
Pria itu diam termenung menatap kosong ke depan, setelah Bela sudah pergi jauh.
"Apakah mama sudah tahu semuanya... " batin pria itu nampak berpikir, mungkin ibunya telah mengetahui hubungan antara dirinya, Salsa juga Aditya. Ia berpikir ada sesuatu yang tidak beres dengan ibunya, mengingat tiba-tiba Salsa tidak ada. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada gadis itu, dengan segera ia pun mencari keberadaan Salsa terlebih dahulu.
πππ
Ckiiiiiiiitttttt....
Mobil pun telah berhenti di depan halaman rumah Salsa. Tristan langsung membuka pintu mobil dan menghampiri pintu depan rumah gadisnya.
Tok...Tok...Tok....
Salsa....Salsa...... " panggil Tristan
Tok...Tok...Tok....
Salsa... Salsa....... " panggil Tristan
Tok...Tok...Tok....
"Salsaaaaaa....." teriak Tristan
Brakkkk... (Pintu rumah dipukul kencang oleh Tristan)
"Sial tidak ada di jawaban.." gumam Tristan emosi, dengan tangan keduanya bertolak di pinggang
Ia pun melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan waktu sore hari.
"Ckkkk...kemana Salsa..?? kalau dia pulang harusnya sudah sampai dari tadi.." gerutu Tristan. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada Salsa. Ia berpikir lebih baik ia bertemu terlebih dahulu dengan ibunya untuk meminta penjelasan dan baru mencari Salsa kembali. Ia pun langsung jalan menuju ke mobilnya.
Brakkkk... (pintu mobil langsung ditutup kencang)
Akhirnya mobil jalan melaju menuju kediaman orang tuanya.
Bruuuuuuummm.......
πππ
Sedangkan di tempat lain gadis itu sedari tadi termenung sendiri di dalam bus, dengan kondisi mata sudah sembab. Beruntung bus tersebut dari tadi dalam kondisi sepi.
"Tuhan.. apa yang harus aku lakukan.. Hiks...Hiks... " batin gadis itu menangis dalam diam.
"Kenapa engkau memberikan ujian ini bertubi-tubi pada ku...?? Apa yang harus aku lakukan Tuhan..?? Aku sungguh tak sanggup dengan ujian yang kau berikan ini..?? batin gadis itu menangis dalam diam, hingga ia menepuk dadanya pelan agar suara tangisannya tak terdengar
Hiks..Hiks..Hiks..
Suara tangisan Salsa akhirnya terdengar lirih di dalam bus, ia pun tak enak hati takut di dengar oleh orang-orang di sekitarnya, dengan segera ia menyeka air mata di pipinya hingga kelopak mata gadis itu agak bengkak.
Gadis itu menghela nafas panjang dan menatap kosong kedepan sambil berpikir.
"Aku harus meninggalkan kota ini.." batin gadis itu dengan mantap sambil mengangguk-angguk kepalanya
__ADS_1
"Iyah.. aku harus meninggalkan kota ini.. " batin gadis itu dengan menghela nafas panjang kembali. Ia pun kembali melihat pemandangan di balik jendela bus, untuk melupakan kejadian hal siang tadi.
Tiba-tiba kondektur bus datang menghampiri Salsa.
"Maaf nona anda mau turun di mana? Sedangkan bus ini sudah dua kali bolak-balik menuju terminal, tapi saya lihat anda tidak turun-turun ..? tanya pria itu
"Ahh.. maaf pak tadi saya ketiduran sampai saya tidak tahu.. ." dusta Salsa dengan tersenyum kecut.
"Pak mohon maaf apakah anda bisa antarkan saya kembali ke jalan xxx..." pinta Salsa pada bapak itu
"Baik nona..."
"Terima kasih.." ucap gadis itu tersenyum dan kembali melihat pemandangan di balik jendela bus.
πππ
Brakkkk..... (Pintu rumah dibuka kencang oleh Tristan)
Rita yang yang didalam rumah sedang duduk menonton TV pun kaget, menoleh ke arah pintu siapa yang datang.
"Kau anak macam apa..?? tidak tahu sopan santun.. kalau buka pintu tidak ketuk dulu..." bentak Rita menatap tajam pada Tristan.
Tristan datang dengan nafas memburu melihat Rita menatapnya juga.
"Aku tidak peduli..!! Apa yang sudah mama lakukan oleh Salsa tadi siang di taman..?? ucap Tristan dengan nada penekanan.
"Hah... anak pembuat celaka anakku Aditya..." ucap wanita itu sambil melipat kedua tangannya di dada dengan menatap ke sembarang arah.
"Kau tahu sendiri kan gadis itu yang telah membuat Aditya kecelakaan... " bentak Rita dengan menatap kembali Tristan
"Mah... apa yang kau lakukan dengan Salsa .." tanya Tristan dengan geram
"Aku telah menamparnya... " ucap wanita itu dengan santai.
Tristan yang mendengar pun tak percaya ibunya bisa berbuat seperti itu.
"Apakah kau peduli dengan gadis itu Tristan..??Aku tak sudi punya mantu macam perempuan itu telah mencelakakan Aditya .." ucap wanita itu dengan penekanan.
Tristan pun geram menatap ibunya dengan raut wajah marah dan mengepal kuat tangannya.
"Apakah mamah tidak bisa menerima akan takdir Tuhan..!! semua yang terjadi bukanlah rencana dari Salsa mah..!!" ucap Tristan dengan nada penekanan
"Tidak... Aku tidak bisa terima.. harusnya anakku Aditya sekarang masih hidup saat ini..." balas Rita singkat
"Hah.... " gumam Tristan dengan mengusap wajahnya dengan kasar dan tangan keduanya bertolak pada pinggang
"Percuma saya bicara dengan mu tidak akan menyelesaikan masalah.." gumam pria itu dengan nada penekanan. Ia pun langsung pergi meninggalkan ibu nya sendiri.
"Tristan apa yang kau lakukan dengan mama mu ini...?? teriak Rita memanggil
"Aku tidak peduli dengan ibu macam seperti mu yang seenaknya berbuat kasar pada perempuan...!! Jangan terlalu mengatur hidupku...!! aku masih bisa mengatur pilihan hidupku sendiri..!!" ucap Tristan ketus dengan memunggungi ibunya.
"Dasar Tristan kau anak durhaka...!!." teriak Rita
__ADS_1
Tristan pun tak mendengar ia terus jalan menuju pintu untuk keluar...
Brakkkk.... (Pintu ditutup kencang oleh Tristan)
πππ
Sore menjelang malam pun telah tiba. Di dalam mobil pria itu sembari berdoa mencari keberadaan Salsa, ia telah mencari dimana-mana tetapi gadis itu tetap tidak ada.
"Tuhan tolonglah jaga Salsa... semoga ia tidak terjadi apa-apa Tuhan..." batin Tristan seperti punya firasat buruk, mengingat ucapan ibunya telah berbuat kasar pada Salsa.
"Hah...." gumam pria itu dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku akan mencoba mencari di rumahnya.." gumam Tristan dengan yakin. Ia pun memutar balik kemudinya menuju rumah gadis itu.
Ckiiiiiiiitttttt......
Bruuuuuuummm....
Mobil pun melaju cepat menuju rumah Salsa.
πππ
Di sebuah sudut ruang kamar kecil, nampak gadis itu sedang mengemas baju-baju pada koper yang akan ia bawa pergi malam ini.
"Ibu maaf kan aku bu..aku tidak sanggup melanjutkan kuliah disini lagi... universitas yang ibu banggakan itu.." batin Salsa dengan menundukkan kepala seperti menyesal.
"Disana pun namaku juga sudah tercoreng buruk bu.. aku tidak mau berlama-lama di bully oleh teman-teman lagi...aku ingin memulai hidupku baru lagi bu.. tanpa ada yang menggangguku lagi..." batin gadis itu sembari menyusun baju-bajunya ke dalam koper.
Tak lama ia pun telah beres menyusun baju-baju ke dalam koper, kemudian ia kembali bercermin untuk melihat penampilannya lagi.
"Selamat tinggal kamarku ini.. aku rindu sekali dengan kasur empuk mu itu.." gumam gadis itu dengan melihat pantulan ranjang dari cerminnya. Ia pun dengan lemas meninggalkan kamar itu sambil menyeret koper menuju pintu depan rumahnya.
Ckiiiiiiiitttttt.......
Mobil hitam Tristan telah sampai di depan halaman rumah Salsa, ia pun dengan segera membuka pintu mobil dan menghampiri pintu rumah Salsa
Braaakkk...... (Pintu mobil ditutup kencang)
Salsa sedang membuka pintu depan dan mengunci kembali pintu rumahnya, saat balik kanan ia tersentak kaget melihat Tristan sudah ada di depannya
Tristan menahan tangan gadis itu untuk tidak pergi..
"Salsa kumohon kau janganlah pergi dariku....." ucap Tristan lirih dengan menahan pergelangan tangan Salsa.
Kira-kira pergi gak yak Salsaππ€§
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
__ADS_1
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih π₯°π