
Malam pun telah larut tetapi gadis itu tetap akan pergi meninggalkan kota itu, sedangkan gadis itu sekarang sedang berada di rumah tetangganya ia sedang mengobrol sebentar dan pamit mengembalikan kunci rumah kepada pemiliknya.
"Baik lah besok pagi nanti aku sampaikan pada nya dan aku tidak akan memberitahu siapapun mengenai kepergianmu nak.." ucap wanita itu pada Salsa
"Terima kasih telah banyak membantu saya bu.." pamit Salsa dengan menundukkan kepalanya pada ibu itu. Ia memberi tahu pada wanita itu, bahwa gadis itu sudah tidak menyewa rumah itu lagi dan ia memberitahu juga di rumah ada tamu pria, biar besok ibu kos yang datang menemui pria itu untuk meninggalkan rumah.
"Hati-hati ya nak di jalan .. "ucap wanita itu melihat Salsa sudah seperti anaknya sendiri.
"Hmmmn.." balas gadis itu mengangguk
Gadis itu berhenti tepat di depan rumah itu, ia diam memandangi rumah yang sudah tiga tahun ia tempati selama masuk kuliah. Ia pun sebenarnya berat meninggalkan kota ini, mengingat disini telah banyak kenangan yang ia tidak sangka, hidup ia seakan berubah setelah mengenal dua pria yang dekat dengan dirinya.
Gadis itu pun tersenyum dan menghela nafas panjang
"Terima kak Adit dan terima kasih pak Tristan... kalian sudah singgah di hatiku, hidup ku seakan berubah karena kalian... aku tidak akan melupakan kebaikan kalian selama ini..maafkan aku.... " gumam gadis itu mengingat bayangan kenangan bersama kedua pria yang dekat dengannya, tak terasa mata gadis itu sudah berkaca-kaca
Salsa pun menghela nafasnya dengan panjang dan menghapus air matanya yang jatuh pada pipinya. Kemudian gadis itu menaiki motor putih kesayangannya, ia berencana akan pergi menuju ke kota B ke tempat tinggal neneknya dan ingin melanjutkan kuliah di sana.
Bruuuuuuummm.....
Motor pun melaju cepat menuju ke kota B.
"Ibu maaf kan aku telah mengambil keputusanku sendiri untuk pindah kuliah bu.. aku akan kuliah di kota B saja biar dekat dengan nenek..dan aku berjanji aku akan kuliah dengan benar disana.." gumam gadis itu sembari berkendara mengingat ia kuliah disini pernah punya masalah tempo hari karena dua pria yang dekat dengannya, hingga ia di drop out oleh pihak kampus.
Brummmmmmmm.....
Motor terus melaju cepat membelah jalan raya di malam ini.
Sedangkan di dalam rumah sederhana itu, pria tampan itu nampak sedang tidur dengan nyenyak dan damai, karena malam ini ia senang sekali gadis itu membalas perasaannya, padahal ia tidak tahu saja malam ini gadis itu sudah pergi meninggalkannya..
🍃🍃🍃
Malam pun telah menunjukkan pukul 11 malam di kota B, namun seorang pria tampan itu masih dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Karena tadi sore saat ia ingin pulang kantor, ia justru terjebak hujan deras maka dari itu ia lama berdiam diri di kantor dan menunggu hujan itu berhenti.
"Tumben sekali malam ini sepi padahal belum terlalu malam..."gumam pria itu heran sambil berkendara melewati jalan raya yang sepi.
Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan seorang perempuan tak jauh dari mobilnya ia kendarai.
"Arghhhhhhhh.... tolonggg..." teriak gadis itu
Pria itu pun menghentikan mobilnya mendadak.
Ckiiiiiiiitttttt...
"Suara apa itu.." gumam pria itu mendengar suara teriakan perempuan seperti minta tolong.
Ia pun melihat sekitar dengan menggunakan cermin spion mobil..
"Hah... ada seorang gadis ingin di perkosa ..!!" gumam pria itu kaget melihat sesuatu melalui cermin spion mobil, dengan segera ia memutar balik kemudi menuju tempat itu.
Ckiiiiiiiitttttt
Bruuuuuuummm.....
"Tolooooooooooooong......" teriak gadis itu
"Wah aku tak menyangka cantik sekali dirimu seperti bidadari.." gumam pria jahat itu dengan tatapan lapar melihat Salsa sudah jatuh duduk di hadapan mereka
__ADS_1
"Bos gadis ini kita apakan ya bos aku sudah tak sabar ingin menyentuh nya.." ucap anak buahnya itu
Salsa pun tersentak kaget, ia terus mundur menghindari mereka dengan raut wajah ketakutan.
"Tidak.. aku mohon tidak ..." Gumam Salsa lirih sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Kau paling belakang biar aku dulu yang mencicipi gadis ini.." ujar bos itu yang terus maju jalan di hadapan Salsa
"Hai nona manis...aku janji akan melakukan mu dengan pelan-pelan.." ujar bos itu sembari membuka baju dan membuang ke sembarang arah, ia meraih tangan Salsa
"Tidaaaaaaaakkk...." teriak gadis itu yang mencoba menarik tangannya dari pria itu..
"Ayolah sayang...." ujar bos itu dengan tatapan lapar
"Bughhhhh... bughhhhh... buugh.. Arghhhhhh.... " teriak bos jahat itu hingga terpental jauh
"Arghhhhhhhh..." teriak gadis itu ketakutan sambil menutup wajahnya.
Pria yang di mobil tadi telah memukul dengan membabi buta pada pria yang hampir mencelakakan gadis itu.
"Buugh.. bughh.... bugh... Arghhh ..."
"Bos ayo kita pergi bos, kita bawa motornya saja.. "ujar anak buahnya itu sembari mengendarai motor mendekati bosnya.
Bos jahat itu hanya mengangguk sembari memegang perutnya yang kesakitan ia berlari dan menaiki motor itu hingga motor sudah melaju pergi jauh.
"Arghh....Sialan mereka kabur...!!" gumam Pria itu sambil berlari mengikuti motor yang sudah jauh.
Pria itu pun menoleh ke belakang melihat gadis itu sedang duduk di jalan dengan raut wajah seperti syok. Ia pun lari menghampiri gadis itu.
Tak .....Tak.....Tak...
Gadis itu pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya saja dengan tatapan kosong kedepan, tanda ia tak apa-apa.
"Mari aku antar kan kau pulang... ?" pinta pria itu sambil menengadahkan tangannya di hadapan Salsa
Salsa pun mendongak kepalanya melihat pria baik tadi. Ia pun mengangguk menerima uluran tangan pria itu. ia tak ingin berlama-lama di jalan, mengingat pria menolongnya itu mungkin orang baik.
Dengan lari kecil pria itu membuka pintu mobil untuk gadis itu..
"Silahkan.. aku akan mengantarkan mu pulang.." pinta pria itu
Salsa hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil.
Pria itu pun langsung lari balik arah ke pintu kemudi dan menyalakan mesin mobil jalan menuju rumah gadis itu..
Bruuuuuuummm...
Di dalam mobil nampak hening..
"Maaf nona rumah mu dimana ?" tanya pria itu hati-hati
"Tolong antar kan aku di jalan xxx...saja pak" balas gadis itu sambil menatap kosong kedepan
"Baiklah...."
__ADS_1
"Terima kasih pak.." balas gadis itu menoleh ke samping
Pria itu melihat gadis disamping melihat dirinya pun, ia mempunyai kesempatan untuk menanyakan sesuatu.
"Maaf kalau boleh tau nama mu siapa nona..." tanya pria itu lagi
"Saya Salsa pak..." balas Salsa singkat sambil menoleh ke arah pria itu.
"Baiklah kita berkenalan dulu namaku Rayyan... panggil saja aku Rayyan jangan panggil aku pak.. "pinta Rayyan sambil mengemudikan mobil
"Hah baiklah aku panggil kau Kak Rayyan saja yah.. " balas gadis itu tersenyum. kemudian gadis itu kembali melihat pemandangan jalan di balik jendela mobil.
"Sepertinya ia masih syok.. baik lah mungkin besok saja aku coba datang berkunjung ke rumahnya setidaknya aku sudah tahu nama dan alamat rumah gadis itu... "batin Rayyan sembari tersenyum sendiri. Mobil pun melaju menuju ke rumah gadis itu
Bruuuuuuummm......
🍃🍃🍃
Keesokan harinya, di pagi yang sangat cerah di rumah sederhana itu nampak seorang pria tampan masih tidur dengan nyenyak dengan posisi ia tidur terlentang di atas sofa. Tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu berulang kali.
Tok....Tok....Tok ....
Tok...Tok....Tok ...
"Sayaang...kamu dimana.." panggil Tristan dengan suara serak khas bangun tidur memanggil Salsa dengan mata masih mengerjap belum terlalu sadar.
"Sayangggg.... Salsaa...dia kenapa tidak ada...kemana Salsa...?" gumam Tristan sambil melihat kesamping tidak ada gadisnya. Ia pun dengan malas membuka pintu depan rumah itu.
Ceklek ....
Pintu pun terbuka
"Maaf pak anda bisa keluar hari ini karena rumah ini masa sewanya sudah habis.." ucap ibu kos itu
"Kenapa bu..? tanya Tristan heran
"Karena semalam Salsa bilang sudah berhenti menyewa rumah ini lagi, jadi anda bisa keluar sekarang juga.."
"Lalu... sekarang Salsa dimana bu.. "? tanya Tristan penasaran
"Ahhh.. ia semalam pergi tetapi saya tidak tahu pergi kemana karena ia tidak mau menyebutkan kemana ia pergi...." ujar ibu itu tak enak dengan pria dihadapannya yang sepertinya terlihat panik.
"Apaaaaa...." teriak Tristan tersentak kaget..
"Baiklah kau bisa berkemas pagi ini.. aku akan menunggu mu.."pinta ibu itu
"Baik..." ucap pria itu datar dan menatap kosong
nah loh babang Tristan ada saingan lagi nih.. sabar yah 🤭
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞
__ADS_1