Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 57


__ADS_3

Pagi ini hujan rintik masih turun di langit mendung membasahi jalan, seakan mewakili perasaan gadis cantik itu, yang sedang melihat pemandangan luar di balik jendela mobil hitam milik Tristan.


"Rindu yang ku sembunyikan di balik awan ini, kini mulai turun melewati tetesan hujan untuk menemui mu kak.. " batin Salsa lirih sambil memandangi hujan, Ia mengingat kebersamaan dengan Aditya yang baru saja kemarin jalan-jalan di taman hiburan. Tak terasa mata gadis itu pun berkaca-kaca.


Tristan yang sedari tadi melihat gadis itu nampak murung melalui cermin spion mobil saat mengemudi, Ia yakin gadis itu pasti mengingat Aditya. Tristan pun mencoba mencari suasana baru agar gadis itu tidak sedih, Ia mencoba menyetel lagu di mobil dengan suara sedikit keras


🎵🎵Ddu du Ddu du Aye Aye🎵🎵 Blackpink


Tristan sengaja menyetel lagu itu yang terkesan energik, agar gadis itu tidak murung lagi.


Salsa pun menoleh ke Tristan dan menautkan kedua alisnya ke atas melihat Tristan menggerak-gerakkan kepalanya seperti menghayati lagu itu


"Ada apa.. ?? tanya Tristan ikut menoleh ke gadis itu sambil menggerak-gerakkan kepalanya seolah asyik dengan lagu tersebut.


"Hah..Tidak.. aku tidak menyangka saja pak Tristan suka lagi itu.." gumam Salsa melihat Tristan aneh, dan ia kembali melihat jendela mobil.


Tristan pun tersenyum melihat Salsa


"Sa... kita beli sarapan dulu yuk kamu pasti lapar kan belum makan..? pinta Tristan sekedar memecah keheningan


"Tapi aku tidak lapar pak... " jawab Salsa sekenanya, karena ia memang tidak berselera untuk makan pagi ini.


"Apa kau ingin pingsan lagi seperti semalam?? hingga kau demam..?" ujar Tristan dengan mata menatap Salsa


Salsa hanya menautkan kedua alisnya ke atas, ia merasa aneh dengan sikap dosennya itu sekarang cenderung lebih berani dekat dengan dirinya.


"Sudah lah kita berhenti membeli sarapan terlebih dahulu.. perjalanan dari sini cukup jauh menuju ke kota A.." ucap Tristan sembari memutar kemudi ke arah rumah makan yang ia lihat.


"Tapi pak..."


"Tidak ada penolakan... " tegas Tristan sambil fokus kembali berkendara


Salsa pun hanya pasrah mengikuti kemauan dosen itu.


Tristan yang melihat gadis itu cemberut melalui cermin spion pun tersenyum.

__ADS_1


"Semoga kau bisa kembali tersenyum lagi Sa, dan bisa mengikhlaskan kepergian Aditya..." batin Tristan


Mobil pun melaju menuju rumah makan tersebut.


Bruuuuuuummm...


🍃🍃🍃


Siang pun telah menjelang, matahari telah nampak lagi setelah lama hujan di pagi hari tadi. Tristan dan Salsa telah sampai di pemakaman elit terbesar di kota A. Mereka pun sedang berdoa bersama-sama dengan khusyuk di depan pemakaman Aditya



Setelah membaca doa, gadis itu pun diam memandangi bingkai foto pria tampan itu yang berdiri di atas peti mati. Ia melihat wajah manis pria yang memakai kemeja putih itu, dengan tangan yang menopang pada dagunya.



"Terkadang Tuhan itu membuat kisah hidup berjalan dengan seseorang hanya untuk teman di suatu masa saja kak...tetapi tidak sebagai pasangan selamanya..?? Sama seperti ini..kau lah yang meninggalkanku lebih dulu secara tiba-tiba dengan meninggalkan banyak pertanyaan di benakku.." batin Salsa dengan mata sudah berkaca-kaca, mengingat firasat aneh kepergian Aditya kemarin dan ternyata inilah jawabannya Aditya memberikan pesan pergi untuk selama-lamanya.


"Aku merasa bangga dan bahagia pernah bersamamu, kau lah yang bisa sabar dan mengerti kekuranganku kak ..


"Meski pertemuan dan perpisahan ini terjadi begitu cepat... kenangan yang tertinggal bersamamu akan aku kenang selalu...." batin Salsa tak terasa gadis itu pun meneteskan air mata dan dengan cepat ia menghapus air matanya serta menghela nafasnya kembali. Ia mencoba tidak ingin terlihat sedih terus menerus



"Kepulangan dirimu sangat cepat pada sang Tuhan Aditya....Semua kenangan dirimu akan selalu ku kenang hingga habis usiaku. Di sini aku hanya mampu mendoakan dirimu agar kau tenang di sisi Tuhan.." batin Tristan menatap nanar peti mati Aditya, kemudian ia menghela nafas panjang


"Aku akan selalu menjaga Salsa sesuai dengan permintaan mu... Terima kasih dan selamat tinggal Aditya..." pamit Tristan dalam hati. Mereka pun pergi meninggalkan pemakaman Aditya


🍃🍃🍃


"Bagaimana kabarmu hari ini Sa..??Maaf apa kau sudah ikhlas dengan kepergian aditya? tanya Tristan dengan hati-hati sembari berjalan dengan Salsa. Ia takut menyakiti perasaan gadis itu dan membuatnya murung kembali.


Salsa pun berhenti berjalan mendengar pertanyaan Tristan


"Aku baik pak.. aku sudah mencoba mengikhlaskan kepergian kak Adit..agar ia tenang di sana.. aku pun juga seperti kak Adit suatu saat nanti pak...??" jawab Salsa dengan menghadap ke Tristan

__ADS_1


"Anak pintar..." ucap Tristan sembari mengacak rambut Salsa dengan gemas


Mata Salsa menoleh ke atas kepala melihat tangan Tristan memegang rambutnya, Gadis itu menatap bingung kemudian ia tersenyum kembali pada Tristan


"Apakah kau ingin pulang biar aku antar ke rumah mu Sa...??" tanya Tristan menawarkan diri


"Hmm...baik pak. Terima kasih atas penawaran bapak.." Ucap Salsa sambil menundukkan kepalanya.


"Tetapi aku ingin disini dulu sebentar pak menghirup udara sejuk di bawah pohon itu, boleh kan pak... ? pinta Salsa sambil menunjuk kursi taman di sana


"Hmm baiklah..aku sebenarnya ingin mengajakmu, tetapi biarlah aku sendiri saja aku ingin ke pemakaman seseorang dlu.." ucap Tristan dengan kedua tangannya dimasukkan ke saku


"Kau disini dulu sebentar, yakin lah aku hanya sebentar saja kesana.." pamit Tristan


"Baik pak tidak apa-apa aku disini saja dulu.." ucap Salsa dengan tersenyum


Tristan hanya mengangguk, Ia pergi sebentar meninggalkan Salsa duduk sendiri di bangku taman tak jauh dari pemakaman. Sebenarnya ia ingin mengajak Salsa ke pemakaman mendiang istrinya yang tak jauh dari tempat Aditya, namun ia pikir mungkin nanti saja, karena ia sendiri belum mengatakan sebenarnya mengenai status ia sekarang juga ia belum menyatakan perasaan secara resmi dengan gadis itu.


🍃🍃🍃


Di bangku taman, Salsa menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil memandangi danau yang yang indah di hadapannya. Ia mencoba mengembalikan energi positif lagi semenjak kepergian Aditya. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang memanggilnya


"Apakah kau yang bernama Salsa..?" tanya wanita itu



Salsa pun menoleh dan menautkan kedua alisnya ke atas melihat seseorang yang tak di kenal memanggilnya. Kemudian gadis itu berdiri dari duduk bangku taman


"Iya saya Salsa ada apa ya..." ucap Salsa terputus karena wanita itu telah menampar keras pipi Salsa.


Plak........


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....

__ADS_1


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku


terima kasih 🥰💞


__ADS_2