
Salsa tersentak kaget, kalau Tristan sudah jatuh pingsan di pundak gadis itu. Salsa pun reflek memegang tubuh Tristan yang besar itu.
"Astaga pak Tristan bangun pak... " ucap Salsa cemas sambil menepuk pipi Tristan dengan tangan satunya, posisi Tristan masih jatuh di pundak Salsa.
"Pak Tristan astaga tubuh kau berat sekali, aku harus gimana nih....haahhh..!!" ucap Salsa sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Ia pun dengan inisiatif memasukkan Tristan kedalam mobil pria itu dengan menyeret tubuh Tristan pelan-pelan dan didudukkan tubuh pria itu ke kursi mobil. Beruntung pintu mobil itu sudah terbuka sebelumnya.
"Bagaimana ini?? apa aku antarkan ke rumahnya saja?? gumam Salsa sambil berpikir saat sudah duduk di kursi kemudi.
Salsa pun mencoba mengambil kunci mobil di balik saku jas Tristan.
Saat mau mengambilnya, tangan Salsa dengan reflek menyentuh dada bidang pria itu. hingga Tristan pun kembali bangun dengan keadaan lemah..
"Arghhhh...." racau Tristan bangun dengan mata sedikit mengerjap ia pun bingung di sampingnya ada Salsa.
"Mm...maafkan saya Pak Tristan saya lancang, saya hanya ingin mengambil kunci mobil di balik saku jas bapak..tadi bapak pingsan di depan saya... "jawab Salsa panjang lebar
Tristan hanya diam dan mengangguk lemah. ia pun kembali tertidur karena semalam ia tidak tidur sama sekali.
Setelah Tristan tertidur, Salsa pun akhirnya bisa mengambil kunci mobil di balik saku jas pria itu.
"Ah.. dapat juga tapi ini ada card lock juga nomor kamar 707 apartemen Casablanca, berarti ia tinggal di apartemen sana.." gumam Salsa lega sambil menengok Tristan yang sudah tertidur lemas.
"Baiklah aku akan membantu pak Tristan saja sampai apartemennya.." gumam Salsa lagi
Salsa pun menghela nafas dan mulai mengendarai mobil tristan
Bruuuuuummmm.....
Tak jauh dari tempat parkir tersebut nampak sebuah mobil yang mengikuti mereka.
🍃🍃🍃
Ckiiiiiiiitttttt....
Deru suara mobil berhenti di basemen apartemen Tristan.
"Pak.. pak Tristan bangun kita sudah sampai..." panggil Salsa lembut sambil memegang pergelangan tangan pria itu. Tristan pun masih belum bangun.
"Astaga panas sekali badannya.. " panik Salsa saat menyentuh punggung tangan Tristan.
"Pak Tristan masih belum sadar juga bagaimana ini..?? panik Salsa
Salsa pun teringat di tas nya ia membawa minyak angin.
"Setidaknya nya aku kasih ini dulu.." gumam Salsa sambil mengoles minyak angin di hidung Tristan.
"Hmmmmmph arghhhhhh..." racau Tristan terbangun dengan mata masih mengerjap.
"Pak Tristan saya mohon bapak bangun dulu... nanti saya akan bantu papah bapak sampai pintu apartemen.." pinta Salsa menawarkan diri.
Tristan pun mengangguk ia masih lemah tak berdaya.
__ADS_1
Akhirnya Salsa membantu memapah Tristan, saat sudah sampa di pintu apartemennya.
Tuuuut..... ceklekk titut titut.. (Suara pintu apartemen telah terbuka)
"Aaahhh... akhirnya sudah sampai juga " gumam Salsa lega
Salsa pun memapah Tristan duduk di sofa dekat pintu utama. Ia sudah tidak kuat menahan beban pria itu. tiba-tiba kaki gadis itu tergelincir kakinya hingga menimpa tubuh pria itu. Tristan pun tersentak bangun dalam keadaan lemah.
"Arghhhhhh..." racau Tristan terbangun kaget tiba-tiba ada yang menimpa tubuhnya.
Seketika jantung gadis itu pun berdebar-debar berada di dekat pria itu. Karena jarak tubuh kedua insan tersebut sangat intim, hanya jarak wajah saja yang menyisakan hingga hembusan nafas mereka pun saling bertukar.
Tristan menatap lekat wajah cantik gadis itu tetapi tiba-tiba ia langsung tertidur kembali. Ia sudah tidak kuat menahan mata dan tubuhnya sendiri.
"Astaga......"ucap Salsa bernapas lega dengan cepat ia beranjak bangun dari atas tubuh pria itu, jantungnya pun masih berdebar.
"Syukurlah ia masih tertidur lagi.." gumam Salsa sambil memegang dadanya.
"Astaga tubuhnya panas sekali.." gumam Salsa dengan tangannya menyentuh dahi pria itu.
"Baiklah aku akan meyiapkan kompres dulu.. " ucap Salsa cemas sembari membuka pelan jas dan sepatu pria itu.
🍃🍃🍃
Sedangkan di tempat lain di sebuah sudut parkir basemen nampak seorang pria tampan itu duduk termenung sendiri di dalam mobil. Ia masih menunggu gadisnya itu keluar.
Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia merasakan sakit di hati nya dikala ia ingin berdua dengan kekasihnya tetapi justru gadisnya pergi bersama dengan orang lain. Ia pun tetap setia menunggu gadis itu keluar dari apartemen tersebut.
🍃🍃🍃
Waktu pun tak terasa telah menjelang malam, sembari menunggu Tristan bangun gadis itu ingin membuat sesuatu makanan di dapur.
"Astaga dapur sebesar ini berantakan sekali.." gerutu Salsa
"Mana banyak botol minuman lagi.. Apa dia suka minum? pantas saja tubuhnya seperti bau alkohol..." gerutu Salsa heran
Salsa pun melanjutkan kegiatan nya membersihkan dapur dan memulai memasak..
Tak terasa 1 jam telah berlalu,
Tristan sudah bangun dari tidurnya tubuhnya sudah mendingan dan mengeluarkan keringat. Ia mendengar suara sesuatu dari dapur dan mencium aroma masakan. Tristan pun jalan menuju dapurnya.
"Selesai..... hmmmmp wangi sekali cap cay buatan aku.." ucap Salsa percaya diri sambil tersenyum. Ia pun menaruh masakannya di atas meja makan.
Ketika balik kanan ia kaget melihat Tristan sudah ada di hadapannya..
"Astaga... bapak membuat ku kaget saja.. Maafkan saya pak telah mengganggu tidur bapak.." ucapnya sambil menundukkan kepala
__ADS_1
"Oh iya tadi siang, saat pulang kuliah bapak pingsan di parkiran kampus pak dihadapan saya....lalu saya yang membawakan bapak ke apartemen sini..terus badan bapak juga panas sekali pak sampai saya....." ucapan Salsa terhenti karena Tristan sudah memeluknya..
"Pak bapak.... " panggil Salsa tersentak kaget
"Biar kan aku memeluk mu dulu sebentar Salsa.." perintah Tristan
Salsa pun tidak membalas pelukan pria itu, ia hanya diam dan menurut saja.
Tristan masih memeluk gadis itu lama. Ia juga mencium surai rambut gadis itu dan menghirup aroma wangi rambut juga tubuh gadisnya sehingga ia merasakan hawa menenangkan berada di dekat gadis itu, rasanya ia enggan sekali melepas pelukannya.
"Pak Tristan..." panggil Salsa, gadis itu ingin melepas pelukannya.
"Hmmmmm....." racau Tristan yang semakin mengeratkan pelukan gadis itu
"Jangan membuat ku berharap jika kamu tidak menginginkan ku Sa..." racau Tristan yang masih memeluk Salsa
Deg....
Jantung gadis itu berdegup kencang
"Selama ini, aku berharap kamu bisa tahu perasaanku, walau rasanya mustahil..." racau Tristan dengan tertawa sumbang.
Salsa pun tak enak hati ia ingin melepas pelukan dari pria itu tetapi sulit.
"Setidaknya biarkan aku mencintaimu secara diam, meskipun aku tahu perasaan ini tidak terbalaskan olehmu.." racau Tristan lagi
Mata Salsa seketika berkaca-kaca, ia merasa telah mempermainkan perasaan pria itu di hadapannya.
"Kau tahu Sa.. aku akan selalu menunggu mu sampai kapan pun, aku benar-benar sangat mencintai kamu .." racau Tristan yang masih memeluk gadis itu.
Deg..
Air mata Salsa seketika jatuh tak terasa, ia terisak menangis di dalam hati.
"Bagaimana ini, aku merasa jahat dengan kedua pria yang sekarang dekat dengan ku...apa yang harus aku lakukan Tuhan.. " batin Salsa menangis sesenggukan didalam hati, air matanya pun menggenang di bawah kelopak mata, ia menahannya supaya tidak terjatuh.
"Why am I so afraid to lose you when You are not mine.." ucap Tristan dengan melonggarkan pelukan Salsa.
Ia menatap Salsa dengan lekat. Ia merasa tersentuh melihat gadisnya itu menangis karenanya. Ia pun mencoba menghapus jejak air mata yang mengalir dengan jari tangannya yang ia rangkup pada pipi gadis itu.
Tristan melihat nya kembali mata indah gadis itu tanpa air mata setelah ia mengusapnya, Ia tersenyum tanpa sadar ia mencium bibir ranum Salsa dengan lembut.
Salsa tersentak kaget dengan apa yang di lakukan oleh pria itu tiba-tiba, Salsa hanya diam dan menerima tautan bibir Tristan, tetapi lama kelamaan ia pun juga terhanyut oleh suasana membalas ciuman lembut bibir Tristan hingga keduanya saling bertukar saliva. Sepertinya keduanya memang saling memendam rasa cinta. Tetapi entah apa yang mereka pikirkan sehingga mereka sulit untuk tersalurkan.
Ting tong... Ting Tong... ( Bel apartemen pun berbunyi )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
__ADS_1
terima kasih 🥰💞