Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 35


__ADS_3

Di sudut pinggiran danau nampak seorang pria sedang merebahkan tubuh nya di atas rumput taman, ia sedang memandang langit dan bintang bertebaran padahal sebenarnya tatapan pria itu sedang kosong. Ia sedang mengingat kejadian tadi dengan Salsa hingga tak terasa ia tersenyum sendiri sambil memegang bibirnya.


Sebenarnya ia di ajak oleh Bela masuk kedalam untuk ikut jamuan makan malam dari Villa, tetapi ia menolaknya lebih baik ia diluar dari pada melihat pemandangan yang buat ia sakit hati.


Tak terasa tiba-tiba ia mendengar suara teriakan minta tolong dari arah danau...


Tolooooooooooooong.........


Clak...Clak...Clak...Clak ( Suara cipratan air pada tangan seseorang )


Tolooooooooooooong.........


"Seperti aku mengenal suaranya..." gumam Tristan tajam.


Tristan mempunyai firasat buruk di hatinya. Ia pun segera berlari mencari suara tersebut, matanya memandang ke segala penjuru danau dengan kedua tangan memegang pinggangnya, kemudian mata ia menyorot pada satu tempat dengan sorotan mata tajam.


Tolooooooooooooong........


Clak....Clak....Clak .... ( Suara cipratan air pada tangan seorang gadis )


"Astagaa..... Salsaaaaaaaaa....." teriak Tristan dari jauh, ia melihat tangan dan sedikit wajah Salsa saja di atas air


Tristan pun tak menunggu lama, ia pun langsung membuka jasnya dan menceburkan dirinya ke danau.


Byuuuuuuuuuur....


Clak...Clak... Clak... (Suara cipratan air pada tangan Tristan)


Tolooooooooooooong.......


Bluk.....Bluk.... Bluk....( Suara gelembung udara dari atas air pada gadis itu )


"Salsaaaaaaa....... kumohon bertahan lah" teriak Tristan. Ia pun dengan cepat berenang menuju ke tengah danau.


Clak....Clak....Clak... ( Suara cipratan air pada tangan Tristan )


Bluk...Bluk....Bluk....( Suara gelembung udara dari atas air pada gadis itu )


Byuuuuuuuuuur.. hosh...hosh


Akhirnya Tristan pun sudah menangkap tubuh Salsa dari dalam air.


"Salsa kumohon bertahan lah.." teriak Tristan frustasi. Tubuh Salsa pun sudah tak berdaya ia sudah pingsan dan sangat pucat..


"Salsaaa kumohon kau harus kuat.." teriak Tristan menggema.


Tristan pun dengan cepat berenang menuju ke pinggir danau.


Clak...Clak....Clak..(suara cipratan air pada tangan Tristan)


🍃🍃🍃


Deg


"Perasaan apa ini..." batin Aditya. Tiba-tiba jantung ia berdebar.


"Perasaan aku tidak punya riwayat jantung tetapi ini apa.." batin Aditya berpikir. Ia jadi teringat Salsa meninggalkannya sendiri di pinggir danau.


Aditya sekarang sedang menemani rekan bisnisnya yang datang dari negara Spanyol. Ia pun tak enak jika dia tidak menemuinya karena rekannya sudah jauh-jauh datang ke sini. Perasaan Aditya pun gusar ia ingin cepat-cepat ingin mengakhiri pertemuan ini. Tiba-tiba rekannya memanggilnya hingga membuyarkan lamunan Aditya.

__ADS_1


'Mr Aditya are you okay?" panggil Mr. Daniel


"I'm fine, Mr. Daniel" balas Aditya tersenyum gugup


"You look nervous i see.." tanya Mr.Daniel


"No sir Daniel, let's continue the dinner sir.." balas Aditya meyakinkan pada rekannya.


Mereka pun akhirnya kembali memakan jamuan makan malam, Aditya pun menepis firasat buruknya pada Salsa..


"Setelah ini aku akan datang Salsa tunggulah... " batin Aditya tersenyum pada rekannya


🍃🍃🍃


Seorang wanita cantik sedang tertawa jahat melihat saingan nya sudah ia habiskan.


"hahhahahahah..mampus lo gue yakin lo sudah mati dimakan sama buaya disana hahahhahah...." ucap wanita itu dengan percaya diri.


"Seneng banget lo Re, kaya dapat lotre.. " ucap sahabatnya


"iyah dong gue udah habisin cewek sok lugu itu..." balas wanita itu dengan tersenyum smirk nya.


"Terus lo yakin aman ? disini CCTV banyak..." tanya sahabatnya


"Lo meremehkan gue.. sebelum gue melakukan juga gue sudah lihat situasi Ki.., beruntungnya disana tidak ada CCTV..." ucap wanita itu dengan tersenyum jahat.


🍃🍃🍃


Suasana di pinggir danau sangat mencekam. Tristan sudah memapahkan Salsa di taman pinggir danau..


"Salsa kumohon bangun Salsa...." ucap Tristan menangis sambil memeluk gadis itu. Ia teringat pertolongan pertama saat tenggelam waktu kuliah dulu diajarkan beruntungnya iya masih mengingatkannya..


"Astagaaaa Salsaa....." teriak Tristan semakin takut


Ia pun dengan cepat melakukan kompresi dada Salsa dengan kedua tangannya.


Kumohon Tuhan kuatkan lah Salsa..kumohon Tuhan kuatkan lah Salsa... " doa Tristan dengan menekan cepat dada Salsa.


Buk..Buk..Buk..Buk..Buk........( suara pompa dada )


Tak heran banyak orang-orang yang mendengar teriakan Tristan dan menghampiri nya tetapi Tristan tak menghiraukan ia terus menolong Salsa.


"Masih belum sadar " ucap Tristan panik


"Kumohon bangun Salsa... aku sangat mencintaimu... tolong jangan tinggalkan aku..." teriak Tristan masih menekan dada Salsa dengan cepat


Buk..Buk..Buk..Buk..Buk........( suara pompa dada )


Salsa masih belum bernapas, Tristan pun semakin frustasi. ia menghembuskan nafas dengan kasar.


"Ini pilihan terakhir.." batin Tristan dengan mata menyorot tajam


Tristan pun melakukannya dengan cara membuka jalur napas, dengan mendongakkan kepala Salsa dan mengangkat dagunya. Ia pun tak lupa menghirup udara sebanyak-banyaknya dari luar untuk memberikannya udara pada mulut Salsa.


"Salsa kau harus kuat..." Tristan pun memberikan nafas untuk Salsa


Huuuhhuuuggggg..... (Suara nafas Tristan di mulut Salsa)


"Masih belum sadar juga.." Tristan pun mengulang lagi memberikan nafas Salsa pada mulut nya.

__ADS_1


"Ayo Salsa kamu harus bangun.." ucap Tristan lirih


Byuuurrrrr.... uhuuuukk uhuukk uhuuuukk..( suara muntahan air pada gadis itu )


"Astaga Salsaa syukurlah... " teriak Tristan tak percaya sambil memeluknya.


Uhuuuuuk... Uhuuuuuk ...


"Salsa...." panggil Tristan dengan merangkup pipi gadis itu



Tak sadar tamu dan orang-orang pun sudah ramai melihat keduanya. tetapi tristan masih tetap tak menyadarinya..


"Syukurlah gadis itu sudah siuman.. " ucap tamu yang lain


"iyaa untung di tolong cepat oleh pria itu .. " ucap tamu yang lain juga


Sedangkan ada seorang wanita yang melihat juga, ia semakin tersulut emosi melihat mereka berdua bersama ditambah mendengar pujian dari orang-orang lain..


"Sialan kenapa gadis tengik itu tidak mati saja... " batin wanita itu geram.


Salsa sudah sadar tetapi keadaanya sangat buruk, ia masih sangat lemas dan wajahnya pucat, pakaian pun seperti terkoyak hingga lekuk tubuhnya pun terpampang jelas karena basah tenggelam.


"hoshh hosh hosh..." suara sesak salsa


"P...pak Tris....tan..." ucap Salsa lemah



🍃🍃🍃


"Tuan nona anda tengelam di dasar danau" bisik Tomi sekretarisnya


Deg


"Benarkah firasat ku..." batin Aditya


Ia pun langsung mengambil jas nya yang terlampir di atas kursi dan minta maaf pada rekannya karena ada urusan mendadak.


"Sir daniel sorry I have business, I don't have much time.." pamit Aditya


"ok please you go" balas rekannya


Aditya pun langsung berlari menuju keluar villa


Tak.......Tak......Tak......Tak.......


"Salsa kumohon kuatlah.." ucapnya memohon sambil ia berlari.


Saat sampai depan Villa, ia berhenti ditempat ia duduk dengan Salsa tetapi tidak ada. Ia pun melihat sekeliling penjuru danau dengan kedua tangannya di pinggang. sorot mata tajamnya berhenti pada keramaian orang disana.


Aditya pun terus berlari membelah kerumunan orang ia pun kaget melihat Salsa dengan Tristan...


"Salsa tolong kamu harus kuat Salsa aku sangat mencintaimu... " ucap Tristan lirih sambil merangkup pipi Salsa


Salsa pun tak membalas ia pun langsung tak sadarkan diri.


Sedangkan Aditya sudah sampai didepan diantara mereka berdua, hati pria itu begitu sakit melihat kondisi Salsa. Ia pun juga sedikit mendengar pembicaraan Tristan tadi hingga tak sadar ia meremas tangannya sendiri.

__ADS_1



__ADS_2