Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 33


__ADS_3

Dari kejauhan pada sepasang kekasih yang baru saja jadian itu, nampak seorang wanita cantik sedang mengepal kuat tangannya.


"Sialaaaaaan cewek sok lugu itu berani-beraninya..l! " geram wanita itu, setelah melihat adegan ciuman antara Aditya dan Salsa di sana.


"Kenapa Re panas lo hahahhaah... makanya apa gue bilang ikutin cara dari gue.." ejek Kia pada Renata


"Sialan lo..!! balas Renata kesal karena disindir


"Gimana rencana lo nanti.. " tanya Kia


"Gue mau singkirrin cewek sok lugu itu dulu.." ucap Renata sambil menatap tajam pada gadis itu dengan melipat kedua tangannya di dada dan tak lupa dengan senyum smirk nya.


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain, jantung Salsa berdegup kencang setelah di tatap oleh Tristan. Tatapan tajam dari pria itu membuat Salsa bergidik ngeri seperti ia mempunyai kesalahan yang fatal, gadis itu pun mencoba melonggarkan pelukan pada Aditya dan menatap pria itu.


"Kak Adit maaf aku kebelet pipis, aku ijin ke toilet dulu ya kak sebentar.. " ucap Salsa memohon, Sebenarnya ia malas melihat Tristan ada di sini menatap tajam dirinya tetapi, ia juga sekalian menenangkan hati dan pikirannya di toilet.


"Baiklah mau aku antar sayang..." pinta Aditya menawarkan diri


"Ahh.. Kak tidak perlu aku bisa sendiri kok.. " balas Salsa dengan tersenyum


"Baiklah hati-hati yah..." ujar Aditya sambil memegang telapak tangan gadis itu seperti tidak mau di tinggal jauh.


Salsa pun hanya mengangguk, dan melepaskan pegangan tangan Aditya.


Salsa jalan menuju ke toilet sendiri, ia tak sadar bahwa ada seseorang yang mengikutinya dari jauh.


🍃🍃🍃


Suasana di toilet nampak begitu sepi, Salsa segera buang air kecil di sana ia tidak mau berlama-lama di tempat baru.


"Haaaaahhh..." Salsa pun menghela nafas setelah selesai buang air kecil. Kemudian ia merapikan dress dan penampilannya di cermin dinding dalam toilet tersebut. Setelah semua sudah beres, ia pun membuka pintu toiletnya.


Kreeeeeeggg....


haaaaammmmmppp..... " teriak gadis itu. Tiba-tiba saja mulut Salsa di bungkam oleh seseorang dari belakang tubuhnya.


"Tenang ini aku.... " bisik seseorang di balik telinga gadis itu.

__ADS_1


Kulit gadis itu seketika meremang, ia pun kaget melirik sedikit matanya melihat siapa yang di belakangnya.


Tristan langsung membalikkan tubuh Salsa dan mendorong pelan gadis itu ke dinding. Tanpa sadar bibir Tristan menempelkan pada bibir mungil Salsa dan kedua tangan Tristan menahan di dinding agar gadis itu tidak kemana-mana.


Deg


Salsa seketika bungkam merasakan bibir lembut Tristan yang kini menempel pada bibir mungilnya. jantungnya pun merasakan berdebar-debar.


Tristan yang sedikit terpengaruh oleh alkohol pun ia tak sadar mencium Salsa. Tiba-tiba ia berdecak sebal karena gadisnya itu tidak membalas ciumannya.


"Kenapa kau tidak membalas ciumanku ?" racau Tristan dengan merangkup pipi gadis itu.


Salsa hanya diam tak bergeming, mata ia terus menatap Tristan dengan jantung yang masih berdegup kencang.


Tristan melihat wajah Salsa malam ini benar-benar sangat cantik sekali, melihat bibir ranumnya saja sudah buat candu oleh Tristan hingga pria itu menelan salivanya sendiri. Ia jadi membayangkan saat Salsa berciuman dengan Aditya, hingga ia kesal sendiri ingin menghapus jejak rivalnya itu di bibir ranum Salsa. Tidak ada jawaban dari Salsa, Tristan pun mengecup lembut bibir Salsa lagi.


Cup


Untuk kedua kalinya Tristan menempelkan bibirnya pada bibir Salsa. Namun kali ini, Tristan bukan hanya menempelkan melainkan ********** hingga Salsa membulatkan bola matanya.


Awalnya Salsa menolak ciuman yang Tristan berikan. Namun karena ciuman Tristan begitu lembut ******* di bibirnya ia terbuai akan suasana yang di dapat. Entah apa yang ia rasakan, Salsa seperti melampiaskan perasaannya sendiri akhir-akhir ini pada pria itu.


Tristan senang ciumannya terbalas oleh Salsa, berarti secara tidak langsung Salsa membalas perasaannya.


"Aww...." pekik Tristan saat merasa bibirnya digigit cukup keras oleh Salsa.


"Lepaskan aku..." ucap Salsa yang sudah tersadar akal sehatnya dan mata gadis itu sedikit berkaca-kaca. ia begitu merutuki kebodohan dirinya yang telah terbuai oleh permainan yang Tristan lakukan. Ia mengingat Aditya yang sekarang sudah menjadi kekasihnya.


Tristan pun juga tersadar, tangan ia masih memegang pinggang Salsa dan tidak mau melepaskannya. Ia melihat manik mata Salsa seperti sebuah penyesalan.


"Maaf kan aku Salsa... tolong jangan tinggalkan aku.." ucap Tristan lirih langsung memeluk gadis itu, agar gadis itu tidak merasakan trauma.



"Aku mencintaimu Salsa.. aku akan selalu menunggumu.." bisik Tristan yang masih memeluk Salsa


Salsa tidak membalas pelukan Tristan mata ia masih berkaca-kaca, ia benci dengan diri sendiri akan pilihannya ini, ia tidak tahu cintanya akan arah kemana.


__ADS_1


🍃🍃🍃


Sedangkan di tempat lain, seorang pria tampan itu sedang di kerumuni oleh cewek-cewek kampus yang biasa menggodanya. ia di ajak ngobrol oleh para fansnya mumpung pacar Aditya sedang tidak ada. Aditya pun risih dengan kehadiran fans fanatik nya yang datang tiba-tiba. Ia ingat gadisnya belum datang-datang juga dari toilet. Pikiran ia gusar takut terjadi apa-apa pada gadis itu


"Salsa kemana sih 15 menit ke toilet kok belum datang-datang juga..." gumam Aditya resah


"Aku akan temui saja lah ke toilet.."


batin Aditya, ia seperti mempunyai firasat tidak enak pada gadisnya.


Aditya pun memutuskan menemui Salsa ke toilet.


"Maaf aku ada perlu sebentar, permisi..." ucap Aditya pada fansnya


"Yah kak Adit... ucap perempuan yang lain


"Kak Adit nanti kesini lagi yah.. ucap perempuan yang lain dengan nada genit.


Aditya pun jalan menuju toilet membelah kerumunan para fansnya. Ia tidak peduli panggilan dari fans fanatiknya memanggilnya terus, yang ia pikir ia harus cepat menuju ke toilet. Ia khawatir akan gadisnya itu kenapa-kenapa.


🍃🍃🍃


Di dalam toilet nampak 2 insan sedang berpelukan.. keduanya sedang diam dengan hati dan pikirannya masing-masing. Tiba-tiba Tristan pun melonggarkan pelukannya.


"Salsa tolong maafkan aku.. " ucap Tristan penuh harap dengan menatap lekat wajah gadis itu sambil memegang pundak gadis itu.


Tak berselang lama terdengarlah suara ketukan pintu dari luar....


Tok... tok... tok...


Salsa.....sayanggggg.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pesan Author : Halo kakak-kakakku dukung novel pertama ku ini yah...


Jangan lupa bila kalian suka, tekan like, komen, subscribe, vote juga bintangnya yah...


Dukungan kalian sangat membantu Author untuk semangat berkarya..

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua 😘🥰💞


__ADS_2