
EPILOG
..."Adakalanya Tuhan membuat kita menangis terlebih dahulu sebelum nanti mendapatkan sebuah akhir yang bahagia.."...
...-...
...-...
...-...
...-...
...-...
4 Tahun kemudian π
Pagi ini di saat matahari sudah mulai menunjukan sinarnya dan memaksa masuk ke dalam kamar melewati celah-celah, terlihat Tristan yang tengah berusaha untuk membuka kedua matanya.
Jika pagi-pagi sebelumnya terasa kosong, kali ini tidak lagi seperti itu. Ketika Tristan membuka matanya, hal pertama yang berhasil dilihatnya adalah wajah cantik dari seorang wanita yang berhasil ia menikahinya 4 tahun lalu.
Wanita yang memiliki senyuman termanis dan selalu menjadi favorit Tristan. Ia ingat pertama kali bertemu dengannya saat ia menjadi dosen di kampus ia mengajar dan wanita itu menjadi mahasiswinya. Setiap ia melihatnya tersenyum, jantung Tristan semakin berdetak begitu kencang. Bisa dibilang, alasannya ia jatuh cinta pada mahasiswinya sendiri itu ya karena senyumannya.
Tristan pun terkekeh mengingat momen-momen dimana Tristan pertama kali mengenali Salsa, namun ia mengingat betapa berat ujian untuk mendapatkan wanita itu hingga ia mengalami pertikaian hebat dengan adiknya sendiri hingga teman rivalnya di kampus dulu
Pria itu menghela nafas berat mengingat hal itu betapa egoisnya dia dulu, tetapi takdir Tuhan menentukan dirinya lah yang akan bersanding dengan wanita itu...
Tristan menatap wajah cantik wanita itu yang sekarang sudah sah menjadi istrinya, wanita itu sedang tidur di pelukan dadanya seperti bayi yang sangat lucu dan menggemaskan. Kemudian ia mengusap lembut rambut indah istrinya yang sedang tidur terlelap, namun wanita itu merasa terusik tidurnya seperti terganggu karenanya dan akhirnya wanita itu bangun dari tidurnya
Salsa pun menggeliat terbangun karena usapan lembut dari suaminya.
"Euughhh....Kak Tristan kamu sudah bangun dari tadi..?" lenguh Salsa yang matanya masih mengerjap belum terlalu sadar.
"Hmmm..." jawab Tristan sembari memeluk istrinya kembali dan mencium pucuk rambut wanita itu seperti tidak ingin pergi jauh darinya
"Kak Tristan.... rasanya aku sekarang kurang enak badan nih kak..." ucap Salsa sambil mendongakkan kepalanya menatap Tristan yang masih di dalam pelukan pria itu
"Apa karena semalam... kau jadi kelelahan..??" tanya Tristan yang melonggarkan pelukannya menatap istrinya penuh hangat
"Ihh Kak.. kamu bicara apa...?? ucap Salsa sambil mencubit kecil pinggang suaminya dan ia mencoba melepas pelukan darinya.
"Tapi makasi loh sayang vitaminnya semalam.. "goda Tristan yang masih menahan pinggang Salsa.
Salsa pun berdecak sebal mengingat Tristan meminta jatah terus setiap malam, ia kadang heran suaminya itu tidak punya rasa lelah melakukan itu yang ada justru semakin bersemangat.
"Apa perlu kita pergi ke dokter...?" pinta Tristan menawarkan diri dan membuyarkan lamunan Salsa
"Ah Tidak.. sepertinya aku ingin muntah kak.." ucap Salsa langsung bergegas cepat ke toilet dalam kamarnya merasa perutnya ia sedang bergejolak ingin minta di keluarkan..
"Howekk Howekkk...."
Tristan sepertinya mengetahui kalau Salsa sedang berbadan dua. Ia pun menghampiri Salsa sembari memberikan alat pendeteksi kehamilan dari dalam laci mejanya.
Tristan memeluk Salsa dari belakang dan mengelus perut rata istrinya sembari memberikan alat pendeteksi itu.
"Sepertinya Tuhan memberikan malaikat kecil lagi untuk keluarga kita.." gumam Tristan dengan percaya diri
"Hmm .." Salsa menoleh kebelakang melihat Tristan
"Coba lah kamu cek .." pinta Tristan sambil melirik alat tersebut
Salsa menerima alat tersebut dan ia menghela nafas panjang
"Hmm baiklah..."
Saat salsa ingin masuk dan menutup pintu,Tristan menahan pintu tersebut.
"Mau apa kak...??" tanya Salsa dengan heran
"Tidak aku hanya ingin lihat bagaimana kalau kita...." ucap Tristan terputus, merasa ada celah untuk masuk Tristan pun langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat.
Braaakkkkk... ( pintu di tutup kencang )
15 menit kemudian π
"Kau ini kenapa mengikuti aku terus Kak ..!!" kesal Salsa yang sudah keluar dari toilet dan menuju walk- in closet untuk berganti pakaian.
"Mungkin ini bawaan dede bayi sayang makanya aku jadi seperti ini.." jawab Tristan dengan santai
"Ihh hiih...!!" dengus Salsa dan melirik tajam wajah Tristan dengan cepat ia masuk ke dalam ruangan pintu walk-in closet untuk berganti pakaian.
Braaakkkkk....( pintu pun di tutup dengan kencang )
"Astaga astaga apa bawaan ibu hamil seperti itu yah... ?"ucap Tristan kaget sambil mengelus dadanya.
"Tapi aku senang sekali menggoda dia.." gumam Tristan dengan terkekeh
Tristan pun mencoba membuka pintu walk- in closet yang beruntung tidak di kunci oleh istrinya. Ia melihat istrinya yang tidak sadar kalau ia sudah datang mengendap-endap sedangkan istrinya masih memilih milih baju yang akan ia pakai, tiba-tiba Tristan memeluk Salsa lagi dari belakang dan mencium ceruk leher Salsa.
"Kak...apa semalam dan tadi di kamar mandi masih kurang..!! gerutu Salsa
__ADS_1
Tristan tidak menghiraukan ucapan dari istrinya, karena dia sedang menikmati memeluk istrinya itu.
"Terima kasih Tuhan kau telah memberikan malaikat kecil lagi untuk keluarga kami.." ucap Tristan sembari mengusap perut salsa yang masih rata. Kemudian ia membalikkan tubuh Salsa untuk menghadapnya dan Tiba-tiba Tristan mencium lembut bibir ranum Salsa
Cup
Tokkk...Tokkkk ( Suara ketukan pintu dari luar )
"Mommy... Daddy..... " panggil suara anak kecil dari luar ruangan kamar, namun tidak terdengar oleh kedua orang ini.
"Kak..." lenguh Salsa yang merasa sudah lepas dari pagutan suaminya
"Terima kasih sayang aku bahagia sekali mendengar kamu hamil lagi..."
Tristan pun mencium kembali bibir ranum Salsa yang sudah menjadi candunya setiap hari, namun ia masih tak mendengar ada suara yang terus menerus memanggil mereka.
Hingga anak kecil itu masuk ke dalam ruangan, merasa ia tidak ada sahutan dari orang tuanya.
"Mommy....Daddy... kalian sedang apa??" panggil anak kecil itu yang telah mendobrak pintu walk- in closet
Tristan dan Salsa tersentak kaget hingga keduanya dengan cepat melepas pagutannya. Salsa langsung memukul pelan dada suaminya yang merasa ia kesal, suka sekali suaminya itu mencium sembarangan pada dirinya yang tidak tahu situasi dan kondisi.
Tristan pun langsung menghambur pelukan pada anaknya, melihat anaknya sudah berada di dekatnya.
"Marchel sayang..... " ucap Tristan sembari mengusap rambut anaknya
"Daddy sama mommy kalian tadi sedang apa di dalam??" tanya Marchel sembari melonggarkan pelukannya. Marchel adalah anak dari buah hatinya Tristan dan Salsa, ia masih berumur 3 tahun wajahnya nampak tampan seperti daddy nya waktu kecil
"Argh itu... tadi bibir mommy berdarah sayang makanya tadi daddy obati.."dusta Tristan sembari menggaruk-garukan kepala nya yang tidak gatal
"Memang mommy sedang sakit ...mom?? tanya Marchel yang menoleh kearah ibunya
"Ahh.. i..iya nak tapi sekarang sudah sembuh kok nak.... " dusta Salsa gugup sembari matanya melotot tajam ke arah Tristan.
Tristan pun tak mau menatap wajah monster Salsa bila istrinya sedang marah. Ia bergidik ngeri dari pada nanti malam ia tidak mendapatkan jatah.
"Ahh.. kamu mau pergi jalan-jalan gak nak...? ajak Tristan yang sengaja mengalihkan pembicaraan
"Mau daddy aku mau ...." seru Marchel
"Maaf ya nak... sudah membuat mu menunggu lama ayo mandi sama mommy yuk kita siap-siap.." ajak Salsa sambil berjongkok sejajar dengan anaknya dan mengusap lembut rambut anaknya.
πππ
Di dalam mobil nampak hening, Karena Marchel sedang asyik bermain dengan mainan robotnya di kursi belakang
"Apakah kau sedang merindukannya...??" tanya Tristan menoleh ke arah Salsa di sampingnya
"Hmmm..."
"Baiklah kalau itu mau mu.." balas Tristan singkat, ia pun langsung membelokkan stir nya ke arah jalan pemakaman Aditya yang tak jauh dari jalanan tadi.
πππ
Ckiiiiiiiitttttt
Mobil hitam milik Tristan telah berhenti di parkiran pemakaman, mereka pun turun dari mobil dan beranjak jalan ke pemakaman Aditya yang tak jauh dari parkiran, sedangkan Marchel berada digendong Tristan karena tadi di sepanjang jalan ia tidur.
Ketika sudah sampai di depan pemakaman Aditya. Mereka pun sedang berdoa bersama-sama dengan khusyuk di depan pemakaman Aditya.
Setelah membaca doa, gadis itu pun diam memandangi bingkai foto pria tampan itu yang berdiri di atas batu nisan. Wanita itu menghela nafas dengan panjang
"Hai kak Adit aku bertemu dengan mu lagi.. kau tahu tiba - tiba aku sangat merindukan mu kak ..? ujar Salsa
"Apa kabar kakak di sana..?"
Meskipun tahu kalau pertanyaan itu tidak akan di jawab namun, Salsa tidak peduli ia terus berbincang dengan Aditya.
"Keadaan di sana bagaimana kak apakah baik baik saja..??" tanya nya lagi sembari menyentuh batu nisan itu.
"Aku harap, kak Adit disana sudah bahagia dan berhenti khawatir yah kak.."
"Salsa yakin di atas sana kak Adit sedang memantau kami dan pastinya kakak tahu keadaan kami Sekarang..."
"Kak adit juga tahukan aku datang bersama siapa? tidak hanya kak Tristan saja tetapi anakku yang sangat lucu ini namanya Marchel kak...Ia sedang tidur di pangkuan daddy nya sekarang... dan ada kabar bahagia lagi kakak dari kami, malaikat kecilku yang masih di dalam perutku ini.." jelas Salsa sembari memegang perutnya sendiri
"Hai Dit..." salam Tristan
"Baru tadi pagi aku mengingat kamu...tetapi istriku tiba-tiba meminta kesini menemui mu..mungkin ini bawan dede bayi Dit... " Ucap Tristan sekenanya
Salsa pun menautkan kedua alisnya ke atas melihat Tristan bicara seperti itu. Sedangkan pria itu tak menghiraukan ia terus berbicara di depan batu nisan Aditya.
"Aku menepati janji mu kan telah menjaga Salsa sesuai permintaan mu..."
"Kau pun juga disana harus baik-baik yah Dit... doa kami selalu menyertaimu .."
__ADS_1
"Ihiks.... ihiks.... mommy daddy.." rengek marchel tiba-tiba terbangun dari pangkuan pundak Tristan sambil menggosok-gosokan matanya. Anak itu terbangun dari tidurnya.
"Salsa....." panggil Tristan sambil mengangguk memberikan kode pada istrinya.
"Hmmm" Salsa pun juga mengangguk mengerti maksud suaminya
Sebelum ia pamit, Salsa melihat pemakaman Aditya terlebih dahulu.
"Istirahat yang tenang yah Kak Adit...sampai ketemu nanti disaat Tuhan mengijinkan kita untuk bersama.." tukas Salsa mengakhiri
"Adit.. kami pulang dulu.. sampai ketemu lagi.." pamit Tristan
Mereka pun pergi meninggalkan pemakaman Aditya.
Tak... Tak...Tak...
"Daddy tadi itu siapa dad....?" tanya marchel yang sekarang posisinya jalan beriringan di gandengan tangan Tristan
"Itu paman kamu sayang sekarang sudah berada di surga..." jelas Tristan dengan tersenyum
Marchel hanya manggut-manggut saja ia masih tidak mengerti mengenai hal itu.
"Mom.. dad.. kalian jadi kan ajak Acel jalan-jalan..." pinta marchel pada kedua orang tuanya
"Jadi dong.. Marchel mau pergi kemana ..? tanya Salsa sambil berhenti menatap anaknya
"Aku mau naik kereta gantung mommy.." pintanya
"Oh iyaaa memang acel berani...?? tanya Salsa lagi
"Berani dong ... mom..dad..." ucap nya antusias
"Okee siap meluncur kita akan pergi naik kereta gantung...'' seru Tristan bersemangat sembari mengandeng Marchel
"Ayoooookkk......" teriak Marchel sangat bahagia
Mereka pun jalan menuju parkiran mobil, karena mereka ingin pergi bertamasya bersama anaknya
Hidup mereka sekarang nampak tenang dan damai dan mereka juga sangat bahagia sekali dengan keluarga kecilnya...
(Selamat yah untuk keluarga
Bapak Tristan π₯°)
...-The End...
Ucapan Terima kasih untuk para Visual yang membantu Author bisa mendapatkan ide membuat novel iniπ€π€
Tristan sebagai Sung Hoon
Salsa sebagai Nam Ji Hyun
Aditya sebagai Lee Joon Hyuk
Rayyan sebagai Kim Seon Ho
...π₯π₯π₯...
Alhamdulillahirobbil A'laammiin sudah 2 bulan ini Author telah mengerjakan karya baru novel pertama kali nih dan akhirnya sudah selesai jugaπ€§π€§
Terima kasih yah sebelumnya kakak-kakak ku yang sudah setia menunggu update cerita novel JCPM ini. Mohon maaf apabila banyak kesalahan untuk penulisan dan kata-kata nya.. jujur Author gak pandai mengarang dan merangkai kata-kata tapi dengan buat novel ini Author jadi belajar sedikit -sedikit.
Tadinya Author mau buat cerita novel baru lagi nih sudah ada judul dan ceritanya tapi berhubung Author lagi hamil muda sama kaya Salsa.. jadi author pending dulu sampai kondisi author membaik. Jujur author gak kuat begadang pas buat novel ini nih hehehe π€π€
Sebelum Author pamit, kakak kakak ku jangan lupa yah penilaian bintangnya dari kalian dan komentar alur ceritanya bagaimana supaya author tahu kesalahan nya...π
Terima kasih kakak-kakak ku yang sudah pantengin cerita sederhana ku ini semoga bisa menghibur kalian, sampai jumpa lagi yah di tunggu karya Author nanti selanjutnya....π
^^^-Wasalam^^^
^^^Nia KumalasariπΉ^^^
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Kakakku aku sudah rilis novel kedua dan ketiga ku nih, kali aja ada yang minat boleh mampir baca gratis loh π€π€
Yuk mampir ah silahkan tinggal klik tombol novel yang di PESAN AUTHOR yahh...
terima kasih π₯°
__ADS_1