
Rayyan yang mendengar suara teriakan seseorang memanggil gadis itu, Ia pun langsung melepaskan kungkungan Salsa dan menoleh ke arah belakang.
"Wah wah ternyata ada pahlawan disini..." sindir Rayyan dengan senyum smirk nya.
"Kau tahu kau telah mengganggu kesenangan ku...!!!" Sarkas Rayyan dengan menatap nyalang pada Tristan
Salsa yang mendengar perkataan Rayyan seperti itu, ia pun ketakutan akan terjadi perkelahian sengit dengan Tristan.
Tristan tak menghiraukan ucapan Rayyan, ia langsung jalan menghampiri dan memberikan bogeman keras pada pipi Rayyan, hingga pria itu jatuh terpental ke jalan
Bugh.......
Dengan raut wajah sangat murka Tristan menarik kerah baju Rayyan dengan kencang dan memukul wajah pria itu bertubi-tubi hingga wajah Rayyan nampak sangat memar.
Bugh.....Bugh.....Bugh.....
"Arghhhhhhhh........"
Salsa teriak histeris ketakutan hingga menutup wajahnya dengan kedua tangan melihat aksi Tristan memukul secara brutal pada Rayyan.
"Ini hukuman kau telah melecehkan kekasihku.." murka Tristan dengan menarik kerah baju Rayyan dan memukulnya terus menerus hingga pipi pria itu babak belur.
Bugh...Bugh...Bugh..
Rayyan pun tak hanya diam ia menendang dada Tristan dengan kedua kakinya hingga pria itu jatuh terjungkal kebelakang.
"Dagh....."
"Arghhhhhhhh......"
Teriak Tristan kesakitan memegang dadanya hingga mengeluarkan darah segar di mulut.
"Argh.... pak Tristan...!!" teriak Salsa dengan menghampiri Tristan
Rayyan mencoba berdiri dan menyeka darah pada sudut bibirnya yang sedikit bengkak, kemudian ia melihat Salsa mendekati Tristan ia pun sangat murka, pria itu menarik pergelangan tangan Salsa dengan kencang hingga menabrak dadanya
"Kau adalah milikku sayang.." geram Rayyan merangkul erat tubuh Salsa.
"Argghh.... kau..!!! teriak Salsa mencoba meronta dari pelukan Rayyan
Sedangkan Tristan masih kesakitan memegang dadanya, karena Rayyan memukul keras di area dada pria itu.
"Pak Tristan Hiks.....Hiks...Hiks..." teriak Salsa menangis dalam posisi dirangkul pinggang nya oleh Rayyan dengan kencang
"Biar lah dia akan mati pelan pelan... " gumam Rayyan dengan sudut bibir miring ke atas melihat Tristan jatuh tersungkur kesakitan. Ia kemudian menarik tangan Salsa untuk kembali ke hotel namun sulit gadis itu masih diam menangisi Tristan.
"Pak Tristan .... Hiks.." tangis Salsa
"Ayo ikut....!! kecam Rayyan menarik kencang tangan Salsa
"Lepaskan aku kak .. lepaskan aku...!!" teriak Salsa mencoba berontak dan menarik pergelangan tangannya namun sulit, kemudian ia mencoba menggigit tangan Rayyan dengan kencang hingga pria itu melepaskan tangan Salsa dengan sendirinya.
"Arghhhhhhhh...." teriak Rayyan sembari memegang pergelangan tangannya yang kesakitan
Setelah lepas dari genggaman Rayyan, Salsa pun langsung lari menghampiri Tristan.
"Kau ...!!" murka Rayyan melihat Salsa lari kembali
Salsa pun tak menghiraukan, ia sudah menghampiri Tristan dan memeluk Pria itu.
"Pak Tristan tolong kau bertahan lah..." tangis Salsa pecah melihat Tristan seperti sangat kesakitan
"Pak Tristan..." tangis Salsa lirih
Hiks...Hiks...Hiks...
Mendengar gadis itu meneriaki dirinya, ia pun seperti mendapatkan energi kembali. Tristan mencoba berdiri dari jatuhnya.
__ADS_1
"Saa ... aku masih kuat ini uhuk...uhuk..." gumam Tristan hingga terbatuk-batuk, ia mencoba berdiri sendiri tetapi di bantu papah oleh Salsa
"Hah pak Tristan... " ucap Salsa tak percaya melihat Tristan sudah kembali berdiri
"Terima kasih sayang kau telah khawatir dengan ku.." ucap Tristan sembari merangkup pipi Salsa dan mencium singkat kening gadis itu.
Cup
Ia berdiri sembari memegang dadanya dan mendekati Rayyan.
"Pak Tristan ku mohon jangan... !!!" cegah Salsa dengan memegang lengan Tristan
"Kau tidak usah khawatir aku masih kuat .."ucap Tristan menenangkan gadis itu sembari melepas pelan tangan Salsa dari lengannya
"Wah kau masih punya nyali juga ku kira kau sudah sekarat...?? Aku jadi masih ingat waktu semasa kuliah dulu kita bertanding judo kau kalah kan denganku...??" sindir Rayyan dengan menatap nyalang
"Bagaimana kalau kita ulang kembali pertandingan ini.. " pinta Rayyan dengan santai sambil meregangkan otot-otot tangan dan lehernya,
"Krek..krek..krek ..."
Tanpa aba-aba lagi Rayyan mulai melancarkan aksinya, ia langsung menendang kakinya ke arah wajah Tristan dengan kencang, namun Tristan masih bisa menghindar kepalanya ke arah kiri dan kanan.
Bugh...Bugh...Bugh...
Tristan pun mencoba menangkis tendangan brutal dari kaki Rayyan menggunakan tangannya
Bugh.. bugh...Bugh...
"Arghhhhhhhh....kalian berhenti..!!" teriak Salsa histeris hingga menutup wajahnya dengan kedua tangan hingga gadis itu jatuh duduk bersimpuh
Salsa pun akhirnya menangis melihat mereka berdua berkelahi dengan sengit.
Hiks.....Hiks....Hiks...
Mereka tidak menghiraukan ucapan Salsa. Mereka terus memukul satu sama lain
Akhirnya Tristan menendang keras kaki Rayyan Saat Rayyan ikut menendang juga ke arahnya
Dagh....
Hingga Rayyan jatuh tersungkur ke jalan
"Braaakkkkk......"
"Arghhhhhhhh..." teriak Rayyan
Melihat pria itu sudah terjatuh Tristan dengan cepat memukul tubuh Rayyan dengan brutal.
Bugh... Bugh....Bugh....
"Arghhhhhhhh....Arghhh.. arghh.... " teriak Rayyan dengan mengeluarkan darah segar di mulutnya.
"Jangan terlalu sombong kau...!!! ingat Salsa itu adalah milikku..!!! dan dia hanya mencintai ku bukan kau..!!" kecam Tristan setelah puas memukul Rayyan, kemudian ia pergi meninggalkan Rayyan sendiri..
"Arghhhhhhhh...uhuk..uhukkk...."
🍃🍃🍃
"Sayang kau kenapa menangis...? tanya Tristan sembari berjongkok mendekati Salsa
Hiks... Hiks....
Kepala Salsa mendongak keatas melihat Tristan telah menghampiri.
"Maaf kan ku telah membuat kekacauan hingga membuat mu takut... aku tidak apa-apa sayang..." gumam Tristan menenangkan gadis itu sembari memeluknya
"Ayo kita pergi dari sini.." pinta Tristan dengan melonggarkan pelukannya dan merangkup pipi gadis itu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ta.. tapi.. kau gimana? dia gimana ..??" tanya Salsa dengan menunjuk tangannya ke arah Rayyan
"Sudah lah aku tidak apa-apa, kau tidak usah peduli lagi dengan dia.." jelas Tristan sembari menggendong Salsa ala bridal style.
"Arghhhh......" teriak gadis itu tersentak kaget hingga ia mengalungkan leher Tristan agar tidak terjatuh
"Pak Tristan kau bisa lepaskan aku aku masih bisa jalan pak..?" pinta Salsa gugup di hadapan dekat wajah Tristan
"Tidak aku tidak akan melepaskan mu Sa, aku takut kau pergi lagi dariku .." jelas Tristan menekankan.
Deg
Salsa merasa tak enak hati mengingat ia meninggalkan Tristan waktu itu. akhirnya gadis itu hanya menunduk dan bersandar pada dada Tristan
Sedangkan di tempat lain, pria itu telah berdiri dari sakit sekujur tubuhnya akibat tendangan pukulan dari Tristan
"Sialan ... tidak mungkin Salsa menyukai mu.. selama 1 tahun kau kemana...?? aku tidak akan melepaskan Salsa..!! gumam pria itu yang telah berdiri sambil menyeka darah pada sudut bibirnya, kemudian ia mengikuti Tristan pergi.
"Apakah pak Tristan ada yang sakit...??" tanya Salsa tiba-tiba yang masih di gendongan Tristan sedang jalan.
"Tidak aku sudah semangat lagi sayang mendengar kau khawatir pada ku tadi, aku kembali kuat.." ujar Tristan dengan tersenyum
"Hmm..." gugup Salsa tersenyum mendengar Tristan memanggilnya seperti itu
"Kau kenapa sayang apa ada yang terluka pada tubuh mu..??" tanya Tristan berhenti di jalan dan menatap intens wajah Salsa
"Arghhhh ti..tidak pak aku tidak apa-apa..." gugup Salsa di tatap seperti itu
Tristan pun tersenyum melihat Salsa seperti gugup ditatap dekat olehnya, ia jadi senang akan menggoda Salsa lagi nanti.
"Justru aku yang takut dengan keadaan kamu sayang.. kau telah di leceh kan oleh pria brengsek itu.." ujar Tristan dan kembali jalan
"I..iya pak.. aku pun juga tak percaya dengan sifat dia tiba-tiba bisa berubah begitu... " ujar Salsa yang tangannya masih mengalungkan leher Tristan
"Begitulah sifat asli dia Sa..." jelas Tristan dengan santai
"Sudah lah ayo masuk sayang kita sudah sampai dekat mobil.. aku akan mengajak mu ke suatu tempat.." ajak Tristan sembari memasukan Salsa pelan-pelan masuk ke dalam mobil sportnya.
"Hah...hmmm" Salsa tersentak kaget saat ia sudah masuk dalam mobil hingga ia mengerucutkan bibirnya karena kesal, dengan sikap semaunya Tristan tiba-tiba. Ia pun pasrah dibawa pergi oleh pria itu.
Tristan pun tersenyum melihat tingkah salsa seperti itu saat ia sudah masuk ke dalam mobil.
"Tidak akan kubiarkan kau lari dariku lagi Salsa.. " batin Tristan dengan tersenyum melihat gadis itu kesal.
Mesin mobil pun telah menyala, Tristan kemudian langsung mengemudikan mobil tersebut menuju suatu tempat.
Bruuuuuuummm......
Sedangkan tak jauh dari mobil mereka pergi ada pria yang sedang meratapinya
"Salsa ...." gumam pria itu
Ia tak rela Salsa di bawa pergi oleh Tristan. Rayyan pun juga ikut masuk ke dalam mobilnya, karena ia ingin mengikuti mereka dan akhirnya mobil milik pria itu melaju cepat mengikuti mobil Tristan.
Bruuuuuuummm......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞
__ADS_1