
" Selamat pagi sayang .... " sapa Jero ketika wanita dalam pelukannya mengerjab perlahan membuka matanya . Wanita halal yang sudah sepenuhnya menjadi miliknya . Masih segar dalam ingatannya bagaimana mereka mengarungi malam panas mereka . Tiga kali bermain membuat sang istri merengek lelah dan langsung terlelap setelah membersihkan diri .
" Masih capek ??! " bisik Jero dengan menggigit pelan daun telinga istrinya . Wajah bantal di depannya itu terlihat berkali lebih cantik di matanya .
Dan pertanyaan darinya ditanggapi dengan tatapan penuh selidik yang terlihat sangat menggemaskan untuknya . Tubuh sintal berbalut baju satin itu beringsut menjauh dengan bibir yang mengerucut .
" Kak Jero mau ngapain lagi !? Badan aku sakit semua gara gara Kakak !! Semua rasanya pegal ! Nggak kira kira di bolak balik seperti membuat daging barbeque "
Jero terbahak sambil menarik tubuh candunya itu untuk kembali merapat ke tubuhnya , diciuminya pipi dan seluruh bagian wajah istrinya dengan bertubi tubi . Jika saja tidak mengingat pagi ini ada acara makan bersama dengan keluarga besarnya maka mungkin dia akan menyempatkan diri untuk berkeringat kembali bersama istrinya di atas ranjang .
" Kenapa harus mengeluh ? Siapa semalam yang berbisik ' faster ' padaku , dan lihat ini kau sudah men .... emmpphhhtttt !!! "
Odelia membungkam mulut sang suami dengan kedua tangannya , wajahnya merona merah ketika ingat jika semalaman ia sangat menikmati setiap sentuhan suaminya . Bahkan dengan gilanya ia mampu mengimbangi permainan sang suami .
__ADS_1
Tadi Jero baru saja ingin menunjukkan jejak jejak cinta sang istri yang hampir memenuhi area dada dan bahkan bekas gigitan juga terlihat jelas dipundaknya . Tanpa sadar Lia menggigit pundak suaminya saat pertamakali Jero berhasil menerobos masuk pintu kehormatan yang selama ini ia jaga .
" Terimakasih kau sudah menjaganya untukku , dan kau juga seharusnya berterimakasih karena aku sudah menjaganya untukmu . Kau juga yang pertama untukku sayang !! "
" Kak Jero tidak pernah mencium gadis sebelumnya !?? "
" Kau yang pertama dan akan menjadi satu satunya ! Ciuman pertamaku adalah saat kita kencan malam itu " sahut Jero dengan nafas mulai tidak beraturan , tak sengaja ia menyingkap selimut dan baju tidur model dress pendek itu memperlihatkan hampir seluruh paha mulus istrinya . Tapi sebelum tangannya menyentuh pemandangan indah didepannya Odelia sudah beringsut turun dari ranjang dan berlari menuju arah kamar mandi . Tawa gadis itu terdengar menggelitik kembali nalurinya .
Tapi Jero mengurungkan niatnya menyusul sang istri karena dia melihat puluhan pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya dari para saudara dan ibunya . Sudah pasti mereka sedang menunggunya untuk sarapan bersama pagi ini . Jika ia nekat menyusul maka dipastikan sampai siang pun ia tak akan keluar kamar .
Setelah keduanya selesai membersihkan diri mereka segera turun ke bawah menuju area kolam renang disamping restoran . Disana sudah terlihat semua keluarga berkumpul , Jero hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika melihat tatapan mengintimidasi para saudara beserta ayah dan ibu mereka .
" Enak Jer !!? " teriak Steve yang membuat Jero berdecih kesal , ia mengeratkan rengkuhannya ketika melihat wajah malu malu istrinya .
__ADS_1
" Jangan kau pegangi terus istrimu , jangan khawatir dia tidak akan hilang ! Ada kami yang menjaganya ... " celetuk Ava menarik tangan Odelia untuk bergabung dengan para wanita yang sudah berkumpul di satu sisi kolam bersama anak anak .
Langit dan Steve terlihat berjalan mendekat ke arahnya dan tiba tiba ....
BYUURRRRR ...
Ternyata mereka mengangkat tubuh Jero dan melemparnya ke arah kolam renang yang hanya berjarak dua langkah saja dari tempat Jero berdiri . Mereka terbahak dan berhigh five melihat Jero sudah basah kuyup dengan segala sumpah serapahnya .
" Kita cuma pengen bantu elo ademin otak elo !! Kita tahu elo pasti tadi nggak mau keluar kamar ... dasar MARUK !!! " seru Steve .
" Langit ... Steve !!!!! " suara Adam membuat tawa dua bersaudara itu berhenti sejenak , tapi tawa mereka kembali pecah ketika melihat Jero tak mau keluar kolam . Mereka sangat tahu jika ada sesuatu mulai berdiri , tapi bukan keadilan .
" Berendam saja terus sampai meleyot tuh terong belanda ! Ha ... Ha ... "
__ADS_1