
Ckiiiiiiiitttttt...
Deru mesin mobil telah berhenti di basemen apartemen Tristan. Kemudian ia mematikan mesin mobilnya dan masuk ke dalam pintu lift menuju pintu apartemennya. Malam ini pikiran ia sedang berkecamuk hingga ia lebih banyak diam saja.
Ckreg tutt... tit tut tit tut (bunyi smart lock apartemennya) tanda pintu sudah terbuka
Ia masuk kedalam apartemen menuju pintu kamarnya, kemudian ia melonggarkan dasinya asal dan langsung mendudukkan dirinya di atas ranjang.
Di atas kasur, Tristan duduk dan menatap kosong ke arah depan jendela kamar, Kemudian ia menengadahkan kepalanya ke atas dan menghembuskan nafas kasar.
"hhaaaaah.... begini lah rasanya memendam rasa cinta terlalu dalam kepadamu.." batin Tristan, Kemudian ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan tangan bertumpu di atas dahinya.
"ini salah aku yang memendam perasaan dia terlalu dalam, padahal aku sendiri tahu, aku tidak bisa memaksakan perasaan dia untuk membalas perasaan aku...lantas aku harus berjuang seperti apa?? jika memendam perasaan adalah kesalahan.." batin Tristan, masih berkutat dalan pikirannya sendiri sambil melihat langit-langit atap apartemennya. Tak lama ia pun tidur terlelap dengan sendirinya..
🍃🍃🍃
Keesokan harinya, cuaca pagi hari ini sangat begitu cerah seperti halnya dengan gadis yang sedang mematut dirinya di depan cermin ini, Pagi ini ia terasa enak tubuhnya karena malam harinya ia langsung tidur pulas setelah pulang jalan-jalan bersama Aditya.
"cantikkk... "gumam gadis itu sambil tersenyum simpul, setelah ia memberikan lip tint tipis-tipis di bibir mungilnya.
Setelah itu ia bergegas keluar rumah dan menaiki motornya menuju kampus.
🍃🍃🍃
Di kampus, Mita dan teman-temannya sedang menyantap sarapan pagi bersama..
"eh tuh liat si Salsa udah sampai tumben dia datang pagi.. "ucap Raka sambil menyantap sarapan nasi goreng
"hmmm.. " balas Mita sambil melirik ke Raka. Ia juga sedang menyantap sarapan..
"tuh sohib lo.. " balas Raka
"Saa... sini sarapan dulu lah .. "teriak Mita sambil mengangkat tangannya, Ia langsung melihat Salsa dari jauh dan memanggilnya
Salsa pun menoleh, ia menghampiri teman-temannya
"hai gaes lagi pada sarapan semuanya.." tanya Salsa sambil menduduki dirinya di kursi sebelah Mita
"emang lo gak laper, biasa jg sarapan di kantin.. " tanya Raka
__ADS_1
"gak.. sori gue sudah kenyang ,tadi gue buat sarapan sendiri di rumah.." balas Salsa sembari memakan kentang goreng yang ada di meja dan memainkan ponselnya..
"tumben..." jawab kompak teman-temannya
Salsa hanya tersenyum saja dan meneruskan makan cemilan kentang gorengnya
"eh udah mau jam 8, yuk ah 5 menit lagi dosen datang.. " ajak Nita
"tunggu bentar gue mau minum dulu..Slurrrrpppppp... " balas Salsa
Setelah sarapan, mereka pun bersama-sama jalan menuju ke kelas.
Seperti biasa kelas sebelumnya ramai begitu datang dosen, kelas pun jadi hening.
Salsa pun menatap ke depan, ternyata yang datang dosen yang enggan ia temui..
"Yah kenapa harus hari ini ada jadwal mata kuliahnya dia.. " keluh Salsa dalam hati. Ia pun kembali menatap kedepan ada rasa kembali degupan jantung yang ia rasakan mengingat hal kemarin..
"Astaga jantung gue.." batin Salsa sambil memegang dadanya dan menatap kembali dosen itu, tetapi Ia melihat ada sesuatu yang terlihat beda pada wajah dosen itu sepertinya pria itu kelelahan dan kurang tidur. Tristan yang merasa dilirik pun ia melihat gadis itu sebentar dan kembali fokus mengajar..
Salsa yang ditatap juga oleh dosen itu, ia hanya membuang muka.
"baik semuanya, tugas yang saya minta tempo hari tolong segera dikumpulkan di meja.. " tegas Tristan kepada seluruh mahasiswa
Salsa mengerjapkan matanya,
"Astaga tugas gue lupa kerjainn... " gumam Salsa sambil memukul-mukul pelan kepalanya.
"kenapa lo beb, tugas kagak lo bawa.." tanya Mita
"bukan gak bawa tapi kaga gue kerjain" bisik Salsa
"Lah gimana tugas yang kasih lewat lu malah lu sendiri kagak lu kerjain..." tanya Mita heran
"usst ... uda tar gue jelasin.." bisik Salsa
"Atas nama Salsabila..." panggil Tristan
"ya Pak..."
"mana tugasmu..." tanya Tristan sambil menengadah satu tangannya. Ia tahu yang belom mengumpulkan hanya tinggal gadis itu
__ADS_1
"Maaf pak saya lupa.."
"Ckkkk... tidak ada alasan..Silahkan kamu keluar dari kelas saya" ucap Tristan tegas
"baik pak.." ucap Salsa berdiri sambil menundukkan kepala. Setelah itu Salsa pun pergi keluar kelas
Tristan hanya melihat kepergian Salsa, kemudian ia kembali fokus mengajar.
🍃🍃🍃
Di luar kelas Salsa sengaja pergi ke kantin untuk membeli minuman hanya sekedar untuk menghilangkan haus, ia juga duduk di kursi taman area kampus dan di temani banyak pohon rindang hingga ia merasakan hawa sejuk di sekitarnya
"slurrrrpppppp... ahh.. masih ada waktu 30 menit, aku tunggu sini saja lah enak adem" ucap salsa sambil minum ice coffee nya, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.
"Salsaaa..... " panggil Aditya dari jauh,
Salsa pun menoleh mencari asal suara..
"haaah.. itu kak Adit..?? sini kaak aku di sini " teriak Salsa sambil melambaikan tangannya
Aditya langsung menghampiri salsa dan duduk di sampingnya, ia juga habis membeli minuman..
Kamu kok ga ke kelas Sa...?? tanya Aditya..
"hmmm...itu aku disuruh keluar karena tidak mengerjakan tugas dari pak Tristan kak" jawab Salsa
"wahh.. kok kamu bisa kenapa? tanya Aditya lagi
"gara-gara kakak si ngajak aku jalan sampe lupa waktu deh, aku jadi gak ngerjain tugas" jelas Salsa sambil cemberut
"akh.. maafin aku ya Sa.. " balas Aditya memohon
"iya kak gapapa." balas Salsa tersenyum. Mereka pun berdua mengobrol bersama.
🍃🍃🍃
Di lain tempat, saat masih proses mengajar Tristan sedang berada di luar kelas sebentar, karena di kelas sedang ia kasih ujian tertulis untuk mahasiswa dan di luar ia juga ingin mencari keberadaan Salsa..
"dimana dia??aku suruh diluar kelas saja kenapa dia tidak ada.. apa mungkin sedang di kantin.." gumam Tristan. Ia menyusuri kantin tetapi tetap tidak ada.
__ADS_1
"haaaaaahh.... Tristan menghela nafas panjang dengan kedua tangannya memegang pinggang, kemudian ia melihat sekeliling tempat tetapi matanya berhenti pada satu tempat, ia melihat sepasang muda mudi sedang asyik mengobrol di taman kampus, pria itu pun mengepal kuat tangannya
"Diaa ternyata....." gumam Tristan