Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 67


__ADS_3

Tristan yang melihat Salsa keluar dari mobil dalam keadaan kesal, ia pun mencoba memanggil gadis itu.


"Salsaaaa Salsaaaaa......" panggil Tristan dengan menatap kosong ia tak percaya gadis itu pergi karena kesal sama ciumannya ia tadi, namun seketika raut wajah Tristan tersenyum sumringah hingga ia menyesapkan bibirnya sendiri merasakan manisnya bibir ranum Salsa yang masih menempel pada bibirnya.


"Haaaahhh...."pria itu pun menghela nafas panjang dan tersenyum sendiri hingga menggelengkan kepalanya


Ia dengan segera menyusul gadis itu, namun ia melihat terlebih dulu sepintas di spion mobil apakah Rayyan sudah pergi atau belum dan ternyata rivalnya itu sudah pergi.


"Syukurlah dia sudah pergi tanpa mengotori tangan ku..." batin pria itu terkekeh geli. Tak banyak waktu ia pun langsung bergegas menyusul gadisnya ke arah pantai.


Braaakkkkk... ( pintu mobil ditutup )


Sedangkan di tempat lain, gadis itu hanya menatap kosong ke depan dengan kedua tangannya ia lipatkan di dada sembari melihat indahnya pantai dan suara gemericik air ombak yang menggulung serta merasakan semilir angin sepoi-sepoi di malam hari.


Tristan yang sudah berada di belakang Salsa, ia pun membukakan jas hitam miliknya dan melampirkan jasnya pada pundak gadis itu. Kemudian ia langsung memeluk tubuh gadis itu dari belakang


Greb.....


"Ehh..."gumam gadis itu tersentak kaget dan matanya hanya melirik saja kesamping ternyata Tristan yang memeluknya.


"Diluar angin malam itu sangat dingin loh sampai menusuk ke tulang..." bisik Tristan sembari memeluk erat tubuh Salsa dari belakang dan kepalanya menengadah di atas pundak Salsa.


"Pak Tristan bisakah kau lepaskan aku... aku masih ingin sendiri...tanpa digang.... "ucap Salsa terputus karena Tristan telah membalikkan tubuh Salsa untuk menghadapnya dengan memegang kedua pundak gadis itu.


Salsa pun tersentak kaget langsung menatap Tristan, namun ia menundukkan kepalanya saja.


"Tolong tatap aku Salsa... ??" ucap Tristan menekankan sembari memegang dagu gadis itu untuk menatap dirinya.


Salsa pun akhirnya menatap manik mata Tristan..


"Maaf kan aku dengan sikap ku tadi Salsa hingga membuat mu tak percaya dengan sikap ku itu.. tetapi itu sungguh aku tak terkontrol karena rasa bahagia ku ini bisa menemukanmu kembali..." jelas Tristan menerangkan


Salsa pun hanya diam menatap manik Tristan melihat ketulusan pria itu.


"Kau tahu Sa..?? selama kau pergi meninggalkanku, aku setiap hari tanpa henti mencari mu dan akhirnya aku senang sekali bisa menemukan mu berkat kesabaranku... " jelas Tristan dengan tersenyum manis di hadapan Salsa.


Gadis itu pun merasa tak enak hati mendengar Tristan mencarinya setiap hari karena dirinya pergi meninggalkannya.


"Maafkan aku pak aku hanya ingin fokus kuliah saja karena kuliah ku dulu sempat bermasalah disana makanya aku lebih baik pindah dari kota itu...." dusta Salsa sembari menundukkan kepala


Tristan yang mengetahui jika gadis itu tidak jujur mengatakannya. Pria itu hanya menghela nafas panjang.


"Kau tahu ..Semenjak kau pergi aku telah menyelesaikan masalahku terlebih dahulu dengan keluargaku mengenai kehadiran mu waktu itu... ?? walaupun saat itu kami sempat berdebat panjang tetapi akhirnya ibuku telah merestui hubungan kita bahkan ibuku berpesan meminta cucu yang banyak karena dirumah ia merasa kesepian semenjak Aditya pergi selamanya.." jelas Tristan hingga ia terkekeh mengingat perdebatan dengan ibunya waktu itu.


Salsa pun yang mendengar terhenyak dan tak percaya mendengar penjelasan dari Tristan yang sepertinya agak ambigu, ia pun menatap kembali wajah Tristan


"Maka dari itu setelah ibu ku mengucapkan seperti itu, aku pun semakin gencar untuk mencari mu namun kau seperti hilang bak ditelan bumi ..." sindir Tristan sambil menundukkan kepalanya


"Tetapi aku senang sekali kok.. di depan mataku ini sekarang sudah ada kamu...." ucap Tristan sambil menggenggam kedua tangan Salsa dan menatap gadis itu dengan tersenyum.


Gadis itu hanya diam mendengar curahan hati Tristan.


"Salsa aku telah sabar menunggu mu sangat lama...aku tahu kau sendiri pun juga sudah tahu isi hati ku sebenarnya bahwa aku sangat mencintaimu...dan aku tidak bisa menahan diri hidup tanpa kamu Sa..aku ingin hidup lebih lama bersamamu..." terang Tristan dalam lubuk hatinya yang sejujurnya


"Maka dari itu maukah kamu menikah denganku? aku benar-benar tidak tahu apa yang harus ku lakukan jika kau berkata tidak...jadi bisakah kamu menyelamatkanku dan berkata "Ya" ?" pinta Tristan memohon sembari duduk bersimpuh dan menggenggam kedua tangan Salsa


Deg


Salsa pun yang mendengar curahan hati Tristan merasa tersentuh, ia tidak mungkin merasa egois terus-menerus hanya ingin hidup sendiri karena trauma masa lalu yang membuat ia enggan dekat dengan pria lagi.. tetapi disini ada pria yang entah bagaimana dirinya pun juga sebenarnya mencintai pria itu. Ia berpikir lebih baik menerima pria itu karena dirinya juga mencintainya agar ia bisa melupakan rasa trauma berat pada dirinya dan tidak ada pria yang berharap lagi dengannya..


"Mungkin ini adalah pilihanku..aku tidak akan menyakiti perasaan mu lagi ..." batin Salsa tersenyum akan pilihannya, gadis itu pun menghela nafasnya dengan panjang

__ADS_1


"Ya p...pak Tristan ak.. aku bersedia dinikahi olehmu.." jawab Salsa dengan gugup


Deg....


Jantung Tristan seketika berdebar kencang merasakan bahagia mendengar gadisnya itu menerima lamarannya. ia pun mencium punggung tangan Salsa bekali-kali


Cup..cup..cup.. cup.. cup.. cup


"Pak Tristan... " panggil Salsa menatap heran melihat sikap pria itu seperti kegirangan


"Sungguh Sa... aku tak percaya kau menerima ku...aku bahagia sekali ..." ucap pria itu berdiri dari duduk bersimpuhnya dan masih menggenggam kedua tangan Salsa.


Salsa pun hanya tersenyum geli melihat tingkah Tristan tadi seperti anak kecil yang kegirangan mendapatkan hadiah.


"Ahh aku punya sesuatu.. kau tau aku setiap hari membawanya jika sewaktu-waktu aku akan menemukan mu.." ucap pria itu sembari merogoh saku celananya berupa sebuah kotak kecil merah berisi cincin berlian yang ia bukakan kotaknya


"Wah kau tenyata...." gumam gadis itu terharu sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan


"Ini masih belum seberapa dengan dirimu yang telah menerima lamaran dariku... aku akan berjanji akan menyerahkan apapun yang ku punya dalam hidupku untukmu..."ucap Tristan sembari menyematkan cincin berlian pada jari manis Salsa.



Salsa pun tersenyum bahagia melihat jari manisnya


"Terima kasih..." gumam gadis itu sambil tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Tristan pun menatap lekat mata Salsa dan mencoba menghapus air mata bahagia yang mengalir pada pipi gadis itu, Kemudian ia ingin mencium bibir ranum Salsa yang sudah tergoda dari tadi melihatnya dan gadis itu pun juga telah bersiap diri memejamkan matanya, namun saat mereka sedang ingin berciuman tiba-tiba mereka mendengar suara petasan besar dari kejauhan pantai hingga keduanya pun tersentak kaget


Duaaaaaaaarrr Duaaaar Duarrr.......


Keduanya pun sama-sama menautkan keningnya hingga mereka terkekeh geli, namun Tristan langsung menatap kembali manik mata Salsa ia ingin melanjutkan hal tadi yang sempat terganggu.


"Pak Tristan... "panggil Salsa lirih dan membalas tatapan Tristan


"Argghhh pak Tristan..." teriak Salsa tersentak kaget


"Bisa kah kau tidak memanggilku pak..." pinta Tristan memohon sembari menggendong Salsa


"Lalu..." ucap Salsa terputus karena tristan telah mencium singkat bibir Salsa.


Cup


"Ahhh..." gumam gadis itu


"Apa saja yang kau mau asal jangan panggil aku pak..??" pinta Tristan


"Bagaimana kalau aku panggil kak..." ujar Salsa dengan senyum manisnya


"Hmmm itu lebih baik.." ucap Tristan yang masih menggendong Salsa sembari membawa lari-lari dan putar-putar sangking pria itu bahagia


"Argghhh... Kaaak Tristan berhenti aku pusing kaaaak.... hahahahahahha..." tawa Salsa pecah di gendongan Tristan


🍃🍃🍃


Setelah Tristan berlari-lari menggendong Salsa ia pun kembali jalan ke arah mobilnya. Dengan nafas yang masih tersengal, Mata Tristan masih terus menatap lekat wajah Salsa tanpa henti, hingga gadis itu tersipu malu dipandang terus oleh pria itu.


"Kak Tristan bisa kah kau tidak memandang ku seperti itu,, dan lepaskan aku kak aku masih bisa jalan sendiri..??" pinta Salsa dengan memohon


"Tidak akan Sayang... " balas Tristan singkat dan akhirnya gadis itu telah menatap dirinya. Mereka pun telah sampai berada di dekat mobil.


Keduanya sedang saling menatap dalam ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan, namun hanya tatapan mata saja yang mereka sampaikan

__ADS_1


"Salsa....." panggil Tristan dengan menautkan keningnya pada kening Salsa..


"Hmmm..."


Pria itu sudah tak tahan lagi melihat bibir merah ranum Salsa yang membuat ia candu sekali, ia langsung mencium bibir manis itu dengan lembut, salsa pun juga menerima pagutan dari bibir Tristan yang tangannya masih mengalungkan leher pria itu, Ciuman awalnya lembut lama-kelamaan menuntut Tristan memperdalam ciumannya hingga gadis itu menarik kerah baju Tristan.. Tristan pun semakin semangat ia tak henti terus menerus menciumi gadis itu hingga ia membukakan pintu mobilnya dan menidurkan Salsa di kursi belakang


Ciuman pun terlepas, kedua netra mata mereka sama-sama berkabut



Tanpa aba-aba lagi, Tristan mencium bibir gadis itu lagi lebih dalam hingga gadis itu mengalungkan leher Tristan.. Tristan tak hanya mencium bibir saja melainkan leher dan telinga gadis itu berulangkali hingga gadis itu melenguh..


"Ahhhhh...kak...." lenguh Salsa


"Salsa.... " racau Tristan dengan memohon menatap Salsa


Salsa yang sudah menggeliat akibat perbuatan Tristan pun ia tak sadar akal sehatnya..


"Lakukan kak...lakukan sesuka mu aku siap jadi istri mu.." Racau Salsa yang sudah menggeliat ingin meminta sesuatu yang lebih.


Tristan pun semakin bersemangat ia dengan segera membuka kemeja nya ke sembarang arah, ia pun juga sama sedari tadi sudah hilang akal sehatnya saat berciuman dengan Salsa.


Merasa mendapat persetujuan dari pujaan hatinya, Tristan pun langsung mencumbu belahan dada Salsa yang mencuat dari atas gaun gadis itu kenakan, ia langsung memberikan tanda kemerahan


"Arghhh kaaakk ..." teriak Salsa sembari menarik rambut Tristan


"Bersiap lah Sayang... bisik Tristan yang semakin bergelora, ia pun langsung melucuti gaun putih Salsa dengan cepat dan yang terlihat gadis itu hanya kenakan pakaian dalam saja.


"arghhhhhhhh kaak..." racau Salsa sembari menyilang kedua tangannya di dada


Tristan pun mencoba melepaskannya pelan kedua tangan Salsa. Pria itu sudah tak sabar ingin menindih tubuh Salsa yang sangat indah


"Sungguh aku tergoda sekali dengan tubuh mu sayang.. bisik Tristan sembari menciumi leher dan kedua bukit kembar Salsa bergantian hingga ia memberikan banyak tanda kiss mark pada tubuh Salsa


"Arrrrghh kak...." racau gadis itu menggeliat hebat sembari menjambak rambut Tristan


Tristan pun terus menggencarkan aksinya ia menciumi seluruh tubuh Salsa tanpa henti hingga suara lenguhan Salsa sangat terdengar merdu di dalam mobil beruntung suasana pantai malam ini sangat sepi, ia pun tak lupa memencet tombol roadster atap mobilnya untuk ditutup sembari mencumbu tubuh Salsa, karena Tristan akan melakukan malam yang panjang dengan gadis itu.


Tiiitt.....Tiiitttt... ..Tiiit.....


Atap mobil pun telah tertutup, mereka pun sedang memadu kasih bersama pada malam yang panjang di pantai indah ini


🍃🍃🍃


1 jam kemudian keduanya telah melakukan malam panjang di dalam mobil hingga gadis itu lemas tak berdaya akibat gempuran perbuatan dari Tristan tadi, Salsa pun tertidur lemas di pelukan dada Tristan.


"Terima kasih sayang kau telah membuatku sangat bahagia... aku berjanji akan menikahi mu lusa persiapkan dirimu ya cantik..." batin Tristan tersenyum sumringah sembari mencubit kecil hidung salsa yang sudah tertidur pulas di pelukannya karena kelelahan dan tak lupa ia mencium kening Salsa penuh hangat. Ia pun juga sangat kelelahan karena pelepasan nya tadi sudah tersalurkan dengan pujaan hatinya. Mata pria itu juga sudah tidak kuat lagi menahan kantuk akhirnya mereka pun tidur bersama sambil berpelukan di dalam mobil.



Hingga matahari pagi pun telah nampak lagi, namun keduanya masih tertidur pulas di dalam mobil



Wah pelanggaran Tristan udah buat cap stempel aja sama Salsa 🤔


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku

__ADS_1


terima kasih 🥰💞


__ADS_2