
Suasana malam ini sangat mencekam, banyak orang ramai-ramai melihat kejadian antara seorang pria yang menolong dengan gadis yang baru saja tenggelam. Aditya yang melihat pun geram dan sedikit mendengar Tristan juga mencintai Salsa, tanpa sadar ia menghampiri Tristan untuk memukulnya.
Bugh.......
Satu pukulan keras tepat mengenai wajah Tristan, hingga Salsa terjatuh ke tanah dari tangan Tristan, ia tak tahu kalau Aditya sedang memukulnya.
Bugh .......
Pukulan kedua mendarat lagi di wajah kanannya.
Pergi kau dari sini..." teriak Aditya marah
Tristan terpental hingga mulut nya memar dan berdarah. Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil memegang mulutnya. Ia sebenarnya juga bisa membalas Aditya tetapi karena keadaan dan ia di posisi yang salah juga. Ia pun diam dan hanya mengalah.
Aditya menghembuskan nafas dengan kasar. Ia pun sudah tak peduli dengan kakaknya lagi. Ia langsung melihat keadaan Salsa yang sudah tak sadarkan diri. Aditya pun merasa terpukul melihat keadaan kekasihnya, ia segera melepaskan jas yang ia pakai untuk menutupi tubuh Salsa dan langsung memeluk erat tubuh dingin Salsa.
"Salsa kumohon bangun lah...." teriak Aditya menggema
Aditya masih memeluk Salsa dengan berderai air mata. Dia berusaha membangun kekasihnya, namun Salsa tidak bergerak sama sekali.
"Salsa..... " seraya sedih memeluk dan mencium kening Salsa.
Aditya langsung beranjak bangun, ia berlari tergopoh-gopoh menuju ke Villa dengan menggendong tubuh Salsa. Gadis itu harus cepat membutuhkan pertolongan, semoga saja ada keajaiban pada gadis itu pikirnya..
Tak ...Tak .... Tak...Tak....
Aditya pun berlari membawa tubuh Salsa hingga membelah kerumunan orang-orang yang melihatnya.
"Wah ternyata gadis cantik itu kekasihnya Aditya, kasian sekali dia." ucap tamu yang lain
"Iya kasihan sekali, semoga saja masih bisa di selamatkan..." ucap tamu yang lain lagi
"Salsa maaf kan aku telah meninggalkan mu tadi, ku yakin kau pasti kuat "bisik Aditya lembut dengan deraian air matanya, ia masih menggendong tubuh Salsa sambil berlari menuju Villa.
🍃🍃🍃
Sedangkan di tempat lain, Tristan sudah berdiri dari jatuhnya di tanah, ia sambil memegang mulutnya yang berdarah dan menatap nanar kepergian Salsa dengan Aditya.
"Semoga kau cepat sadar Salsa..."batin Tristan dengan hati yang lapang. Padahal di dalam hati ia pun juga ikut menangis. Ia ingin sekali membawa Salsa pergi dari sini dan membawanya..
"Tristan...." panggil Bela menghampiri
__ADS_1
"Tristan...." panggil Bela lagi sambil memegang pundak Tristan.
"Hmmm.." jawab Tristan singkat, tersadar lamunannya
"Apa kau baik-baik saja..?" tanya Bela
Tristan hanya diam masih menatap kepergian mereka.
"Mau aku antarkan kau pulang, biar luka mu akan aku bantu bersihkan disana..."pinta Bela menawarkan diri.
"Baiklah .." jawab Tristan singkat, yang matanya masih melihat kepergian mereka. Ia pun akhirnya pulang diajak oleh Bela, meninggalkan rasa sesak dan hati yang sakit.
🍃🍃🍃
Tak......Tak.... Tak...Tak....
Aditya berlari masuk kedalam Villa. banyak tamu-tamu yang melihat heran pada Aditya membawa seorang gadis sudah basah.
Renata pun tak kalah kaget, Aditya masih bisa membawa Salsa masuk ke dalam Villa.
"Sial....." geram wanita sambil mengepal kuat tangannya
Tak.... Tak..... Tak...Tak....
"Astaga... Salsa kumohon kau harus kuat" ucap Aditya dengan panik sambil mencium kening gadis itu.
Kemudian Aditya pun langsung menghubungi dokter Roy. Beliau adalah paman Aditya, dokter keluarga yang biasa menangani keluarga Wiguna. Beruntung dokter Roy tetap stand by berada di Villa karena sedang ada acara, takut terjadi apa-apa jadi tidak perlu jauh-jauh ke Rumah Sakit.
Kreeeeeeggg...
Pintu kamar pun terbuka, dokter Roy dan perawat membawa peralatan medis..
"Paman, tolong berikan penanganan yang terbaik untuk kekasihku paman.." tanya Aditya memohon
"Baik, kau tenang saja..bisa kau tunggu diluar agar aku bisa fokus menangani gadis ini.." ucap dokter Roy
Baiklah..." balas Aditya pasrah. Ia pun keluar dari kamar dan duduk di pinggir lantai dekat kamarnya dengan meratapi penyesalannya. meninggalkan kekasihnya tadi.
🍃🍃🍃
Salsa sudah digantikan bajunya seperti khas baju rumah sakit. Ia langsung diberikan pertolongan pertama oleh dokter dengan perawat, dokter pun mengecek denyut nadi, nafas dan jantung tetapi tidak ada tanda responsif.
Dokter pun melakukan kompresi dada berulang kali tetapi pasien masih tidak merespon..
"Sus tolong ambilkan defibrilator.." panggil dokter
__ADS_1
"baik..."
Dokter pun menggunakan alat kejut jantung untuk gadis itu..
Bughbugh........Bughbugh....( suara kompresi jantung)
Gadis itu sudah mulai ada tanda responsif.
"arghhh... " Suara lemah Salsa keluar
"Arghhhhhh...ssssttttttt.... dingiinnnn aaarghhh..." racau Salsa lemah seperti menggigil
"Syukurlah gadis ini cepat merespon.." gumam dokter Roy tenang
"Tetapi suhu tubus gadis ini 28 derajat sangat rendah sekali" gumam dokter Roy setelah memeriksa kan suhu tubuh gadis itu. Ia pun paham penderita pasien itu..
"Sus bisa kau cepat panggil Adit.."
"baik dok..."
🍃🍃🍃
Tak berselang lama pintu kamar pun telah dibuka oleh perawat.
Kreeeeeeggg...
Aditya kaget melihat pintu sudah terbuka oleh perawat. Ia pun tak sabar langsung berdiri dari lantai dan menghampiri dokter Roy.
"Bagaimana paman keadaan Salsa?" tanya Aditya
"Syukurlah gadis itu cepat merespon dari upaya kami memberikan pertolongan darurat, tetapi.." ucap dokter Roy berhenti
"Kenapa paman dengan kekasihku.." tanya Aditya heran
"Gadis ini mengalami gejala hipotermia yakni penurunan suhu tubuh secara drastis dan mengakibatkan bahaya.." jelas dokter Roy
"Kau lihat gadis ini kan..Ia sangat pucat dan terus menerus meracau sambil menggigil, walaupun sudah diberikan selimut dan penghangat ruangan dikamar ini. Beruntungnya gadis ini sudah sadar tetapi tetap harus kau pantau di khawatirkan terjadi tak sadarkan diri dan semakin parah suhu tubuhnya turun drastis..." jelas dokter Roy lagi
Aditya pun melihat keadaan Salsa memang sangat memprihatinkan, wajah kekasihnya sanagt pucat dan kulit putihnya agak sedikit membiru
Lalu maksud paman apa ? tanya Aditya heran
"Pertolongan pertama agar penderita hipotermia lekas membaik dan suhu tubuh kembali normal adalah lakukan dengan skin to skin ..
"Apaaaaaaa....." Teriak Aditya
__ADS_1