
Salsa tersentak kaget melihat Tristan sudah berada di hadapannya. Tristan yang melihat Salsa seperti ingin pergi pun, ia menahan satu pergelangan tangan Salsa agar gadis itu tidak pergi.
"Salsa kumohon kau janganlah pergi dariku....." ucap Tristan lirih dengan menahan pergelangan tangan Salsa.
Gadis itu hanya diam dan menatap tajam pria itu. Ia mencoba membuka cengkraman kuat tangan Tristan pada pergelangan tangannya tetapi sulit, hingga Tristan pun menahan satu pergelangan tangan Salsa lagi agar gadis itu tidak bisa pergi kemana-mana.
"Kau mau kemana Salsa jawab..!!"ucap Tristan tegas dengan menahan kedua pergelangan tangan Salsa.
Salsa pun hanya pasrah dan menatap tajam mata Tristan.
"Lepaskan aku pak Tristan... tolong lepaskan aku ...!! "teriak gadis itu dengan meronta agar tangannya bisa terlepas, namun Tristan tetap menahannya hingga Tristan menahan Salsa dengan memeluk erat tubuh gadis itu.
"Pak Tristan tolong lepaskan aku pak...tolong lepaskan aku pak tolong...Hiks...Hiks...Hiks.." teriak gadis itu mencoba meronta hingga memukul dada pria itu dalam pelukannya, namun sulit ia lepaskan. Karena pria itu semakin mengeratkan pelukannya, hingga gadis itu pasrah menangis di dalam pelukan pria itu.
Hiks....Hiks....Hiks...
"Menangislah Salsa menangislah sesuka hati mu..?? aku akan selalu disini menunggu mu Sa..... "ucap pria itu sembari mengelus punggung Salsa dan mencium pucuk rambut gadis itu, agar gadis itu cepat tenang
Gadis itu menangis sesenggukan dalam pelukan Tristan.
Hiks...Hiks...Hiks.....
Hiks...Hiks...Hiks.....
Saat gadis itu masih menangis, Tristan terus mengelus surai rambut panjang Salsa dan terkadang ia juga menciumi pucuk rambut Salsa terus-menerus untuk menenangkan hati Salsa, rasanya ia enggan sekali cepat melepas dari pelukan gadis itu.
"Sebegitu kah kau sangat sedih Sa...maaf kan aku yang egois ini yang telah membuat mu selalu sedih terus oleh keluarga ku tetapi aku tidak ingin melepaskan mu Sa.. tidak akan.. aku akan terus berjuang!!" batin pria itu sembari mengelus rambut Salsa dengan lembut. Ia tahu jika gadis itu sangat terpukul mengenai kejadian tadi siang dan pasti gadis itu akan pergi meninggalkan dirinya.
Hiks....Hiks... Hiks..
Begitu tangisannya sudah mereda dan hati gadis itu sudah sedikit tenang. Salsa mencoba melonggarkan pelukannya pada tubuh Tristan.
"Pak Tristan... ucap gadis itu lirih dengan menatap teduh pada mata Tristan.
"Hmm..." gumam pria itu membalasnya, dan menatap manik mata gadis itu sambil memegang pergelangan tangan Salsa.
"Apakah kau sudah selesai menangisnya...??" tanya pria itu dengan lembut, sembari ia mengusap air mata yang mengalir di pipi Salsa dan merapikan anak rambut yang menutupi pipi gadis itu untuk di selipkannya ke telinga. Kemudian ia memandangi kecantikan alami wajah gadis itu yang tersorot sinar terang bulan malam ini.
Sedangkan gadis itu hanya diam menatap nanar pria itu sambil menerima usapan lembut dari tangan Tristan ke wajahnya.
"Jujur.. saat pertama kali aku melihat mu..aku tertarik dan terpesona dengan mu Sa.. Kulihat pandangan pertama betapa indah diri mu dan cantik rupamu.." ucap pria itu sembari mengusap lembut pipi Salsa dan menatap wajah Salsa dengan penuh hangat.
Salsa pun hanya diam dan menatap bingung, hingga ia menautkan kedua alisnya ke atas.
Tristan hanya tersenyum simpul...
__ADS_1
"Biarkan semua kebahagiaanku ini semua jadi milikmu ya Sa... semua kesedihanmu itu juga milikku. biarkan seluruh dunia ini milikmu, hanya kamu yang akan jadi milikku.."
"aku akan mencari mu mencintai mu dan menikahi mu..dan hidup dengan damai bersamamu..."
"Kau jangan pernah pergi meninggalkan diriku sayang... walaupun di ujung dunia pun aku akan mencari mu.."
"Aku akan berjuang untuk menikahi mu Sa.... walaupun keluarga ku tak merestui hubungan ku dengan mu...."
Salsa pun hanya diam mendengar curahan hati pria itu.
"Sebegitu kah kau sangat menginginkan diriku pak...?? " batin Salsa lirih dengan menatap lekat mata Tristan
"Pak Tristan...apakah kau sedang melamar ku..??" tanya Salsa
"Hmmm... "
"Apakah kau sangat keberatan ?
"Hah ... tidak.. hanya saja aku.... ucap Gadis itu terlihat gugup namun terputus bicaranya karena Tristan telah memeluk Salsa dengan erat
"Pak Tristan.." gumam gadis itu lirih
"Aku tidak ingin mendengar jawaban penolakan dari mu Sa.. aku tidak ingin.. aku sungguh tidak sanggup hidup tanpa dirimu Sa.... " ujar Tristan dengan memeluk erat Salsa
"pak Tristan..."
"Aku akan tetap menunggumu Sa.. aku akan selalu tetap menunggumu... biarlah aku seperti ini, agar kau tahu isi hati ku sebenarnya.." ucap Tristan dengan melonggarkan pelukan dan menatap manik mata Salsa
Pria itu tak menghiraukan panggilan dari Salsa. Karena tiba-tiba wajah pria itu mendekati telinga Salsa sambil memegang kedua pundak gadis itu, karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
Salsa hanya melirik dengan mata nya ke arah wajah pria itu.
"Aku mencintaimu Salsa....aku mencintaimu... aku mencintaimu...aku mencintaimu.. aku mencintaimu..aku mencintaimu...aku mencintaimu...aku mencintai mu.." bisik pria itu pelan hingga gadis itu tersentak kaget dengan ucapan perasaan pria itu.
"Pak Tristan..." gumam gadis itu lirih ia tersentuh dengan ucapan perasaan dari Tristan hingga memukul pelan dada pria itu untuk berhenti bicara. Tetapi pria itu tak menghiraukan ia terus membisikkan gadis itu sampai gadis itu merasa kulitnya meremang.
"Pak tristan cukup pak ahh .." desah Salsa mencoba meronta
Tristan pun yang mendengar panggilan lembut dari Salsa, dengan mata yang sudah berkabut, ia menatap wajah Salsa kembali dengan lembut. Kemudian ia meraih tengkuk leher Salsa untuk memberikan ciuman lembut pada bibir merah ranum Salsa.
Cup
"Pak Tristan..." panggil Salsa lirih dengan jantung gadis itu berdegup kencang
Mendengar suara lembut gadis itu memanggil dirinya lagi. Pria itu pun meraih tengkuk leher Salsa dan mencium nya lagi, kali ini ciuman pria itu bukan ciuman biasa melainkan lebih menuntut karena terbawa oleh suasana. Entah apa yang ia rasakan, Tristan seperti melampiaskan perasaannya sendiri akhir-akhir ini pada gadis itu, ia terus mengulum bibirnya dengan bibir ranum Salsa hingga tak terasa, tangan pria itu menahan pinggang gadis itu dengan tangan satunya sedangkan gadis itu hanya diam dan pasrah menerima ciuman menuntut dari pria itu.
"Mungkin ini ciumanku terakhir untukmu pak... " batin gadis itu sedih sembari menerima ciuman menuntut dari Tristan hingga tak sadar Salsa pun mengalungkan tangannya pada leher pria itu. Tristan yang merasa Salsa membalas perasaannya, ia pun semakin tertantang dengan menahan kedua tangannya di pinggang gadis itu, ia terus mencium bibir gadis itu dengan menuntut hingga tak terasa tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh dari atas pohon di halaman rumah Salsa.
Brukk....
__ADS_1
Tristan pun menghentikan ciumannya sembari melihat sekitar
"Ahhh...ternyata buah mangga "ucap Tristan tersenyum sembari menempelkan keningnya dengan kening Salsa dan merangkup pipi gadis itu
"Terima kasih sayang malam ini aku sangat bahagia... " ucap pria itu dengan tersenyum senang. Kemudian ia memegang kedua pergelangan tangan Salsa dan menatapnya penuh damba
"Iya pak.." ucap Gadis itu menunduk malu
Tristan pun tersenyum melihat tingkah Salsa seperti itu.
"Salsa bisakah kau Ijin kan aku bermalam disini ?? kau tahu aku sangat lelah sekali sudah dua hari ini tidak tidur.. pinta Tristan memohon
"Tapi pak.... " cegah Salsa hingga kaget mendengar pertanyaan Tristan seperti itu
"Kau tidak usah berpikir buruk dan macam-macam padamu Sa... aku hanya tidur saja sebentar, bahaya jika aku pulang dalam keadaan mengantuk di jalan malam hari ini.." jelas Tristan
Salsa pun melihat raut wajah Tristan dengan seksama, ia melihat guratan wajah pria itu seperti sangat kelelahan.
Baiklah.. " ucap gadis itu pasrah. kemudian ia merogoh saku celananya untuk mengambil kunci dan membuka pintu rumah.
Tristan yang masuk lebih dulu ke dalam melihat sofa di depannya ia pun tak sabar duduk menyender di sofa dengan mata yang sudah tak kuat.
Setelah Salsa menutup pintu dan ingin menuju ke pintu kamar tiba-tiba tangan Tristan menahan pergelangan tangan Salsa dan menarik tubuh Salsa ke pelukan pria itu..
"Kau jangan pergi Salsa... di sinilah temani aku.. tak lama pria itu tertidur menyender di atas kursi sofa dengan memeluk gadis itu.
Salsa yang melihat Tristan kelelahan, ia pun tak tega untuk pergi langsung dari pelukan Tristan karena baru saja pria itu tertidur.
"Maaf kan aku pak Tristan aku akan pergi meninggalkan mu... aku tak sanggup mengahadapi ujian bertubi-tubi ini sendiri.. batin gadis itu yang masih di peluk oleh Tristan. ia mengingat kejadian siang kembali hingga tak terasa mata gadis itu pun berkaca-kaca.
"Maaf kan aku pak, kau bisa carilah wanita lain yang sepadan dari pada diriku.. aku tahu kau sangat mencintaiku hingga aku ingin bicara menolakmu langsung saja aku tak tega..." batin gadis itu yang tak terasa ia menangis terisak dalam diam di dalam pelukan Tristan yang masih tertidur.
"Mungkin dengan cara seperti ini aku bisa lepas dari kungkungan mu dan aku akan memulai hidup baru ku lagi... batin gadis itu sembari menarik tangan pria itu dari pelukannya..
"Maafkan aku pak .." batin Salsa yang sudah berdiri di hadapan Tristan. Kemudian ia mencium kening pria itu dengan lembut pada pria itu yang sudah tertidur lelap.
Cup..
Kemudian gadis itu pun pergi meninggalkan pria itu tertidur sendiri di sofa rumah Salsa
"Selamat tinggal pak Tristan...Hiks.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....
Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku
terima kasih 🥰💞
__ADS_1