
Di sebuah sudut Villa besar nampak dua orang pria tampan sedang saling berhadapan, hingga hawa panas atmosfir menyelimuti tempat tersebut, kedua mata mereka pun saling menatap nyalang.
"Ckkkkk.. kebetulan sekali kau datang..." gumam Aditya dengan sudut bibir ia miringkan.
"Aku ingin bertemu dengan Salsa... " balas Tristan sekenanya
"Sudah ku peringatkan kau untuk tidak bertemu dengannya... apa kau tuli hahh...!!" sarkas Aditya
Tristan hanya menatap sebelah mata, ia tidak menghiraukan ucapan Aditya. Ia terus jalan dan melewati.
"Apa kau tidak punya rasa urat malu.. sehingga diri mu lupa jika kau berani merebut hak orang lain" ucap Aditya memunggungi Tristan yang sudah dilewatinya.
Tristan pun berhenti jalan ia mendengar ucapan Aditya dan diam sejenak menerka kata-kata Aditya tadi, tak lama Tristan pun menoleh kebelakang.
Aku tidak akan takut, kalian masih belum sah kan.. aku yakin kekasih mu itu juga memiliki rasa denganku..." ucap Tristan dengan rasa percaya diri, ia menghadap Aditya yang masih memunggunginya.
"Cih... terlalu percaya diri sekali kau" ucap Aditya geram. ia pun ikut menoleh kebelakang.
"Aku hanya tak habis pikir... Kenapa ada orang seperti mu di dunia ini?? lihat saja, kau tidak akan kubiarkan mendapatkan apapun. Dia hanya milikku dan selamanya... " murka Aditya, Ia pun memberikan pukulan keras menghujam ke wajah Tristan.
Bugh.......
🍃🍃🍃
Deg
"Ada apa ini? perasaan aku gak punya riwayat jantung.. tapi ini apa yah..??" gumam Salsa sambil berpikir dan memegang dadanya.
__ADS_1
"Ahh...mungkin hanya perasaanku saja..." gumam gadis cantik itu sambil menggelengkan kepalanya, ia pun menepis pikiran buruknya. Gadis itu baru saja habis mandi dan sedang memakai baju di walk-in closet.
Setelah mandi, ia pun merebahkan diri kembali ke kasur sambil mengotak-atik tombol remote untuk ia tonton tv...
Hoaaaacmmm......
Salsa pun menguap ia bosan di dalam kamar saja.
"haaaah... bosen sekali aku di rumah sebesar ini.. mending di kosan saja masih bisa masak sama cuci baju.." gumam Salsa
Ia pun beranjak dari kasur menuju jendela besar dalam kamar tersebut.
"Wow.... pemandangan di luar sangat indah sekali..." ucap Salsa dengan mulut terbuka lebar sambil membuka tirai jendela. Gadis itu pun menghela nafas sambil menghirup udara segar
"Aku nanti mau lihat ah kesana pemandangan nya cantik sekali.." gumam Salsa dengan tersenyum bahagia
"Tapi aku dibolehin gak yah sama kak Adit..?? tampak Salsa sedang berpikir
🍃🍃🍃
Satu bogeman keras menimpa pada wajah mulus pria itu hingga sudut mulutnya berdarah. Tristan pun segera mengusap nya.
"Kau tidak usah terlalu percaya diri aku akan segera menikahi kekasih ku..
Kau tahu semalam aku sudah melakukan malam yang indah bersama kekasihku.. aku jadi gak sabar ingin melakukannya lagi.." ucap Aditya memanas manasi Tristan dengan tersenyum smirk.
"Apakah kau tidak paham ajaran orang tuamu untuk tidak melakukan hal bejad sebelum menikah ahh..!!" geram Tristan tersulut emosi
"Cih...sok suci sekali kau..." gumam Aditya dengan sudut bibir ia miringkan.
"Kau sendiri saja sudah berani menyentuh kekasihku .." geram Aditya. Ia jadi ingat kejadian panas semalam dengan kekasihnya, yang gadisnya itu menyebut pria yang ia benci.
__ADS_1
Satu pukulan mendarat lagi dari Aditya tetapi Tristan menahan dengan tangannya, kemudian Tristan membalas pukulan keras pada perut Aditya dengan kencang
Bugh........
"Arghhhhh......."
Aditya pun langsung tersungkur di atas tanah, mulutnya pun keluar sedikit darah.
"Sialan.....!!" gumam Aditya sambil menyeka darah pada sudut bibirnya
"Pukulan untuk kau yang sudah berani-beraninya menyentuh gadis yang ku sukai... " murka Tristan dengan sorot mata tajam pada Aditya.
Aditya pun langsung berdiri dari tempat sambil memegang perutnya yang kesakitan dan menghampiri Tristan.
Salsa dengan hati yang senang sambil berlari kecil ia tak sabar ingin melihat bukit cantik dari atas danau, saat membuka pintu ia kaget melihat pemandangan dua orang pria yang sedang saling menatap nyalang..
"Sejak kapan kau menyukai kekasihku... hahhh... " teriak Aditya dengan menarik kerah baju Tristan dan sorot mata tajam menatap pria itu.
"Ckkkk...Aku sudah menyukai nya sejak lama...saat pandangan pertama ku pertama kali melihat dia.." ucap Tristan dengan tersenyum smirk pada Aditya. Mata mereka pun berdekatan menatap tajam.
"Sialannn kau......!! teriak Aditya. Ia pun langsung memberi pukulan keras pada wajah Tristan tetapi terhenti karena mendengar suara gadisnya.
"Stooooooooopp......" teriak gadis itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
__ADS_1
terima kasih 🥰💞