
Aditya telah sampai di hadapan Salsa dengan nafasnya masih tersengal, karena tadi pria itu lari menghampiri Salsa. Kemudian ia menghela nafasnya panjang dan menatap lekat mata gadis itu.
Saa... ayo ikut aku pergi ke butik ? ajak Aditya tersenyum antusias dengan tangan yang satu masih menggenggam tangan gadis itu.
Salsa masih menatap tangan nya yang masih di pegang oleh Aditya, Salsa pun mencoba melepas genggamannya, tetapi tak bisa di lepas karena Aditya semakin mengeratkan genggamannya. Aditya tahu kalau perasaan hati Salsa sedang tidak kondusif, terlihat saat ia melihat gadis itu jalan termenung sendiri, maka dari itu ia ingin menghiburnya.
Kaa... tolong lepaskan aku .." ucap Salsa memohon, Ia sedang tidak ingin diganggu. Saat terasa genggamnya Aditya mulai kendur, Salsa pun langsung cepat melepas tangannya.
"Maaf aku lagi gak mood kak... aku lagi pengen sendiri... " balas Salsa lirih, entah apa yang ia pikirkan, ia sedang malas bicara. Kemudian ia melenggang pergi begitu saja meninggalkan Aditya sendiri
Aditya menatap nanar kepergian Salsa..
"haaaaaah......" Aditya mencubit hidungnya kecil dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia bingung mengahadapi gadisnya, dengan cepat ia menghampiri Salsa dan meraih kedua tangan gadis itu.
"Salsaaaa kamu kenapa?? tolong bicaralah" tanya Aditya memohon, ia telah menggenggam kedua telapak tangan gadis itu dan menatap lekat matanya.
Salsa menoleh dan menghadap Aditya, ia hanya menunduk kepalanya dengan tatapan masih kosong
Sa.. lihat aku Sa.." teriak pelan Aditya dengan mengangkat dagu Salsa, agar ia menatapinya
Salsa akhirnya menatap Aditya dengan nanar, Ia masih diam dan tak bergeming. Gadis itu masih syok memikirkan kejadian tadi dengan dosennya, karena Ia pertama kali mengalami hal seperti itu dengan orang yang belum lama ia kenal tapi entah apa yang ia rasakan ada rasa takut atau suka pikirnya.
Aditya mencoba merangkup pipi gadis itu dengan kedua tangannya
"Saaa...." panggil Aditya lirih hingga membuyarkan lamunan gadis itu.
__ADS_1
"hmmm..." mata gadis itu mendelik membuyarkan lamunannya
"Maafkan aku Sa, karena perbuatan Renata kamu jadi begini.." Jelas Aditya dengan memohon, ia berpikir Salsa masih kesal dengan perbuatan Renata.
Salsa masih diam tak bergeming..Ia masih ingin dengar curahan hati Aditya
"aku serius tidak punya perasaan apapun dengan Renata Sa...Aku berjanji akan membalas perbuatan Renata.." ujar Aditya meyakinkan
"haaaaahhh..... "Salsa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan melepaskan kedua tangan Aditya di pipinya.
"Udah lah kak, kakak mau sama kak Renata atau tidak memangnya aku siapanya kakak..?? kakak tidak usah balas dendam juga dengan kak Renata sudah lah biarkan saja dia, aku tidak apa-apa.." balas Salsa dengan tersenyum manis, Ia sudah tahu kalau Renata memang menyukai Aditya dan dulu pernah punya hubungan tetapi ia tak menanggapinya.
Melihat Salsa sudah tersenyum membuat hati Aditya lega, tetapi ada perasaan sedikit sakit karena ia masih belum membuka hatinya dan ada perasaan curiga karena melihat Salsa banyak diam pasti ada yang ia sembunyikan.
"Aku akan terus berusaha mendapatkan kamu Salsa.. aku yakin lambat laun hati mu akan luluh.." batin Aditya dengan senyum pahitnya
"yasudah gapapa kalau kamu begitu, ayo kita ke butik yuk.. biar mood kamu enak lagi gimana." ajak Aditya dengan tersenyum simpul sambil mencubit kecil hidung mancung Salsa..
"auuuuuwwh sakit kaaaakkkk..... " teriak Salsa kesal sambil memegang hidungnya kesakitan
"biar kamu gak banyak bengong, yuk ah.." ajak Aditya sambil menarik paksa pergelangan tangan gadis itu dan jalan menuju parkir mobil
"aaahhhhh... "Salsa tersentak kaget karena tangannya telah di tarik oleh Aditya
"ih dasar kak Adit si tukang maksa... gumam Salsa cemberut sambil jalan di belakang aditya
__ADS_1
"kamu gak usah mengumpat aku, kedengaran sekali sama kupingku" goda Aditya menoleh ke belakang
"Ckkkk dasar.... " Salsa hanya pasrah saja mengikuti kemauan Aditya, kemudian ia berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju parkiran mobil.
Aditya pun tersenyum senang, melihat mood Salsa kembali baik. Ketika sudah sampai di pintu mobil, Ia membukakan pintu mobil tersebut untuk Salsa..
"Silahkan tuan putri yang cantik anda boleh masuk..." goda Aditya dengan senyum manisnya
"apaan sih kak lebay..." ucap Salsa cemberut dan melirik ke arah Aditya
Aditya hanya tersenyum saja pada gadis itu, kemudian ia putar arah kembali ke pintu kemudi dan menjalankan mobilnya dengan perasaan hati yang senang.
🍃🍃🍃
Jalan raya sore ini sangat macet banyak kendaran padat merayap, karena memang sudah jam pulang kantor juga sekolah biasanya. Seperti halnya yang terlihat di jalan raya dekat lampu lalu lintas nampak sebuah mobil pria tampan tersebut berhenti karena lampu merah, ia juga sedang menerima telepon dari seseorang
"iya Vin, tolong dokumen kerja sama kemarin Tuan Richard kamu copy dulu ..." ucap Tristan dengan telepon masih berlangsung, Ia habis dari kantor sebentar setelah pulang dari kampus siang tadi. Ia ke kantor hanya sekedar memantau saja.
Saat telepon Tristan masih berlangsung, tiba-tiba ada mobil datang dan berhenti tepat di sebelah mobilnya. Tak sengaja ia melihat dua orang insan sedang tertawa dan bercengkrama bersama di mobil itu. Ia hanya diam merasakan hatinya perih, hingga tak sengaja ponselnya terjatuh...
tak...takk...takkkk
Deru nafas pria itu memburu, kemudian pria itu mencengkram kan erat kemudinya kesal dan tak lama lampu hijau pun telah menyala, tanda kendaraan sudah mulai jalan dan mobil itu sudah melesat jauh. Ia hanya menatap nanar kepergian mobil itu dan merasakan rasanya sakit di hati..
"pak... pakkk.. bapakk... haloooooo..." suara sebrang telepon
__ADS_1
"Tin..... tin... tin.... " suara klakson kendaraan bekali-kali dari arah belakang, hingga membuyarkan lamunannya.