
Seorang wanita cantik datang tiba-tiba ke ruangan Tristan, ia langsung menghamburkan pelukan kepada pria itu dengan erat.
Tristan terlonjak kaget dan menatap tajam wanita itu, karena sudah berani-beraninya wanita itu menyentuh dirinya.
"Sayang aku kangen banget sama kamu.." ucapnya dengan dibuat-buat sambil melirik arah Salsa dengan sinis. Ia tahu sebelum wanita itu buka pintu, ia mendengar sedikit pembicaraan, bahwa Tristan menyatakan perasaan pada gadis itu, Ia sangat geram dengan gadis itu pastinya, karena ia pikir gadis itu lah yang berani menggoda Tristan. Maka dari itu, iya mencoba berakting di hadapan gadis itu, walaupun ia tahu pasti akan jadi bumerang untuk dirinya sendiri.
"Cih.... Masih bau kencur aja sudah berani jadi pelakor.." batin Bela kesal dengan melirik sinis ke Salsa
"Biarlah aku memeluk Tristan sebentar, biar gadis tengik itu pergi dari sini.. " batin Bela masih memeluk Tristan..
Salsa masih diam tak bergeming, ia sudah malas tak mau menanggapi interaksi antara mereka, saat ini yang ia ingin adalah pergi dari ruangan ini.
"Maaf pak Tristan, apabila ada yang tidak diperlukan lagi saya keluar dulu pak, permisi... "ucap Salsa sambil menunduk kepalanya sedikit, Ia langsung keluar tanpa jawaban dari Tristan..
"Salsa......" panggil Tristan, tapi tak di jawab oleh Salsa, karena gadis itu sudah cepat keluar dari ruangan.
"Lepaskan tangan kamu..." ucap Tristan sambil menghempaskan kasar tangan Bela
"Oups.. maaf sayang.." ucap Bela sambil menutup kecil mulutnya
"Berhenti kau panggil aku seperti itu menjijikan.. " bentak Tristan
"Kenapa kamu gak suka panggil seperti itu, aku ini calon tunangan kamu Tristan... " ucap Bela
Tristan hanya diam, Ia malas berdebat dengan wanita itu. Saat ini yang ia pikirkan adalah gadis ia sukai pasti sedang sedih.
__ADS_1
"Ouuh..... aku tahu kamu memikirkan gadis itu tadi yah...?? Haaah...berarti kau sudah melupakan kakakku sendiri bukan..?? Ckkkkk..jahat sekali kau Tristan segitu mudahnya kau melupakan mendiang istrimu" sindir Bela sambil menggelengkan kepalanya, kemudian Tristan menatap tajam mata Bela..
"Kau gak usah ikut campur dengan urusan ku.... !!" bentak Tristan menoleh kebelakang dan jalan kembali meninggalkan Bela sendirian.
"Sayang aku tetap melanjutkan perjodohan ini.... " teriak Bela, tetapi Tristan acuh tak mendengarnya karena Tristan sudah keluar dari ruangannya dengan cepat. Ia tahu pasti Tristan akan mau dengan perjodohan ini secara ia tak enak dengan keluarganya dan ia sangat sayang dengan mendiang istrinya.
"Sial... masih saja dia begitu..." ucap Bela kesal sambil menghentakkan kakinya.
"Gue gak akan biarkan gadis tengik itu menggoda Tristan..." gumam Salsa dengan menatap tajam
Sedangkan Tristan sedang jalan menyusuri koridor, ia ingin mencari Salsa, tetapi pikiran ia kemana-mana ada Salsa dan mantan istrinya...
"Apakah aku sudah melupakan nya.. " batin Tristan murung sambil berhenti di tempat
"Tasya...." gumamnya
🍃🍃🍃
Gadis itu menghela nafas panjang..
"Astaga... kenapa aku ini?? Dia benar-benar mencintaiku?? tetapi tadi apa yang aku lihat.. ??" gumam Salsa
Tak terasa mata Salsa berkaca-kaca, ia bingung dengan kata hatinya. Ia harus bagaimana? kata hatinya meminta ia mundur tetapi ia tak munafik ada sedikit suka dengan dosen itu.
__ADS_1
"Apa aku ada rasa suka dengan dia..??" batin Salsa masih menatap kosong di hadapan cermin
"Haaaahhhhh.... " ucap Salsa sambil menghela nafas panjang dan menghapus sedikit air mata yang keluar, kemudian ia diam dan berkutat dalam pikirannya.
"Gak gak gue gak harus percaya sama dia.... gue masih ingat tadi dia berkata kasar sama gue.. " Salsa mengingatkan hal tadi supaya ia membuyarkan lamunannya
Salsa langsung cepat membasuh wajahnya agar wajahnya terlihat segar, kemudian ia tidak lagi ke kelas melainkan ke perpustakaan, sekedar istirahat dari pikirannya juga ia ingin sendiri. Ia juga tidak mood untuk belajar di kelas saat ini, yang ada nanti ia tidak fokus pikirnya.
🍃🍃🍃
Sinar matahari membersit dari gundukan mendung, tiba-tiba gerimis turun pelan-pelan membasahi bumi, seperti di apartemen pria tampan ini, Ia sedang duduk menghadap kedepan melihat pemandangan hujan yang terlihat di jendela. Ia sedang bergelut dengan pikirannya. Ia memikirkan gadisnya itu, khawatir akan berpaling dengan dirinya nanti dan gadis itu akan menyukai kakaknya sendiri, benar-benar ia takut dan dibutakan oleh cinta.
"Sungguh aku melihat mata kau, dengan tatapan cinta kak..??? aku tidak peduli kau itu siapa..??" gumam Aditya, kemudian ia menyugarkan rambut kebelakang dan menghembuskan nafasnya dengan kasar..
"haaaahhhh.... kenapa cinta serumit ini.." teriak Aditya menggema di kamarnya
"Aku sangat mencintai kamu Sa... " lirih Aditya dengan kepala menengadah ke atas menatap langit-langit kamarnya.
Kemudian ia diam dan berpikir sejenak mencari cara agar bisa mendekati Salsa
"Haaaahhhhh... " Aditya menghembuskan nafas kasar
__ADS_1
"Aku harus yang lebih dulu, kalau bisa aku akan melamarnya segera.. " gumam Aditya dengan menatap tajam ke depan.