
" Akkhhh ... ampun Dad !! " gadis muda yang tadi di tinggalkan oleh Odelia sedang memekik kesakitan karena seorang pria tua menghempaskan tubuhnya dengan keras di atas ranjang .
" Apa telingamu tuli ?? Sudah aku katakan berkali kali padamu jika berpura pura lah tidak mengenalku jika ada di luar sana !! Kau tahu jika aku pria adalah terpandang , apa kau sengaja melakukan itu agar bisa lepas dari jeratku ??! " pria tua itu ternyata adalah klien yang siang tadi ditemui oleh Jero .
" Aku tidak berani Dad ! Maaf tapi aku melakukannya karena mendengar ada gadis baru yang akan menggantikan aku , aku mencintaimu Dad ... jangan gantikan aku dengan siapapun ! Aku berjanji akan melayanimu dengan baik " rengek gadis itu dengan berderaian air mata .
Dia adalah seorang gadis polos yang berangkat dari kota kecil karena di iming imingi sebuah pekerjaan yang layak di kota besar ini . Tapi ketika sampai apa yang ia bayangkan nyatanya jauh dari kenyataan .
Kesuciannya harus direnggut oleh pria tua yang membelinya dari orang orang yang membawanya ke kota ini . Dan dia harus bertahan disisi pria tua bernama Tom itu sampai pria itu bosan dan membuangnya . Dan mirisnya ketika orang yang sudah membelinya dengan mahal membuangnya maka gadis itu akan ditempatkan di rumah rumah bordil yang tersebar di beberapa titik di kota besar itu .
Sebenarnya bukan pilihan untuk menjadi simpanan pria bernama Tom itu , tapi gadis itu berpikir setidaknya ia tidak dipaksa untuk melayani pria berbeda setiap harinya . Jika saja ia bisa lari maka sudah dari dulu dia lari , tapi keselamatan keluarganya yang menjadi taruhan . Orang orang itu mengancam akan membunuh orang orang terdekatnya jika dia berani melarikan diri .
Dan siang ini saat melihat Jero ia langsung tahu jika pria tampan itu adalah salah satu anggota keluarga yang sangat disegani oleh semua orang , termasuk papa gulanya . Dia sangat berharap waktu itu Jero bisa menangkap tanda tanda yang ia berikan , tanda yang menunjukkan jika ia sedang butuh pertolongan .
__ADS_1
Tapi sepertinya dunia memang tidak akan pernah memihaknya , semua hal yang ia lakukan sia sia . Mungkin sudah menjadi nasibnya menjadi gadis yang menjajakan tubuhnya untuk hidung belang .
" Kau pikir siapa dirimu hingga bisa mengatakan cinta padaku hahh !! Kau pikir aku membelimu untuk aku pakai selamanya ?? Mimpi ... " ujar Tom dengan sorot mata merah karena terbakar amarah .
Dari orang orangnya dia mengetahui jika gadis bernama Deasy itu mendekati Jeronimo . Mungkin gadis itu akan menggunakan keberatan nama Adipraja untuk membebaskannya dari jerat human trafficking yang menjadi bisnis gelapnya .
Wajah Deasy berubah sangat pucat ketika Tom perlahan melepas sabuk celananya , dia sangat tahu apa yang akan terjadi selanjutnya . Lecutan sabuk itu adalah makanannya sehari hari ketika ia berbuat kesalahan atau kurang bisa memuaskan pria tua itu .
" Dad ... jangan !! " lirih Deasy semakin tersudut di atas ranjang . Tapi Tom terus saja berjalan mendekat dengan wajah menyeringai .
" Aaakkhhhh.... !!! "
*
__ADS_1
" Bos kenapa wajahmu seperti lipatan koran bekas ?! Apa pertemuan tadi tidak berjalan dengan lancar !? " tanya Ryota yang melihat wajah Jero yang sangat kusut ketika kembali dari pertemuan makan siangnya .
" Beberapa blok dari gedung ini ada galeri seni yang sedang mengadakan pameran , kita bisa pergi ke sana untuk sekedar meredam kekacauan otak kita . Tadi aku lihat yang datang ke sana adalah sosialita sosialita cantik , dan aku rasa kita bisa mendapat teman kencan disana " ujar Ryota , pria itu meraup wajahnya karena tiba tiba saja mengingat wajah gadis yang kemarin sempat beradu argumen dengannya . Wajah ' biasa ' itu dari kemarin terus saja ada di otaknya .
" Kau ingin lihat lukisan atau mencari mangsa !? Lagipula aku tidak suka lukisan ... itu membosankan " kata Jero sekenanya , egonya tak ingin bertemu dengan Odelia walau sebenarnya dirinya masih sangat merindukan wajah cantik itu .
" Tidak suka lukisan ? Apa kau sedang sakit ?? " gumam Ryota dengan melihat ruangan kantor Jero yang dipenuhi dengan ornamen lukisan disetiap sudutnya .
" Mungkin maksudmu adalah kau suka lukisan tapi tidak suka dengan para seniman seniman itu .... ya aku paham ... mereka memang menyebalkan !! Terutama para wanitanya , mereka terlalu biasa untuk pria pria seperti kita . Jangankan berdandan , cara bicara mereka sangat bar bar seperti wanita jaman purba "
BRRAAKKKK ...
" Jaga mulutmu b*ngsat !!! "
__ADS_1
Ryota menggaruk tengkuknya ketika Jero berdiri dengan menatapnya tajam setelah menggebrak meja dengan keras . Sepertinya tidak ada kata katanya yang salah atau menyinggung hati sahabatnya itu .
" Jer ... jangan jangan kau kesurupan !! "