Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 25


__ADS_3

Di taman nampak dua insan yang berbeda sedang asyik bersenda gurau..


"hahahahaha... kakak bisa aja sama dosennya sampai kaya gitu.." tawa Salsa sampai menutup mulutnya


"iya Sa itu masih belum seberapa, bahkan ada yang lebih parah lagi.." balas Aditya tertawa juga


"iya kaak masa sih hahahagh... " tawa Salsa tiba-tiba berhenti ketika melihat ada seseorang di depannya dan dia menatap tajam pada mata gadis itu..


"kenapa Sa kamu lihat apa?" tanya Aditya heran, ia ikut menoleh kebelakang


Salsa hanya bengong, dengan mata tidak berkedip


"kak Tristan ada perlu apa kesini.." tanya aditya heran


Salsa melihat ke Aditya, ia tambah bingung dengan ucapan barusan Aditya


"berati dia kakaknya Kak Adit.." batin Salsa


"aku ada perlu dengan mahasiswiku.." jawab Tristan tegas sambil menarik paksa pergelangan tangan Salsa


"auwhh ..." ucap Salsa kesakitan sambil memegang pergelangan tangan. Ia terbangun dari duduknya karena di tarik oleh Tristan


"kak tunggu... kau ada perlu apa sampai menarik tangan Salsa seperti ini..!! tanya Aditya langsung berdiri dan menatap elang kakaknya, ia juga memegang tangan Salsa satunya.


Salsa hanya menengok kedua pria itu dengan takut, kedua pria itu sedang menatap elang bersamaan. Salsa yang merasa tidak enak hati, takut terjadi perkelahian di kampus. Ia pun harus menengahinya


"cukup kak Adit.. maaf tadi aku disuruh keluar kelas sama pak Tristan karena tidak mengerjakan tugas.. mungkin sekarang pak Tristan kasih tugas buat aku.." ucap Salsa sambil menatap Aditya, hanya untuk memberi alasan.


"benarkah... " tanya Aditya menatap Salsa dan Tristan.


Salsa hanya mengangguk meyakinkan Aditya..


"baiklah.." ucap Aditya sambil melepaskan pergelangan tangan Salsa


Salsa pun pergi bersama Tristan, sedangkan Aditya hanya menatap nanar kepergian Salsa..


"terlihat sekali matamu kak menatap gadis yang aku sukai dulu, jangan sampai kau berani merebutnya dari aku .." batin Aditya sambil mengepal kuat tangannya


__ADS_1


🍃🍃🍃


Sedangkan di lain tempat, Tristan membawa Salsa ke ruangannya. Ia melepas kasar pergelangan tangan gadis itu.


"auuwhh... " ucap Salsa sambil memegang pergelangan tangan nya karena kesakitan dan menatap sengit dosen itu.


"Ada perlu apa pak!! sampai saya di tarik kesini..? tanya Salsa dengan menatap tajam


sambil memegang pergelangan tangannya yang kesakitan


Tristan duduk di kursi kebesarannya dan ia menghela nafas panjang..


"mana tugas yang saya minta, kenapa kau tidak membawa tugasnya..?? tanya Tristan dengan menatap tajam wanita itu



Salsa pun heran dengan dosennya, tidak membawa tugas saja sampai ia terlalu marah sekali. Salsa menghela nafas panjang


"maaf pak itu karena.. emhh.. itu karena saya.." ucap Salsa gugup dan di sela oleh Tristan


"karena semalam kau berpacaran..!!!" balas Tristan dengan nada emosi


Deg..


"Saya tidak berpacaran pak ...!!" jawab Salsa sengit


"kau bilang kalian tidak berpacaran???ckkkkk ...kalian ngapain berduaan pulang sampai larut malam lalu di dalam mobil, kalau kalian itu habis..??? ckkkk... murahan sekali bukan?? aku gak habis pikir berarti kau..." ucap Tristan terputus, dipotong bicaranya oleh Salsa


"cukupppppp..........!!!! teriak Salsa marah


"maksud bapak apa bilang saya seperti itu?? jangan seenaknya bapak merendahkan saya...!!"


"aku lihat kalian berduaan dan berciuman di dalam mobil dalam keadaan tempat sepi... kau tahu kan hasrat laki-laki setelah berciuman tu pasti ia akan.. " teriak Tristan dengan nafas memburu, ia terpotong bicaranya karena Salsa sudah menampar tepat di wajahnya.


Plak...


Salsa menghampiri dosen itu dan langsung menampar wajahnya. dengan nafas yang masih memburu, Ia juga menahan air matanya supaya tidak terjatuh.


Tristan langsung berdiri dari duduknya, ia meringis kesakitan sambil memegang pipinya dan menatap nanar mata Salsa.

__ADS_1


"saya heran bapak dosen tetapi mulut bapak sangat pedas..!! Mohon maaf pak saya bukan wanita yang bapak maksud..!!!." ucap Salsa tegas kemudian ia balik kanan ingin keluar ruangan tetapi ia balik lagi karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


"oh sekali lagi..!! Saya camkan kepada bapak...saya mau pacaran dengan siapa saja kek, ciuman kek, bahkan sampai lebih pun itu adalah urusan saya!! bapak gak usah perlu ikut campur dengan saya.. !! Permisi..!!" ucap Salsa emosi, Ia langsung balik kanan ingin keluar ruangan tetapi ada yang menahannya..


Tristan yang mendengar penjelasan dari gadis itu pun ia mengakui kesalahannya, karena tersulut emosi api cemburu. Tristan pun menyusul Salsa dan memeluk gadis itu dari belakang


"maaf.... " ucap Tristan lirih



Salsa hanya diam dan tak bergeming, ia berusaha menahan air matanya tadi supaya tidak jatuh, tetapi tak bisa ditahan mau tidak mau air matanya pun jatuh seketika tanpa permisi..


"maafkan aku Salsa..maafkan aku karena aku cemburu " ucap Tristan lirih dan semakin mengeratkan pelukannya dari belakang gadis itu


"aku tidak bermaksud mengucapkan kata-kata kasar yang aku katakan sebelumnya, aku minta maaf karena belum dewasa.." lirih Tristan


"aku akan menebus semua hari yang aku kacaukan padamu, Tolong maafkan aku Sa??aku menyesal.. ucap Tristan lirih


Salsa hanya diam tak bergeming, ia menghela nafas panjang


"kau tahu Salsa... " ucap Tristan berhenti, ia juga menghela nafas panjang dan ada sesuatu yang ingin ia katakan


"saatnya untuk membuka hatiku dan mengungkapkan perasaanku yang terdalam kepadamu.. Aku sangat mencintaimu Sa....seperti aku tidak pernah mencintai siapapun sebelumnya.. "ucap Tristan meyakinkan dan semakin mengeratkan pelukan Salsa


Deg...


Salsa pun tidak bisa bergerak, nafas nya pun seperti tercekat juga degupan jantung sangat cepat


"Kau tidak perlu cepat membalas perasaan ku...aku tidak akan memaksanya.. aku tidak mau dengar hal yang tidak ingin aku dengar.. biarlah waktu yang aka menjawab... " ucap Tristan masih memeluk kemudian ia membalikkan badan Salsa agar menatapnya..


"maaf kan aku .. " Ucap Tristan tersenyum meyakinkan dan menatap lekat mata Salsa


Salsa hanya diam, tak bergeming hanya menatap lekat wajah Tristan



mereka pun saling menatap lama... Entah apa yang mereka pikirkan semua terhanyut suasana dalam pikiran masing-masing. Tak lama terdengar suara pintu masuk ada seseorang yang datang...


Kreeeeeeggggg.....

__ADS_1


"sayanggggg..." ucap wanita itu tanpa mengetuk daun pintu.


__ADS_2