Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
56


__ADS_3

Ryota melihat sekelilingnya , sebuah resort pinggir pantai yang cukup jauh dari kota . Butuh dua jam perjalanan agar mereka sampai di tempat ini . Jejeran rumah rumah kecil bergaya minimalis yang letaknya tepat dipinggir pantai . Dengan pagar kayu dan sebuah taman bunga kecil yang ada di depan setiap rumahnya . Tempat yang tidak terlalu mewah tapi sangat pantas jika disebut sebagai sebuah ' rumah ' . Mungkin akan sangat menyenangkan jika sebuah keluarga kecil tinggal ditempat itu .


" Jika tidak suka kita bisa cari yang lain !! "


Suara Elda membuat Ryota seperti kembali pada alam sadarnya . Gadis disampingnya sedang berdiri berkacak pinggang dengan tubuh bersandar di kap depan mobilnya . Jika dilihat sekilas ia tidak menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik pada gadis itu . Penampilan gadis itu jauh dari wanita wanita yang mengencaninya .


Wanita wanita yang berkencan dengannya biasanya sengaja memamerkan beberapa bagian tubuhnya agar dia semakin penasaran . Dengan mudah Ryota bisa mendapatkan yang dia mau tanpa kesulitan , bahkan ia pernah menghabiskan malam dalam satu kamar hotel dengan dua wanita sekaligus .


Berbeda dengan Elda yang berpenampilan jauh dari kata glamour , tapi entah gadis itu malah sangat seksi di matanya . Bibir yang sangat suka mengumpat padanya itu terlihat bagaikan sebuah permen lolipop yang ingin dia gigit dan jilat .


" Hei otak kotor !! Apa kau tidak mendengarkan aku ?? Aku bertanya padamu apa kau menyukai tempat ini !? " seru Elda dengan melambaikan satu tangannya tepat didepan wajah Ryota yang sedang menatapnya .


" Ckk apanya yang kotor ?? Tidak ada yang bisa aku fantasikan dengan tubuh ratamu itu !! Dua jam perjalanan untuk sampai ke tempat ini , kau pikir aku bisa kemana lagi ?? Kau punya jam tangan kan ?? Kau bisa lihat jika ini sudah hampir pagi . Bisa bisa aku tidak tidur semalaman jika harus mencari tempat lagi " gerutu Ryota yang sebenarnya malu karena tertangkap basah sedang memandang Elda .


" Ya sudah tunggu sebentar ! "

__ADS_1


Elda tampak mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di atasnya , setelah beberapa saat seorang pria berbadan atletis dengan seragam warna biru tua mendekat ke arah mereka . Dengan sangat sopan pria itu sedikit membungkukkan badan dan memberikan sesuatu pada Elda . Jika Ryota tak salah lihat sepertinya sekarang gadis disampingnya sudah membawa dua kunci dengan gantungan bentuk bunga . Dan reflek tangannya meraih satu kunci yang sudah dilemparkan Elda padanya .


" lni apa ?? "


" Ayam goreng .... Dasar katarak !! Tidak hanya telingamu yang tuli , tapi ternyata matamu juga mengalami gangguan !! Itu kunci , kau di rumah nomor lima . Sekarang pergi dan beristirahatlah ! " ujar Elda yang juga mulai melangkah menuju salah satu rumah yang ada di selurusan dengan mereka .


Sedang Ryota mengamati kunci yang di bawanya , mereka bahkan belum reservasi dengan petugas resort tapi bagaimana bisa mereka langsung mendapatkan kamar .


" Hei tunggu !! Bagaimana kita bisa reservasi semudah ini ?? lni legal kan ? Jangan jangan ditengah aku tidur ada petugas yang menyeretku keluar karena aku tidak terdaftar di daftar tamu !! " seru Ryota berlari mengikuti langkah Elda yang sudah jauh di depannya .


Ternyata Elda masuk ke rumah nomor enam , itu artinya rumah mereka bersebelahan . Ryota tetap mengikuti langkah Elda yang sudah melangkah di teras rumah yang dia sewa . Badannya berbalik dan menatap tajam pria yang malah membuntutinya .


" Aku lapar , dan aku tidak melihat tempat yang bisa menyediakan sesuatu untuk mengisi perutku ... "


Elda hanya mendengus kasar ketika mendengarnya , selain menyebalkan pria itu juga sangat merepotkan . Sebenarnya ada sebuah tempat makan yang terletak di belakang resort tapi pasti sudah tutup karena saat ini sudah hampir dini hari . Ada juga minimarket yang menyediakan barang barang kebutuhan pengunjung resort tapi Elda terlalu malas untuk berjalan lagi . Tubuhnya sudah sangat lelah .

__ADS_1


Ryota melihat setiap sudut rumah yang baru saja ia masuki , jika indera penciumannya tidak salah aroma ruangan ini sama dengan parfum uang dipakai Elda . Sebagai player indera penciumannya memang sangat peka terhadap parfum wanita . Juga ada beberapa bingkai foto yang ia yakin adalah foto foto Elda saat masih kecil dan remaja .


" Kenapa rumah ini aromanya sama denganmu ? Dan kenapa ada foto fotomu disana !? "


" Ada telur dan buah di lemari pendingin , jika kau sudah selesai makan segera pergi ke rumahmu sendiri . Aku sangat ngantuk !! " ujar Elda masuk ke sebuah kamar tanpa menutup pintunya .


" Hei tunggu ! Temani aku makan dulu , kau tak bisa membiarkan tamu merampok isi lemari pendinginmu sementara kau tidur !! Apa kau tidak takut jika tiba tiba saja aku menyusul dan tidur disampingmu ?? "


Elda berdecak , tapi dengan mata setengah tertutup kemudian ia berjalan ke arah dapur kecilnya . Ryota hanya geleng geleng kepala melihat tingkah menggemaskan gadis itu . Setelah mengambil beberapa buah untuk mengganjal perut Ryota duduk di meja makan tepat di depan Elda yang menyangga wajah dengan dua tangan di atas meja .


" Kenapa kau membenci Jeronimo ?? "


Mata Elda sedikit terbuka karena mendengar pertanyaan yang menggelitik hatinya . Dilihatnya Ryota sedang mengupas pisang dan mulai memakannya , entah tapi tiba tiba saja ia bergidik melihat cara pria itu memegang dan menekan pisangnya . Kepalanya menggeleng pelan untuk mengusir bayangan bayangan yang menari di otaknya .


" ltu urusanku , lagipula aku tidak pernah membencinya ! Aku hanya tidak suka saja " jawab Elda menyambar gelas minum yang ada di depan Ryota hingga habis setengahnya .

__ADS_1


" Apa Karena kesalahannya dulu ?? Come on .. Dia sudah berubah . Aku adalah saksi hidup yang setiap detiknya harus melihat dia tersiksa karena rasa bersalah sekaligus tersiksa karena rasa rindunya . Setiap orang pernah melakukan kesalahan bukan ?? Tak terkecuali kita .... " dan Ryota menghentikan kata katanya karena mendengar nafas teratur gadis yang sedang bersandar di kursi makan di depannya . Dia tak habis pikir bagaimana bisa ada seorang gadis yang mampu tertidur di kursi di saat bersama orang asing .


" Dasar monyet cantik ... " gumam Ryota dengan tersenyum geli , baru kali ini ada seorang wanita yang tidak menjaga imej didepannya . Elda tak pernah berusaha bersikap cantik didepannya , tapi menurutnya itu membuat semua yang ada di dalam diri gadis itu sempurna .


__ADS_2