
" Kau suka padanya ?? Maaf jika gaya bicaraku seperti ini tapi mungkin akan lebih nyaman jika aku tidak terlalu formal padamu " kata Ryota yang siang ini masih menjelaskan beberapa berkas yang menjelaskan tentang kontrak kerja antara Anandara dan perusahaan .
Anandara melihat sekilas pria di depannya tapi kemudian matanya fokus pada berkas di depannya lagi . Sesaat tadi Jero pergi makan siang atas undangan kliennya hingga sekarang Ryotalah yang menemaninya . Memang ada sedikit rasa kecewa karena Jero lebih memilih untuk pergi tapi ia sadar jika dia bukanlah siapa siapa untuk pria itu .
Dulu mommynya pernah bercerita jika saat masih bayi dirinya selalu menjadi rebutan Langit Putra Bumi dan saudaranya Jeronimo Keith . Tapi setelah kepindahannya ke kota kelahiran Daddynya Anandara seperti putus kontak dengan para pewaris Adipraja walau Wicaksono masih menjadi garda depan keluarga itu .
Anandara hanya bisa melihat perkembangan keluarga itu dari media sosial . Selama ini Daddy dan Mommynya menjaganya dengan sangat ketat hingga kadang ia merasa sulit untuk bernafas . Tak seperti gadis lain yang di beri kebebasan untuk bergaul , kemanapun dia dijaga ketat oleh beberapa penjaga dan untuk pergi keluar kota pun dia benar benar harus mendapat ijin dari kedua orang tuanya .Kedua orang tuanya terlalu kolot hingga tak percaya jika ia bisa menjaga dirinya sendiri .
Tapi dia beruntung ketika meminta ijin datang ke London menemui Jero kedua orang tuanya dengan mudah mengijinkannya . Mungkin karena mereka sangat percaya jika Adipraja bisa menjaganya dengan baik atau mungkin karena mereka tak bisa menolak permintaan dari istri dari pilar pertama .
" Sepertinya kau memang suka padanya , aku ingin memberitahumu sesuatu . Bukan untuk membuatmu kecewa atau apapun yang membuatmu menjadi menjauh . Tapi kau harus kuat hati jika ingin mengejarnya karena hati Jero sudah tertambat untuk seseorang ! " kata Ryota yang tak ingin gadis disampingnya patah hati , menurutnya gadis secantik Dara tidak pantas untuk kecewa .
" Aku tidak berharap apapun , tenang saja ! Tapi terimakasih sudah sudi memperingatkan aku " jawab Dara yang kemudian mengalungkan sling bagnya karena merasa sudah selesai dan memahami isi kontrak yang tadi di jelaskan oleh Ryota .
" Besok pagi datanglah ke kantor untuk menandatangani surat kontraknya , yang ini akan aku perbarui sesuai kesepakatan kita tadi . Perlu aku antar keluar Nona ?! "
__ADS_1
" Tidak , aku tahu kau sangat banyak pekerjaan ! " sahut Dara yang kemudian berjalan keluar , sebelum datang ke galeri sebelumnya ia ingin kembali ke hotel tempatnya semalam menginap .
Kemarin dia terlalu malam datang ke kota ini hingga memutuskan untuk mencari hotel terdekat yang ada di bandara . Dua pengawalnya tampak masih ada di lobi perusahaan , dua pria itu langsung mendekat dan mengantar Dara sampai ke mobil .
" Kita kembali ke hotel atau mampir dulu ke galeri seperti yang Nona Dara minta tadi ?! " tanya seorang pengawal yang sudah ada di balik kemudinya .
" Kita ke hotel saja dulu , aku ingin istirahat dulu . Sore nanti kita temui Odelia di galeri "
" Baik Nona ... "
*
Sementara di galeri Lia dan komunitasnya benar benar sangat sibuk karena pameran lukisan sudah di buka hari ini . Mereka beruntung karena ternyata London sangat antusias dengan pameran yang mereka gelar .
" Li saudaramu tidak jadi datang ?? Bukankah anak dari Aunty Violetta akan datang hari ini !? " tanya Elda di tengah kesibukannya menemani tamu yang bertanya tentang beberapa lukisan di ruangan itu.
__ADS_1
" Sepertinya dia masih sibuk , dia bilang datang untuk sebuah pekerjaan ! Mungkin nanti sore atau besok pagi dia baru bisa datang ke galeri " jawab Odelia dengan melihat jam tangannya . Sepertinya sudah waktunya makan siang dan hari ini dia bertugas untuk mengambil makanan jatah makan teman temannya yang di pesan di kafe yang tak jauh dari galeri .
" Sebentar lagi waktunya makan siang , aku dan Ted akan mengambil jatah makan dulu di sebelah "
" Ok .... Ted berjaga di bawah , tadi ada tiga lukisan yang berhasil terjual disana . Salah satunya adalah lukisan milikmu "
Dengan segera Lia turun dan berangkat bersama temannya untuk mengambil makanan untuk teman temannya .
" Kita bawa troli saja agar mudah membawa makan siangnya " tunjuk Lia pada troli yang kebetulan di lihatnya di luar gedung . Dan pria bernama Ted langsung berjalan disisi Lia menuju kafe tempat mereka memesan makanan . Lama berada di komunitas yang sama membuat setiap anggotanya menjadi sangat dekat . Mereka menganggap setiap.orang di komunitas mereka adalah saudara .
" Ckk .. Kenapa malah naik ke atas troli ? Kau pikir kau adalah barang belanjaan yang ringan Nona Lia !! " decak pria bernama Ted itu ketika tiba tiba Lia malah naik ke atas troli sambil tertawa menanggapi kekesalannya .
" Berjalan bersisian seperti ini akan makan tempat Ted , dan satu satunya cara agar cepat sampai adalah baik ke troli dan kau mendorongnya "
Tanpa mereka sadari jika kebersamaan mereka membuat seseorang terbakar cemburu .
__ADS_1