
Ceklek Tut....Titut Titut.. (Bunyi pintu apartemen telah terbuka)
Seorang pria tampan itu baru saja masuk ke dalam apartemennya. Ia baru saja pulang mengantarkan kekasihnya ke rumah. Sebelumnya mereka jalan-jalan di taman dekat kampus, mengingat lamaran dadakan yang ia lakukan bersama kekasihnya pria itu nampak tersenyum sumringah seperti orang yang sedang di mabuk cinta.
"Aah aku bisa gila rasanya.. jantungku sampai sekarang kenapa masih berdebar terus.." ucap Aditya sambil berjalan memegang dadanya sendiri. Ia pun langsung duduk di sofa ruang tamu hanya sekedar istirahat.
Ia masih mengingat kejadian tadi dengan kekasihnya, tak sadar ia tersenyum sendiri sambil memegang bibirnya.
"Astaga Sa... aku sampai gak percaya dengan secepat itu kamu menerima ku.. aku akan berjanji akan menjaga mu sepenuh hatiku sampai maut memisahkan kita Sa.." batin Aditya meyakinkan
Terima kasih Tuhan telah memberikanku kebahagiaan tak ternilai.. " gumam Aditya tersenyum sendiri. Ia pun langsung beranjak dari sofa untuk membersihkan diri.
🍃🍃🍃
Di suatu malam, langit menangis seakan menemani sekeping hati yang sunyi pada pria tampan itu. Setelah ia pergi untuk minum ia sengaja datang ke rumah gadis itu untuk bertemu yang terakhir kalinya.
Breeeeeeeess......
Pria itu baru saja buka pintu mobil dan sepatunya turun menginjak jalanan yang basah. Ia berdiri diam melawan derasnya hujan yang mengguyur pada tubuhnya sambil meratapi rumah gadis itu, seakan ia pamit pergi jauh dan tidak akan datang kembali.
"Setidaknya aku akan pamit terlebih dahulu padanya.." batin pria itu sedikit meracau sambil meratapi rumah Salsa di tengah derasnya hujan yang menerpa dirinya.
Sedangkan gadis cantik dikamar itu sudah terlelap tidur, karena waktu memang sudah larut tengah malam. Tiba-tiba terdengarlah bunyi suara ketokan pintu yang membuat tidur ia terusik.
Tok ...Tok... Tok....
Tok... Tok... Tok....
"Hmmmmmph " mata gadis itu masih mengerjap belum sadar penuh.
Tok... Tok... Tok ...
"Siapa sih ada tamu sudah malam gini..??" decak gadis itu kesal merasa tidurnya terusik.
Ia pun langsung beranjak dari kasur menghampiri pintu depan tanpa melihat kaca jendela terlebih dahulu, karena gadis itu memang masih dalam keadaan belum terlalu sadar.
Kreeeeeeggg....
Pintu pun telah terbuka, Salsa tersentak kaget hingga matanya terbelalak. Jantung gadis itu tiba-tiba berdebar melihat tamu yang datang di hadapannya.
"Astaga.." batin Salsa. Gadis itu merasa takut, mengingat kejadian siang tadi.
Ia pun dengan cepat menutup pintu kembali namun pintunya tertahan oleh tangan besar pria itu.
Kreeeeeeggg....
__ADS_1
Kedua mata insan yang berbeda itu pun saling menatap, mereka terdiam dengan suara hati masing-masing. Pria itu menatap akan kerinduan pada gadisnya sedangkan mata gadis itu menatap karena takut oleh pria itu.
Glek
Tiba-tiba pria itu menelan salivanya sendiri.
"Gadis ini benar-benar sangat cantik sekali jika ia bangun tidur.." batin Tristan yang terpesona melihat gadis dihadapannya
Bagaimana tidak, gadis itu hanya menggunakan baju tidur dengan bahan sedikit tipis sehingga terlihat sekali bentuk lekuk tubuh gadis itu. Apalagi rambut acak khas bangun tidurnya terlihat gadis itu sangat sexy.
"Hai..." panggil Tristan. Mata pria itu terus menatapi gadis cantik di hadapannya.
"Maaf kan aku telah mengganggumu.." racau pria itu dengan mata tak berkedip
Gadis itu hanya diam menatap pria itu dengan rasa sedikit takut.
"Mohon maaf pak, saya tidak bisa terima tamu pria malam hari.." ucap Salsa sambil menundukkan kepala dan ia segera menutup pintunya kembali..
Tristan pun yang mendengar sangat kecewa, ia dengan segera menerobos masuk kedalam pintu rumah gadis itu dan menutup pintunya kembali.
Braaakkkkk.....
Kemudian Ia mendorong pelan gadis itu pada tembok dan mengungkungnya dengan kedua tangan pria itu agar gadis itu tidak lepas.
"Arghhhhhhhh....." teriak Salsa ketakutan dengan membuang pandangan pada pria itu
"Kau bisa menerima tamu pria seperti Aditya kenapa dengan ku tidak??" sindir Tristan yang masih mengungkung gadis itu dengan mata menyorot tajam.
"Astaga Pak Tristan tubuhmu panas sekali... baju mu juga sangat basah.." cemas Salsa yang tak tega melihat pria itu memang sedikit pucat, sambil memegang pipi pria itu dengan kedua tangannya
"Tunggu disini pak duduk.. aku akan mengambil obat terlebih dahulu.." perintah Salsa seraya membantu memapahkan pria itu duduk di kursi.
Salsa pun ingin meninggalkannya tetapi pria itu menarik tangan gadis itu hingga gadis itu menoleh.
"Hmm.." ucap gadis itu menoleh kebelakang dan menautkan kedua alisnya ke atas.
"Kenapa kau masih peduli dengan ku, kau tahu dengan kau bersikap begitu membuat ku terus berharap padamu.." racau Tristan dengan merangkup pipi gadis itu.
"Cukup pak..!! aku tidak ingin berdebat dengan mu.. aku hanya ingin mengambil obat saja.. tidak ada hubungannya dengan perasaan pada mu.." kesal gadis itu dengan melepas tangan Tristan pada pipinya. Ia pun balik kanan ingin meninggalkannya tetapi Tristan memeluk gadis itu dari belakang, hingga Salsa diam tak bisa bergerak.
Hening
Pria itu pun menghirup wangi vanila pada ceruk leher gadis itu, saat ia memeluk Salsa dari belakang. Ia merasakan hawa ketenangan berada di dekat gadis itu hingga membuat jiwa akal sehat pria itu pun tiba-tiba hilang tak terkendali.
__ADS_1
Tanpa sadar ia membalikkan tubuh Salsa dan ingin mencumbu leher jenjang gadis itu dengan paksa sambil memegang kedua pundak gadis itu.
"Arghhhhhhhh cukup Pak Tristan berhenti...." teriak gadis itu tersentak kaget dan ketakutan dengan mata sudah berkaca-kaca. Ia mencoba berontak mendorong dada pria itu tetapi sangat sulit.
"Berhenti pak tolong jangan..." teriak Salsa terisak tangis ketakutan dengan menutupi dadanya dan membuang pandangan pada pria itu.
Tristan yang melihat Salsa begitu ketakutan hingga mata gadis itu menangis karena dirinya tiba-tiba lemas seketika, akal sehatnya pun sudah tersadar kembali karena tadi ia memang terpengaruh sedikit alkohol.
"Maafkan aku telah membuat mu takut.." ucap pria itu sambil memeluk gadis itu dengan erat.
Salsa pun semakin menangis sesenggukan..
"Aku berjanji tidak akan menggangu mu lagi.." pinta Tristan dengan memeluk erat Salsa.
Hening... hingga tak lama tangisan Salsa pun telah berhenti dengan sendirinya.
"Ini pelukan terakhirku.. maaf sebenarnya aku kesini akan pamit padamu bahwa aku akan pergi meninggalkan kota ini" ucap Tristan dengan melonggarkan sedikit pelukannya dan menatap lekat Salsa.
Deg
Salsa tersentak kaget mendengar ucapan pria itu, ia yang mendengarnya pun sedikit menyesakkan di hati.
Salsa hanya diam menatap nanar pria itu.
"Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi.. aku tidak akan berharap padamu lagi dan..." ucap Tristan terhenti ia menghela nafasnya panjang.
"Aku akan merestui hubungan kalian ucap pria itu singkat.
Salsa menatap tak percaya.
"Terima kasih kau sudah singgah dalam hatiku meski kau pergi tuk selamanya, setidaknya aku bisa bahagia walau hanya sesaat.." sindir Tristan dengan tersenyum miring. Kemudian tak lama ia meninggalkan Salsa sendiri meninggalkan sesak di hatinya.
"Pak Tristan... " panggil Salsa lirih
Mendengar gadis itu memanggilnya, ia hanya diam tak menoleh dan memunggungi gadis itu saja.
"Sekali lagi.. kau tidak perlu lagi peduli dengan ku... jangan membuat ku terus berharap dengan sikap mu seperti itu...." ucap Tristan datar sambil memunggungi gadis itu. Kemudian ia pergi meninggalkan Salsa sendiri membukakan pintu rumah gadis itu dan menutup kembali pintunya cukup keras.
Braaakkkkk......
Salsa hanya diam menatap nanar kepergian Tristan.
"Maafkan aku .." batin Salsa lirih
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
__ADS_1
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞