedang sedih tak terasa mata ia sedikit berkaca-kaca saat Aditya sedang melihat kue itu, tetapi sedetik kemudian ia mengedip-ngedipkan matanya agar tak terlihat merah dan tidak terlihat oleh Aditya.
"Ayo kita potong kue nya sayang..." ajak Aditya antusias sambil menggandeng tangan Salsa.
Salsa pun mengangguk, dan mengikuti Aditya
"Mana tanganmu ? aku mau kamu yang potong nanti, biar aku yang akan bantu kamu dari belakang.." pinta Aditya sambil menengadah satu tangannya
Salsa hanya mengangguk tanpa penolakan ajakan Aditya. Mereka pun mengikuti sesi acara potong kue.
"Wah Adit kue pertama untuk siapa nih Dit... " celetuk tamu yang lain
"Iya ayo.... ayo....ayo.... "sorak tamu yang lain
Aditya melihat para tamu yang sangat antusias, ia pun pastinya kue pertama untuk kekasihnya. Kemudian Aditya menatap Salsa untuk meminta ijin.
Salsa hanya mengangguk saja, tanda mengiyakan. Mereka pun saling suap menyuap kue.
"Yeahhh..... " sorak tamu yang lain pada tepuk tangan
πππ
Tak jauh dari pasangan kekasih yang baru saja merayakan kebahagiaan nampak seorang wanita yang terus meremas kedua telapak tangannya.
"Gue bakalan habisin cewek itu sekarang.. " gumam wanita itu yang marahnya sudah sampai ke ubun-ubun.
"lo yakin sekarang..." tanya sahabatnya
"iyah.. " balasnya yakin
"Kalau gue gak bisa dapat dia kenapa dia juga gak..." gumam wanita itu dengan senyum smirk nya.
πππ
Semakin malam tamu pun semakin ramai memadati ballroom ada yang sekedar makan-makan, berbincang atau berdansa. Tetapi tidak dengan gadis itu ia tidak begitu suka tempat keramaian..
"Kak Adit boleh kah aku keluar sebentar aku mau menghirup udara segar di luar, disana pemandangannya indah banget kak..??" ucap Salsa , sebenarnya ia ingin sendiri menenangkan hati
"Boleh aku temani kamu yah.." pinta Aditya menawarkan diri. Aditya meminta mantel pada pelayan untuk dibawakannya. Karena di luar pasti udara sangat dingin.
Tak jauh dari mereka ada yang seseorang yang mengikuti mereka pergi.
πππ
Kedua sejoli itu sudah sampai di halaman depan Villa, tempatnya sangat indah disuguhi pemandangan danau dan barisan bukit-bukit cantik
__ADS_1
"Wah... aku suka banget tempat seperti ini.."ucap Salsa takjub sambil menutup mulutnya
Aditya pun tersenyum lucu melihat tingkah kekasihnya, Kemudian ia membantu memakai mantel itu pada pundak Salsa.
"Eeh Kak... "ucap Salsa kaget dan menengok ke Aditya
"Udara diluar sangat dingin, apalagi dsini dekat bukit" bisik Aditya
Salsa pun mengangguk, dan memegang erat mantel milik Aditya. memang udara disini sangat dingin.
Aditya pun mengajak Salsa duduk di pinggir danau.
"Wah.. indah nya coba kalau pagi.. pasti sangat lebih cantik.." gumam Salsa takjub
"Kalau kamu mau aku bisa setiap saat kita bisa kesini.." pinta Aditya
"hmmmmp.." Salsa hanya menggangguk
Tak lama mereka santai berdua di pinggir danau, tiba-tiba ponsel Aditya berdering.
Kringggggg.....
Aditya pun merogoh saku celananya dan mengangkat telepon dari sekretarisnya.
Aditya :
Halo..
Iyah
Baiklah aku akan menemuinya, terima kasih Tom..
Aditya pun langsung mematikan ponselnya, kemudian ia meminta ijin pada Salsa bahwa ada tamu rekan bisnisnya datang. Aditya memang mempunyai bisnis dari hasil kerja keringat sendiri ia melakoninya sejak ia masuk kuliah..
"Sayang apa kamu mau ikut aku ? ada rekan bisnis yang ingin bertemu denganku..Mungkin ingin memberikan selamat saja..apa kamu mau ikut ?" pinta Aditya menawarkan diri
"Tidak kak, kakak sendiri saja.. aku masih ingin disini..tidak apa-apa kok aku sendiri.." balas Salsa tersenyum
"Tapi aku khawatir kamu sendirian di sini.." ucap Aditya resah
"Tidak kak.."jawab Salsa meyakinkan
"Baik lah kalau kamu mau begitu, aku tidak akan lama.." pamit Aditya
Salsa pun hanya mengangguk.
Kemudian Aditya pergi meninggalkan Salsa sendiri, tetapi seketika ia berhenti di tengah jalan seperti punya firasat tidak enak. Aditya pun balik kembali menghampiri Salsa dan memeluknya.
"Hah ada apa kak.." tanya Salsa kaget dan mengusap bahu Aditya.
"Aku khawatir meninggalkan kamu sendiri..ucap Aditya resah sambil memeluk Salsa.
"Hah tidak kak.. aku disini aja kok tidak kemana-mana.. ucap Salsa
"Baiklah aku janji tidak akan meninggalkanmu lama .." ucap Aditya melonggarkan pelukannya dan mencium kening Salsa
Salsa hanya mengangguk, kemudian Aditya pun pergi meninggalkan Salsa sendiri.
Salsa menghela nafas panjang sembari menghirup udara sejuk di malam hari. Ini yang ia tunggu-tunggu hanya sekedar sendiri untuk menenangkan hati dan pikirannya.
"Haaaahhhhh...." Salsa menghirup udara banyak sambil tersenyum, sambil menikmati pemandangan malam hari di pinggir danau.
Tiba-tiba datanglah seseorang menghampiri Salsa, tanpa banyak basa basi ia sengaja langsung mendorong gadis itu agar jatuh di pinggir danau
__ADS_1
"Akkhhhhhhhhh........" teriak Salsa
Byuuuuuuuuuur.....