Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku

Jatuh Cinta Pada Mahasiswiku
JCPM bagian 66


__ADS_3

Mobil sport putih milik Tristan melaju dengan pelan menuju suatu tempat karena ia ingin berlama-lama dengan Salsa walaupun hanya di jalan, namun gadis itu sepertinya sedang kesal karena nya, dari tadi gadis itu hanya melihat pemandangan jalan saja di balik jendela mobilnya.


Tristan pun tersenyum geli melihat Salsa seperti cemberut terus bahkan gadis itu tidak mau menengok sama sekali dengan dirinya.


"Biarlah aku egois sebentar.. aku senang sekali menggodanya... " batin pria itu tersenyum senang sembari fokus mengemudikan mobilnya, namun saat ia sedang fokus mengendarai tiba-tiba ia melihat di cermin spion mobil ada sesuatu cahaya lampu yang menyorot seperti mengikuti mobilnya.


Pria itu pun mengerutkan dahinya, seperti ada sesuatu yang tidak beres. Kemudian ia langsung menancapkan pedal gas mobil sportnya dan membelokkan stir kemudinya ke arah kiri dan kanan.


"Kau masih saja tak percayaan... baiklah aku akan bermain-main dengan mu...!!" batin pria itu menyindir Rayyan yang berada di belakang mobilnya.


Ngiiiiiiiinggggggg.......Ngiiiiiinggggg....


"Arghhhhhh......" teriak Salsa ketakutan hingga gadis itu memeluk lengan Tristan tiba-tiba


"Argghh..... pak Tristan berhenti aku turun disini saja...!!" teriak Salsa ketakutan hingga ia menutup wajahnya sendiri dibalik lengan kokoh Tristan.


Tristan pun hanya melirik gadis itu dengan tersenyum


"Maaf kan aku Salsa telah membuat mu takut...ada seseorang yang ingin mengganggu kita berdua..." batin pria itu dengan mata kembali menyorot tajam ke depan


Pria itu terus menancapkan pedal gas mobil nya, ia sengaja mengerjai mobil di belakangnya


Ngiiiiiiiinggggggg... Ngiiiiiiiinggggggg..


Sedangkan di belakang mobil Tristan nampak sebuah mobil hitam yang terus mengikutinya.



"Cih.. ternyata dia sudah tahu keberadaan ku ..!!"gumam pria itu yang terus mendorong pedal gas mobilnya mengikuti mobil Tristan


Ngiiiiiiiinggggggg.... Ngiiiiiiiingg....


Jantung Salsa sangat berdebar kencang melihat mobil yang di naikinya ngebut seperti kesetanan.


"Tuhan tolonglah...aku masih ingin hidup lama..." batin gadis itu berdoa sampai matanya menutup sendiri karena ketakutan


"Pak Tristan aku tidak ingin mati konyol karena mu pak... tolong berhentiiiii paaaak... !!! "teriak gadis itu ketakutan yang masih merangkul lengan Tristan

__ADS_1


Sedangkan pria itu tak menghiraukan ucapan Salsa. ia terus mengemudikan mobil dengan kencang sampai tempat yang ingin ia tuju.


Ngiiiiiiiingg..... Ngiiiiiiiingg.....


"Tenang sayang aku ini sudah profesional mengenai kecepatan mobil, kau tenang saja dan duduk manis di kursi..." batin Tristan yang terus fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mobil tersebut akhirnya berhenti di tempat yang dituju sebuah pantai berpasir putih nan indah.


Ckiiiiiiiitttttt.........


"Aarghhhhh......" teriak Salsa tersentak kaget hingga tubuhnya maju kedepan beruntung ia menggunakan safety belt tadi.


"Haaaaah...Haaaaah..."


Tristan pun menoleh ke arah Salsa, melihat gadis itu nafasnya tersengal karena ulahnya


"Maaf kan aku Salsa.." batin Tristan merasa kasian namun ia tersenyum karena telah sampai di pantai bisa berduaan dengan gadis itu. Kemudian ia menatap kembali kedepan spion menunggu kedatangan mobil Rayyan.


"Rayyan aku akan memberikan sebuah kejutan untuk mu... agar kau tidak lagi berharap dengan gadisku..." batin pria itu tersenyum smirk sembari melihat spion mobil, dari kejauhan mobil Rayyan nampak sudah mulai mendekati dengan mobilnya.


Tristan pun langsung bersiap membuka roadster atap mobil sportnya menggunakan tombol dari dalam mobil, agar terlihat jelas oleh mata Rayyan.


"Bersiaplah kau menerima kenyataan Rayyan...." batin pria itu dengan tersenyum smirk sembari memencet tombol di dalam mobilnya


Atap mobil Tristan pun telah terbuka lebar, Salsa yang melihat atap mobil pria itu terbuka sendiri pun tercengang dan menatap dengan heran pada Tristan yang tak biasanya pria itu melakukan hal seperti ini


Ckiiiiiiiitttttt.....


Sedangkan di tempat lain, mobil hitam milik Rayyan pun telah berhenti tak jauh dari mobil Tristan. Pria itu langsung membukakan pintu mobilnya untuk keluar.


Brakkkk.... ( Suara pintu mobil tertutup )


"Pak Tristan... " panggil Salsa lirih dengan raut wajah bingung menatap Tristan


Tristan pun menoleh ke arah Salsa, karena gadis itu telah memanggilnya. Ia menatap manik mata Salsa yang ia rindukan malam ini benar-benar sangat cantik sekali apalagi dengan gaun yang ia kenakan saat ini hingga ia tersipu malu melihat gadis itu. Ia pun nampak pesimis merasa dirinya hanyalah pria biasa yang tak layak bersanding dengan gadis secantik Salsa. Namun pria itu menepisnya ia menatap kembali manik mata Salsa, ia sudah tak tahan dengan bibir ranum Salsa yang sangat menggiurkan siapa pun yang melihatnya tanpa aba-aba lagi, Tristan langsung mendekati tempat duduk Salsa, ia meraih tengkuk leher gadis itu untuk mengecup bibir ranum merah Salsa hingga ia menyesapkan rasa manis pada bibir Salsa



Cup....

__ADS_1


Tristan melepaskan ciumannya dan menatap penuh damba pada gadis itu


"Pak Tristan....panggil Salsa lirih, gadis itu terdiam menatap bingung pada sikap Tristan tiba-tiba.


Tristan yang merasa di tatap pun sangat senang ia tak mendengar lagi panggilan dari Salsa, karena ia sudah tak tahan lagi ingin mencium bibir gadis itu. Ia pun kembali meraih tengkuk leher Salsa dan membungkam bibir mungil Salsa dengan bibirnya, hingga mata Salsa terbelalak kaget dengan perlakuan Tristan tiba-tiba lagi. Ciuman yang awalnya lembut dirasakan oleh bibir Salsa lama-kelamaan menuntut, Tristan memperdalam ciumannya hingga tangan Tristan yang satu menahan pinggang gadis itu. Salsa pun sampai kewalahan ia merasa kekurangan pasokan udara dari dalam mulutnya sedangkan pria itu masih menikmati bibir manis Salsa hingga ia lupa bahwa gadis itu telah memukul dadanya pelan, melihat gadis itu merasa kekurangan pasokan udara, ia pun tersadar langsung melepas tautan bibirnya.


Sedangkan di tempat lain, pria yang di belakang tak jauh dari mobil milik Tristan hanya diam terpaku melihat adegan ciuman panas yang di lakukan oleh Tristan, namun gadis yang di sukainya itu sepertinya menerima perlakuan manis dari rivalnya.


Jiwa pria itu seketika lemah melihat adegan ciuman rivalnya dengan Salsa



"Sa... aku tak percaya jika kau telah memiliki pria yang sangat menyukaimu bahkan kau sendiri pun sepertinya juga menyukai..??"


"Selama ini kau sama sekali tak pernah memberitahuku...jika kau telah memiliki seseorang..?? hati ku benar-benar sangat hancur Sa.. kau telah membuat ku terlalu lama berharap dengan mu..!!" batin Rayyan dengan menatap nanar pada kedua sejoli yang sedang kasmaran itu. Tak lama pria itu pun matanya berkaca-kaca ia mencoba mencubit pangkal hidungnya dan menghela nafas panjang agar air matanya tak terjatuh. Pria itu pun berusaha melupakan kejadian hal pahit hari ini.


"Haaaaah.... " Rayyan mencoba menghela nafas panjang dengan kedua tangannya bertolak pinggang melihat gadis itu untuk terakhirnya.


"Selamat tinggal semoga kau bahagia..!!" gumam pria itu


Merasa hati pria itu sudah sedikit tenang, Ia pun dengan segera masuk ke dalam mobil untuk meninggalkan tempat itu


Bruuuuuuummm....


Sedangkan di tempat lain, nafas gadis itu nampak tersengal akibat ciuman paksa yang di lakukan oleh Tristan tiba-tiba.


Hosh.. Hosh...Hosh...


Gadis itu pun merasa kesal dengan sikap Tristan seperti itu, ia pun langsung keluar dari mobil meninggalkan Tristan sendiri


Braaakkkkk.....( Suara mobil di tutup dengan kencang )


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa kakak klik tombol vote ,hadiah dan bintang nya biar author semangat cari ide-ide buat ceritanya....


Silahkan beri kritik atau sarannya juga yah, jujur author baru pertama kali loh buat novel inih.. mohon dukungan nya yaa kakak-kakakku

__ADS_1


terima kasih 🥰💞


__ADS_2