Jeronimo , The Way Of Love

Jeronimo , The Way Of Love
25


__ADS_3

" Yakin bos kita hanya bawa lima penjaga ?? Bagaimana jika yang kita hadapi puluhan orang ? Atau mungkin ratusan orang ?? " gugup Ryota yang saat ini berada di dalam mobil yang dikendalikan oleh Jero . Mereka sedang menuju titik lokasi yang diberikan oleh Gema Aksa , putra sulung generasi kedua Adipraja .


Jero sungguh tidak menyangka jika Odelia akan menghubungi Vania untuk hal ini . Dua gadis itu memang sangat akrab sejak pertama mereka bertemu di mansion Al Shamma dulu . Vania ikut berkunjung pertama kali ke mansion Al Shamma bersama Akihiro Yoshida , Oliver dan dirinya sendiri ketika mengurus masalah yang bersangkutan dengan musuh Adipraja , Ellatd Kyle yang merupakan putra dari Jason Kyle . Pria yang terbunuh saat peristiwa penculikan Dewa Adipraja .


Dua gadis cantik itu mempunyai pribadi yang sama , terlihat sangat lembut tapi mempunyai kekuatan besar didalamnya . Baik Vania maupun Odelia sama sama ahli bela diri maupun senjata , bedanya hanya Vania lebih bisa mengekspresikan semua kemampuannya karena dia adalah seorang ketua klan Alvaro . Klan besar yang merupakan mafia di negara asal keluarganya , Rusia .


Sedang Abbio Al Shamma mengajari semua kemampuannya pada putri bungsunya hanya untuk membela diri . Sama halnya dengan klan Alvaro , klan Al Shamma pun dulunya adalah klan mafia yang pernah berjaya di bawah kepemimpinan kakek dari Odelia , Gaffar Al Shamma .


Maklum saja jika Ryota sedikit gugup karena baru kali ini dia terlibat dalam penyerangan di sebuah kubu penjahat . Kurang lebih satu tahun menjadi tangan kanan seorang Jeronimo , baru kali ini dia mengalami hal seperti ini . Dia pemegang sabuk hitam taekwondo dan juga sering berlatih menembak , tapi tidak pernah menghadapi secara langsung para penjahat .


" Jika benar benar tidak yakin maka kau bisa turun disini , aku tidak akan memaksamu !! " ujar Jero , dia tahu watak kakak sulungnya yang tidak terlalu suka membawa banyak penjaga jika memang benar benar tidak terlalu dibutuhkan . Jero juga yakin Gema sudah mengukur kekuatan lawan hingga hanya meminta lima penjaga bersamanya .

__ADS_1


" Bukannya aku takut Bos ! Kau kan tahu jika aku bukan ahli senjata sepertimu !! " kilah Ryota tak mau di cap sebagai pengecut walau sebenarnya dia memang sedikit ada rasa takut di hatinya .


" Di jok belakang ada rompi anti peluru , pakai itu untuk berjaga jaga ... " ujar Jero sambil tersenyum karena sahabatnya langsung mengambil barang yang ia maksud dan langsung memakainya .


Tak lama kemudian mereka sampai di titik yang di kirimkan Gema Aksa . Semuanya sengaja berpakaian hitam agar leluasa bergerak di gelapnya malam . Sulung Adipraja itu juga membawa lima penjaga terbaiknya .


" Kak Gema ... "


Jero hanya menjawabnya dengan anggukan , dia sudah kehabisan kata kata menghadapi ulah calon istri dan ' kakak iparnya ' . Yang terpenting sekarang adalah mereka harus segera bertindak sebelum terjadi hal yang tak di inginkan pada wanita wanita mereka .


Setelah menjelaskan posisi rumah dan penjagaan yang terlihat dari luar Gema mengatur titik titik penyerangan yang akan mereka lakukan .

__ADS_1


DOORRRR .... DOOORRRRR


" Bos !!! " Ryota terlihat panik dan mengokang senjata api di tangannya seolah musuh sudah ada di depannya .


" Kak !!! " seru Jero ketika mendengar dua letusan senjata api dari arah dalam mansion . Pikirannya hanya tertuju pada keselamatan Odelia dan Vania .


" Tenang .... semua pasti baik baik saja ! Bersiap kita akan menyusup masuk !!! " kata Gema tenang .


Penjagaan depan dengan mudah bisa mereka lumpuhkan , dan mereka mulai berpencar untuk sweeping semua titik di dalam mansion . Hati Jero tambah berdebar ketika samar mendengar jeritan dari para gadis yang ada di dalam sana .


" Sayang ... tunggu aku !! "

__ADS_1


__ADS_2