
"Tenang saja sayang aku akan menyelesaikan urusanku ini dan menepati janji ku.. agar aku bisa menikahi mu dengan cepat.." batin Aditya tersenyum. Ia melihat gadis itu melalui spion mobil seraya memegang stir kemudi dan meninggalkan Salsa sendiri di jalan
Bruuuuuuummm......
Mobil pun melaju membelah jalan raya menuju ke apartemen Tristan
🍃🍃🍃
Sedangkan di kota lain pada sebuah gedung tinggi yang menjulang nampak dua pria tampan itu telah menyelesaikan meeting membahas proyek besar diantara perusahaan yang mereka miliki masing-masing. Tetapi nampak seorang pria tampan itu sedang tidak fokus dari saat awal meeting hingga akhir hingga pria itu pun di ejek oleh kliennya.
"Hahhhhh... " Tristan hanya menghembuskan nafas dengan kasar. Entah karena kelelahan meeting atau sedang kepikiran.
"Wah.. wah... wah....aku tak menyangka seorang Tristan bisa tidak fokus dalam hal pekerjaan... apa yang sedang kau pikirkan..?? apa kau sedang patah hati dengan seorang wanita..??" goda Rayyan dengan sudut bibir dimiringkan ke atas
Rayyan adalah teman semasa kuliah Tristan dulu, walaupun mereka hanya teman kenal saja di kampus tetapi tidak terlalu dekat. Ia dulu pria famous di kalangan kampus tersebut begitu pula dengan Tristan. Maka dari itu ia tahu sedikit seluk beluk Tristan bagaimana. Tristan pun juga kaget dengan kedatangan kliennya ternyata teman dia semasa kuliah.
"Sekarang siapa gadis idaman mu yang kau sukai..?? aku jadi penasaran dengan gadis itu.." goda Rayyan lagi. Ia tahu kalau Tristan di tinggal pergi selamanya oleh istrinya. Ia berpikir pasti pria kesepian itu yang dipikirkan adalah seorang wanita.
"Diam kau..!! Tidak perlu kau ikut campur dengan urusanku...jika urusan pekerjaan ini sudah selesai..kau bisa keluar sekarang dari ruangan ini.." bentak Tristan
"Kau memang tidak pernah berubah Tristan.. kaku sekali kau..pantas saja banyak wanita yang takut dengan mu.." sindir Rayyan dengan senyum ejek
"Hahahhha baiklah-baiklah.... Aku jadi penasaran siapa wanita itu..." goda Rayyan seraya membukakan pintu ruangan tersebut dan menutupnya kembali.
Brakkkk.. (pintu pun tertutup)
"Terlalu ikut campur sekali kau dengan urusanku.." batin Tristan setelah kepergian Rayyan. Sebenarnya Tristan nampak kelelahan tetapi karena urusan pekerjaan nya yang numpuk ia pun melanjutkan lagi pekerjaannya.
🍃🍃🍃
Sore menjelang malam pun telah tiba. Di sebuah apartemen besar nampak sebuah mobil hitam milik Aditya telah berhenti di basemen apartemen tersebut.
Ckiiiiiiiitttttt.....
Mobil Aditya telah berhenti di basemen apartemen Tristan, dengan semangat Aditya pun membuka pintu mobilnya dan pergi menuju ke Apartemen Tristan
Ting dong...Ting dong...(bunyi suara bel)
"Mana dia...??disaat aku bersemangat ada saja kendalanya.." gerutu Aditya kesal
Ting dong... Ting dong.....
Merasa tidak ada jawaban dari dalam, Aditya pun merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan menghubungi Tristan.
"Nomor yang ada tuju sedang tidak dapat dihubungi.."
"Siaaaal.....!!" decak kesal Aditya
Ia pun mencoba menghubungi sekretarisnya menanyakan keberadaan Tristan.
Tutt...
Tomi :
"iya tuan.."
Aditya :
"Kau tau keberadaan Tristan dimana... aku sudah mencari di apartemennya tidak ada.. tanya Aditya spontan
Tomi :
"Baik tuan saya akan mencoba mencari tahu..."
Aditya :
"Terima kasih.."
Aditya dengan sabar menunggu kabar dari sekretarisnya dari di dalam mobil.
15 menit kemudian ponsel aditya pun berbunyi..
__ADS_1
Kriiiiinnngg....
Aditya :
"Bagaimana??" tanya Aditya spontan
Tomi :
"Tuan .. sekarang tuan Tristan berada di kota B, beliau sekarang bekerja di perusahaan cabang disana untuk tempat tinggalnya, ia tinggal di apartemen Raflesia di kota tersebut.."
Aditya :
"Baiklah aku akan pergi kesana terima kasih untuk informasinya.."
Tomi :
"baik tuan.."
Telepon pun dimatikan sepihak oleh Aditya.
"Kenapa dia pindah.. apa karena kemarin..??" pikir Aditya ia pun langsung menancapkan gas menuju kota B ke cabang perusahan keluarganya.
Mobil pun masih dalam perjalanan, pria itu masih berpikir.
"Kenapa dia pindah kesana kan ada perusahaan di kota ini, apa ada hubungannya dengan Salsa...??"pikir Aditya sembari mengemudikan mobilnya
"Apa mungkin dia sudah mencoba melupakannya..?? baguslah kalau dia seperti itu semoga saja kau tidak mengharapkan gadis ku lagi.. " gumam Aditya dengan sudut bibir dimiringkan ke atas
Mobil pun melaju dengan cepat karena perjalanan menuju ke kota B membutuhkan waktu lama.
Brummmmmmmmmmm......
🍃🍃🍃
Malam pun telah larut, mobil pria itu telah sampai di kantor cabang milik keluarganya..
Braaakkkkk (Suara pintu mobil tertutup)
Aditya pun dengan segera berlari menuju ruangan tersebut
"Semoga saja kau ada di sana.." batin Aditya sembari berlari
Braaakkkkk.. (Pintu ruangan terbuka)
"Bisa kah kau masuk harus mengetuk pintu terlebih dahulu....!!" decak Tristan kesal seraya masih fokus dengan pekerjaannya.
"Kenapa... ini perusahaan milik ku juga kan..??" ucap Aditya. Ia menatap pria itu di hadapannya dengan tatapan nyalang.
Tristan yang mendengar suara Aditya di hadapannya pun ia mendongakkan kepalanya ke atas.
"Cih dasar bocah tidak tahu sopan santun...!!" sindir Tristan
"Aku kesini tidak mengajak mu untuk berkelahi.. hanya saja aku ingin memberi tahu mu kabar gembira dari ku.. " ucap Aditya percaya diri
Tristan hanya menautkan kedua alisnya ke atas..
"Aku akan segera menikahi Salsa.. dan kekasih ku lah yang meminta aku untuk persetujuan dari mu.." jelas Aditya dengan tegas
Duaaar......
Bagaikan suara petir berada di siang bolong.
Tristan mendapatkan kabar tak mengenakan dari Aditya, mengenai kabar pernikahan itu pun adalah permintaan gadisnya.
🍃🍃🍃
Malam pun telah larut tetapi gadis cantik itu masih belum bisa tertidur, ia kepikiran dengan kekasihnya terjadi apa-apa dengan Tristan. Apalagi kekasihnya sampai saat ini masih belum memberikan kabar apapun pada gadis itu.
"Nomor yang ada tuju tidak dapat di hubungi..."
"Dimana dia...?? " decak kesal mencoba menghubungi Aditya kembali tetapi hanya suara dari operator telepon saja.
__ADS_1
"Apa yang terjadi...?? gumam Salsa seraya memeluk ponselnya di dada.
Gadis itu mengingat tempo hari, ia melihat langsung mereka berkelahi karena dirinya. Ia pun menyesal tidak menahan kepergian Aditya tadi.
"Sungguh aku menyesal menyuruhmu untuk bertemu dengannya... " lirih Salsa
"Astaga.. perasaan apa aku ini.. semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja Tuhan.." gumam Salsa cemas seraya menepuk dadanya pelan-pelan. Ia pun menghela nafasnya kembali dengan panjang dan mencoba menghubungi Aditya.
"Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi.."
🍃🍃🍃
"Aku masih tak percaya apa yang kau ucapkan.. " gumam Tristan menatap kosong ke depan.
"Hah...Apa kau masih mengharapkan gadis ku.. ?? kau dengar sendirikan dia lah yang memintaku untuk persetujuan dari mu.." balas Aditya dengan senyum ejek
"Berarti dia memang tidak mencintaimu kan...??" jelas Aditya dengan meyakinkan
"Tidak... tidak mungkin.. aku yakin Salsa pun juga mencintaiku.." gumam Tristan yang masih menatap kosong ke depan. Ia mengingat kebersamaan nya dengan Salsa saat berdua. Pria itu tahu betul kalau Salsa pun membalas cintanya.
"Cih terlalu percaya diri sekali kau..." geram Aditya
"Aku tak punya banyak waktu pada mu karena aku ingin mengabari kekasihku sekarang.. walaupun tanpa persetujuan dari mu aku akan menikahinya dalam waktu dekat... sekali lagi aku camkan..!! kau jangan terlalu mengharapkan calon istriku lagi...!! " ucap Aditya dengan peringatan. Ia pun langsung meninggalkan Tristan sendiri di dalam ruangan.
Deg
🍃🍃🍃
Setelah keluar dari ruangan Tristan, Aditya pun dengan segera merogoh saku celananya untuk mencoba menghubungi Salsa
"Ah sial ponsel ku mati.." decak Aditya kesal. ia pun segera berlari menuju parkir agar ponselnya bisa di charger di mobil.
"Maaf kan aku sayang tidak mengabari kamu sebelumnya... " gumam Aditya sambil berlari menuju lantai basemen parkir
Tak.. Tak.. Tak..
Begitu sampai di mobil ia pun langung mengisi daya baterai ponsel terlebih dahulu agar bisa menyala ponselnya. Kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan keluar dari gedung kantor tersebut.
Bruuuuuuummm....
Sial aku lupa mengabarkan Salsa keluar kota.." decak kesal Aditya seraya membanting stir kemudi. Ia pun dengan cepat mengendarai mobilnya
Bruuuuuuummm.....
🍃🍃🍃
Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 malam. Salsa masih diam dan termenung menatap ke depan di atas ranjang. Ia dengan sabar mencoba menghubungi Aditya kembali, tetapi masih tidak aktif. Ia pun akan mencoba menghubungi nya beberapa menit lagi. Gadis itu mencoba berpikir positif kedua pria yang ada dipikirannya tidak terjadi apa-apa.
Sedangkan di tempat lain, Aditya sembari mengendarai mobil ia mencoba menyalakan ponselnya karena sudah terisi sedikit baterai ponselnya. Ia melihat banyak pesan dan telepon masuk disana.
"Maafkan aku sayang .."ucap Aditya cemas melihat banyak telepon dan pesan dari Salsa
Begitu pria itu ingin menghubungi nya Salsa sudah menelepon terlebih dahulu...
Aditya pun langsung mengangkat teleponnya Salsa
"Halo sayang maaf kan aku tidak memberitahumu.. " ucap Aditya
"Syukurlah kau tidak apa-apa kak, aku mencemaskan mu disini...kamu dimana sekarang kak..??" tanya Salsa penasaran
"Maafkan aku telah mencemaskan mu sayang...aku sekarang berada di jalan kota B menuju kota A sayang..." jelas Aditya
Salsa pun diam, kaget mendengar Aditya sekarang berada di luar kota.
"Sayang..sayang... maaf aku tidak memberi kabar padamu.. aku sangat merindukan ..." ucap aditya tiba- tiba terputus
Brakkkk....
Tiiiiiiiinnnnnn....Tiiiiiiiinnnn....
Brak....Brak....Brak...Brak.....
Duaaarrrrrrr.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
__ADS_1
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞