
Pagi ini, rintik hujan dan tiupan angin menerpa jendela di kediaman gadis cantik itu. Hujan dari kemarin sore hingga pagi ini tidak mau berhenti membuat siapa pun malas beraktivitas, tetapi tidak dengan gadis cantik ini. Ia sedang berkutat di dalam dapur untuk membuat sarapannya sebelum berangkat kuliah.
"Hemmmp enak juga sup ayam ku.." ucap gadis itu dengan percaya diri
"Aku sarapan dulu lah.. habis ini aku berangkat.." batin Salsa dengan tersenyum manis
Hari ini mood gadis itu sudah kembali baik, Ia mencoba melupakan hal-hal yang rumit beberapa hari terakhir ini. Sekarang gadis itu pun sedang menyantap sarapan buatannya.
"Euughh... Alhamdulillah kenyangnya" ucap Salsa tersenyum sambil mengelap mulutnya dengan tissue.
Sehabis sarapan, Salsa tak lupa membersihkan piring-piring kotornya. Ia tidak suka tempat dapurnya kotor dan berantakan. Setelah beres ia baru siap-siap berangkat kuliah, tetapi sebelumnya ia bercermin dahulu melihat penampilannya.
"Beres...." ucap Salsa setelah menggunakan tas selempangnya sambil bercermin
Kemudian ia keluar dari pintu kamar menuju pintu utama, setelah buka kunci pintunya ia langsung membuka pintu
Kreeeeeeggg...
Salsa nampak kaget melihat di hadapannya ada pria tampan dengan wajah yang agak pucat.
"Hai..." ucap pria itu berusaha untuk tersenyum, karena dirinya sebenarnya sudah lemas.
__ADS_1
Pria itu menatap lekat manik mata gadis cantik itu, Ia rela datang ke rumah gadis itu pagi-pagi sekali, hanya untuk melihat keadaan dan wajah gadis manisnya. Karena semalam ini ia tidak bisa tidur karena memikirkan gadis itu. Padahal hampir seharian hujan turun mengguyur, tetapi tidak membuat ia patah semangat datang ke rumah gadisnya dan sebenarnya keadaan pria itu sedang tidak baik-baik saja.
"Astaga Kak Adit kau kenapa kak..?? " ucap Salsa sambil memegang wajah pria itu dengan kedua tangannya. Ia khawatir dengan pria itu kenapa-kenapa, karena wajah pria itu sangat pucat.
"Maaf aku mengganggu kamu" ucap Aditya lirih dan berusaha untuk tersenyum
"Kenapa kakak tidak menghubungiku, biasanya juga kakak menghubungiku kok.." ucap Salsa heran dan masih memegang wajah Aditya
"Astaga tubuh mu panas sekali kak" ucap salsa cemas sambil memegang dahi pria itu
Aditya hanya berusaha tersenyum saja, kemudian tak lama Aditya pun ambruk di pundak Salsa. Ia pingsan karena kelelahan
Bruuuuukkk......
Aditya sudah jatuh pingsan di pundak gadis itu. Salsa pun reflek memegang tubuh Aditya yang besar itu.
"Astaga Kak Adit bangun kak bangun.... " ucap Salsa cemas sambil menepuk pipi Aditya dengan tangan satunya, posisi Aditya masih jatuh di pundak Salsa.
"Kak Adit, astaga tubuh kau berat sekali, aku harus gimana..haahhh..!!" ucap Salsa sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Ia pun dengan inisiatif memasukkan Aditya kedalam ruang tamu dengan menyeret tubuh Aditya pelan-pelan dan ditidurkan nya tubuh pria itu ke sofa tamu. Pintu rumah pun masih tetap terbuka. Ia tak mau dilihat tetangga yang lain menyangka bahwa ia perempuan tidak-tidak pikirnya.
__ADS_1
🍃🍃🍃
Tak jauh dari tempat rumah gadis itu nampak sebuah mobil. Di dalam mobil tersebut ada pria yang melihat interaksi mereka berdua. pria itu hanya menatap nanar pada kedua insan itu
"Salsa..." ucapnya lirih
Tristan sengaja datang ke rumah Salsa, untuk mengantar gadis itu berangkat kuliah. Karena kemarin siang, setelah bertemu dan berbincang dengan gadis itu, Ia tidak menemukannya kembali. Ia mencarikannya di kelas hingga sekeliling kampus tetapi tidak ada. Ia khawatir gadis itu kenapa-kenapa, tetapi ia segera menepisnya. Mungkin gadis itu sudah di rumah pikirnya. Takut mengganggu kegiatan gadis itu, Ia pun berencana ingin menjemputnya saja nanti besok. Sebenarnya ia juga ingin berbicara dengan gadis itu mengenai perihal kemarin saat bersama dengannya, tetapi tadi saat ia sudah sampai di rumah Salsa, ia dikejutkan kehadiran adiknya yang lebih dulu berada di depan rumah Salsa. Aditya hanya diam saja di depan rumah itu, tanpa mengetuk pintu. Karena Tristan sudah terlanjur sampai di rumah Salsa, Ia pun juga ikut menunggu gadis itu keluar rumah di dalam mobil. Tak lama yang terjadi adalah pemandangan yang tak ingin ia lihat. Tristan hanya diam tak bergeming tetapi hati kecil ia merasakan sangat sakit. tak terasa mata tristan pun berkaca-kaca ia berusaha menahannya, ia pun segera menyalakan mesin mobil, dan cepat pergi meninggalkan rumah gadis itu meninggalkan rasa sesak dan sakit dihatinya.
🍃🍃🍃
Di ruang tamu nampak gadis cantik itu sedang sibuk mengompres sapu tangannya untuk kening pria itu.
"Kak aku mau beli obat di apotik saja biar kakak cepat sembuh.." gumam Salsa lirih setelah memberi sapu tangannya di kening Aditya
Aditya pun masih diam dalam tidurnya, Salsa bingung harus gimana ia ikut diam juga dan menunggu pria itu siuman.
"apa aku pergi aja yah.. lagian juga sebentar ini.." batin Salsa
Salsa pun beranjak dari lantai yang ia duduk, tetapi tangannya di tahan.
"Saa......." ucap Aditya meracau
__ADS_1
Salsa menoleh melihat Aditya sudah siuman. Ia pun tidak jadi keluar dan duduk kembali di lantai..
"Kak Adit ...." ucap Salsa tersentak kaget, Ia sambil memegang tangan dan menatap lekat wajah Aditya.