Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 30


__ADS_3

Tristan yang mendengar ada sesuatu terjatuh dibelakangnya, Ia pun segera menoleh dan menangkap tubuh Bela agar wanita itu tak terjatuh dari lantai.


"Auucchhh kaki ku sayang sakit banget aduh .. " ucap Bela kesakitan sambil memeluk Tristan. Memang ia acting di depan Tristan tetapi kenyataanya, ia benar-benar nyata kakinya memar seketika. Karena ia sengaja menabrak meja agak keras.


"Sial kaki gue yang sakit beneran.. tidak apa-apa lah yang penting gadis tengik itu lihat dan pergi dari ruangan ini nanti.. " batin Bela yang masih dalam posisi memeluk Tristan.


Tristan yang dipeluk oleh Bela pun merasa tak enak hati dengan Salsa jika gadis itu melihatnya, ia menatap Salsa bukan Bela dalam pelukannya.


Deg


Salsa yang melihat interaksi antara mereka berdua pun, ia segera membuang muka. Hatinya saat ini sangat perih tetapi ia segera menepisnya. Untungnya, pekerjaan gadis itu sudah selesai ia pun bisa cepat-cepat ingin keluar dari ruangan ini.


"Auuuch auchh... sakit sayaaangg .." teriak Bela pura-pura sambil memegang telapak kakinya.


Tristan pun merasa di panggiI menoleh ke arah Bela, tak tega dengan wanita itu karena kesakitan. Ia pun segera mengendong Bela seperti bridal style dan dibawa ke tempat duduk sofa tamu.


Salsa yang melihat pun ia ingin segera keluar ruangan, Ia juga tidak mau menjadi nyamuk di ruangan ini. Salsa pun inisiatif menghampiri Tristan di sofa tamu.


"Pak Tristan maaf tugas saya yang bapak berikan sudah saya selesaikan.. " ucap Salsa sambil menundukkan kepalanya.


"Hmmmm..... kamu simpan saja di meja saya.." ucap Tristan masih membantu Bela untuk tidurnya di sofa, tanpa menengok ke arah Salsa.


Deg



"Kenapa dia acuh sama aku seperti itu, padahal kemarin dia baik bahkan menyatakan cinta sama aku, tapi nyatanya... hah.." batin Salsa, mata ia sedikit berkaca-kaca, kemudian ia segera mengedip-ngedip kan matanya agar tak terlihat merah.


Salsa menghela nafas panjang untuk membuyarkan lamunannya..


"Baik pak.. terima kasih saya keluar dulu.. " ucap Salsa tak lupa ia tersenyum palsu dihadapan mereka.


Bela yang melihat interaksi antara mereka berdua pun tersenyum senang.

__ADS_1


"Ahh...akhirnya gadis tengik itu sudah keluar juga gak sia-sia aku berakting sampai kesakitan juga.." batin Bela senang.


Salsa pun dengan cepat keluar dari ruangan dosen itu. Tristan hanya menatap nanar kepergian Salsa..



"Maafkan aku begini Sa...." batin Tristan. Entah apa yang ia rasakan hati Tristan sebenarnya ingin memeluk gadis itu dari belakang tapi ia ingat mengingat hal kemarin gadis itu bersama Aditya.


"Sial Tristan masih saja melihat gadis tengik itu.." batin Bela saat melihat tatapan Tristan pada Salsa seperti penuh harap


"Tristaaannnn.... Auucchhh sakiiiit aku... "teriak wanita itu dengan aktingnya, sambil memegang telapak kakinya yang sakit.


Tristan pun menoleh ke Bela hingga membuyarkan lamunannya.


🍃🍃🍃


Sore hari ini di Mall terbesar di kota tersebut nampak seorang pria tampan sedang bingung memilih perhiasan mana yang bagus untuk seorang gadis yang ia sukai.


"Sepertinya cantik sekali kalau dia yang pakai..." ucap Aditya tersenyum sambil membayangkan ia memakai kan kalung itu ke gadisnya. Hari ini pria itu sedang berbunga-bunga, entah apa yang ia rasa seperti orang jatuh cinta padahal gadisnya sendiri saja masih enggan membuka hatinya sama pria. Ia rencana ingin menyatakan perasaannya lagi dengan romantis dan memberikan hadiah kalung liontin berlian ini pada gadis itu nanti saat ia ulang tahun.


"Baik tuan .." ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya.


Tak berselang lama pelayan pun datang membawa bungkusan kotak berlian


"Ini tuan pesanannya, terima kasih sudah mengunjungi toko kami.."ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


Aditya pun hanya tersenyum mengangguk membalas pelayan itu. setelah beres belanja ia keluar dari toko perhiasan.


"Salsa semoga kamu nanti suka yah dengan hadiah yang aku kasih.." ucap Aditya tersenyum dengan percaya diri sambil memegang kotak kecil berliannya.



Ia pun bergegas pulang dari Mall menuju parkiran basemen dan pulang ke apartemennya.

__ADS_1


🍃🍃🍃


Malam hari ini langit sangat begitu cerah banyak bintang bertebaran di langit yang gelap dan membawa hawa sejuk siapa pun yang merasakan, tetapi tidak seperti gadis cantik itu, Ia merasakan ada seseorang yang mengganjal di hatinya. Gadis itu baru saja pulang membeli masakan matang di resto dekat rumahnya. Karena hari ini ia benar-benar tidak mood untuk masak, mengingat hal tadi siang.


"Kenapa dia menyatakan perasaanku, kalau dia sendiri juga mempunyai kekasih.. apa maksudnya dia ? gumam Salsa heran berkutat dalam pikirannya.



"Tapi apa perasaanku ini melihat dia mempunyai kekasih" batin Salsa sambil memegang dadanya. Gadis itu seakan-akan merasa dipermainkan perasaannya oleh pria yang dipikirkannya sekarang. Apa mungkin gadis itu mulai suka, entahlah...


Salsa hanya menghela nafas panjang dan berusaha untuk tak mempedulikannya sambil terus jalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara ponsel bunyi pesan terus menerus.


Ting


Ting


Ting


Salsa pun langsung merogoh sakunya melihat pesan yang ia dapat dari Aditya, ia pun tersenyum membacanya dan hendak membalasnya. Setidaknya malam ini gadis itu ada yang menemani akan kegalauan hatinya.


From : Kak Aditya


Hai tuan putri yang cantik tapi kadang-kadang judes sedang apa kamu 🤭🙏


Kamu jangan lupa makan yah biar tambah endut 🤭🙏


Oh iya aku mengingatkan kamu Sa ... jangan lupa besok datang yah acara ultah aku, biar malam aku yang akan jemput kamu 😊🥰


Me :


Hai kak aku habis beli makan kok, nanti aku makan di rumah tenang aja 😊


Oh iya makasih loh kak sudah ingetin, hampir aja aku lupa acara kakak..🤭🤭😛🙏

__ADS_1


Malam ini setidaknya gadis itu merasakan ada yang menemani dari pikiran ia yang rumit. mereka pun berpesan ria di antara dua tempat yang berbeda.


__ADS_2